Klub ISL dan IPL Tolak Moratorium Kompetisi
Rabu, 6 Juni 2012 | 11:59
Suporter sepakbola Indonesia yang kerap tawuran dengan polisi [vivanews] [JAKARTA]
Meskipun telah memakan empat korban jiwa dalam sepekan terakhir ini, klub-klub
yang bermain di Indonesian Super League (ISL) dan Indonesian Premier League (IPL)
menolak untuk melakukan moratorium kompetisi. Penghentian sementara kedua liga
tersebut dinilai bukan menjadi solusi yang tepat, melainkan hanya akan berimbas
kepada keberlangsungan klub dan pemain.
Hal
itu dikatakan oleh Wakil Direktur PT Persib Bandung Bermartabat M. Fahran,
Ketua Harian Persipura Jayapura La Sya, Manajer Persija IPL Ardhy Tjahyoko, dan
pengamat sepakbola Tommy Welly, ketika dihubungi SP di Jakarta, Selasa (5/6).
Menurut
Farhan, kompetisi di Indonesia sebaiknya jangan sampai dihentikan, karena
masalah tewasnya suporter telah masuk ke ranah pelanggaran hukum pidana. Oleh
karena itu, pihak kepolisian harus menuntaskan masalah itu, dengan mengusut
pelakunya.
"Itu
sebabnya demi kelangsungan nyawa sepakbola Indonesia dan benih industri
sepakbola yang masih sangat muda, maka para pemangku kepentingan harus
bersinergi menyelesaikan masalah ini secara paralel dan simultan," kata
Farhan.
Hal
senada dikatakan La Sya yang menyatakan, penyelesaian masalah tewasnya suporter
bukan dengan menghentikan kompetisi, tetapi klub yang memiliki suporter anarkis
bisa dikenakan sanksi untuk tidak boleh menyelenggarakan pertandingan kandang.
"Jika
ini diterapkan degan tegas suporter akan kapok dan tidak berulah. Sebab, mereka
pasti tidak rela kalau tim kesayangannya tidak bermain di kandang dan tidak
bisa menyaksikan langsung tim kesayangannya," ucapnya.
Pemberian
hukuman kepada klub juga dinilai sebagai langkah tepat oleh Ardhy. Menurut dia,
tidak tepat jika kompetisi harus dihentikan, karena masalah suporter hanya
kasuistis, dan tidak smua suporter berlaku keras. Kejadian tewasnya empat
suporter, lanjut Ardhy, mungkin hanya terjadi kesalahpahamanan.
"Namun,
ini tentunya dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi panpel (panitia
pelaksana pertandingan) untuk dapat mengantisipasi apabila terjadi hal serupa.
Yang terpenting lagi, aturan harus ditegakkan. Jika ada yang melanggar, harus
ada hukuman," tandasnya.
Tommy
menyatakan, jika kompetisi dihentikan akan mengancam hajat hidup orang banyak.
Pasalnya, klub, pemain, dan wasit menggantungkan hidup sepenuhnya kepada
jalannya roda kompetisi. "Kita berharap pada 15 Juni 2012 (deadline FIFA)
akan ada keputusan, sehingga masalah dualisme ini menjadi jelas. Dan, berdampak
kepada sektor bawah atau akar rumput," ujarnya.
Sebelumnya,
Sekretaris Jendral PSSI Tri Goestoro menyatakan tidak perlu menghentikan
sementara kompetisi IPL jika investigasi kasus kematian Bonek seusai Persebaya
Surabaya melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari,
Surabaya, Minggu (3/6), dilakukan.
"Tidak
harus sampai dihentikan sementara. Soalnya, sambil berjalan tetap bisa
melakukan investigasi," kata Tri. [HPS/M-16]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Fathanah Perkenalkan Satu Lagi Istilah Korupsi
Fathanah Ajak Maharani Berhubungan Intim
Kayak Menteri Saja, Luthfi Hasan Janjikan Penambahan Kuota Impor Sapi
Ahmad Fathanah Akui Curi Dokumen KPK
Dilaporkan Ke KPK, Bibit Waluyo Tanggapi Santai
Gadis ABG Diperkosa Pamannya Sendiri
Luthfi: Swasembada Itu Ancam Ketahanan Daging
Tokoh Muda NU Galang Petisi Tolak Award Terhadap SBY
