SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 19 Mei 2013
Pencarian Arsip

Klub ISL dan IPL Tolak Moratorium Kompetisi
Rabu, 6 Juni 2012 | 11:59

Suporter sepakbola Indonesia yang kerap tawuran dengan polisi [vivanews] Suporter sepakbola Indonesia yang kerap tawuran dengan polisi [vivanews]

[JAKARTA] Meskipun telah memakan empat korban jiwa dalam sepekan terakhir ini, klub-klub yang bermain di Indonesian Super League (ISL) dan Indonesian Premier League (IPL) menolak untuk melakukan moratorium kompetisi. Penghentian sementara kedua liga tersebut dinilai bukan menjadi solusi yang tepat, melainkan hanya akan berimbas kepada keberlangsungan klub dan pemain.  

Hal itu dikatakan oleh Wakil Direktur PT Persib Bandung Bermartabat M. Fahran, Ketua Harian Persipura Jayapura La Sya, Manajer Persija IPL Ardhy Tjahyoko, dan pengamat sepakbola Tommy Welly, ketika dihubungi SP di Jakarta, Selasa (5/6).  

Menurut Farhan, kompetisi di Indonesia sebaiknya jangan sampai dihentikan, karena masalah tewasnya suporter telah masuk ke ranah pelanggaran hukum pidana. Oleh karena itu, pihak kepolisian harus menuntaskan masalah itu, dengan mengusut pelakunya.  

"Itu sebabnya demi kelangsungan nyawa sepakbola Indonesia dan benih industri sepakbola yang masih sangat muda, maka para pemangku kepentingan harus bersinergi menyelesaikan masalah ini secara paralel dan simultan," kata Farhan.  

Hal senada dikatakan La Sya yang menyatakan, penyelesaian masalah tewasnya suporter bukan dengan menghentikan kompetisi, tetapi klub yang memiliki suporter anarkis bisa dikenakan sanksi untuk tidak boleh menyelenggarakan pertandingan kandang.  

"Jika ini diterapkan degan tegas suporter akan kapok dan tidak berulah. Sebab, mereka pasti tidak rela kalau tim kesayangannya tidak bermain di kandang dan tidak bisa menyaksikan langsung tim kesayangannya," ucapnya.  

Pemberian hukuman kepada klub juga dinilai sebagai langkah tepat oleh Ardhy. Menurut dia, tidak tepat jika kompetisi harus dihentikan, karena masalah suporter hanya kasuistis, dan tidak smua suporter berlaku keras. Kejadian tewasnya empat suporter, lanjut Ardhy, mungkin hanya terjadi kesalahpahamanan. "Namun, ini tentunya dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi panpel (panitia pelaksana pertandingan) untuk dapat mengantisipasi apabila terjadi hal serupa. Yang terpenting lagi, aturan harus ditegakkan. Jika ada yang melanggar, harus ada hukuman," tandasnya.  

Tommy menyatakan, jika kompetisi dihentikan akan mengancam hajat hidup orang banyak. Pasalnya, klub, pemain, dan wasit menggantungkan hidup sepenuhnya kepada jalannya roda kompetisi. "Kita berharap pada 15 Juni 2012 (deadline FIFA) akan ada keputusan, sehingga masalah dualisme ini menjadi jelas. Dan, berdampak kepada sektor bawah atau akar rumput," ujarnya.  

Sebelumnya, Sekretaris Jendral PSSI Tri Goestoro menyatakan tidak perlu menghentikan sementara kompetisi IPL jika investigasi kasus kematian Bonek seusai Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, Minggu (3/6), dilakukan.   "Tidak harus sampai dihentikan sementara. Soalnya, sambil berjalan tetap bisa melakukan investigasi," kata Tri. [HPS/M-16]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN