SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Mei 2013
Pencarian Arsip

KLB Solusi Atasi Kemelut di PSSI
Senin, 12 Desember 2011 | 13:05

Kantor PSSI di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta [google] Kantor PSSI di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta [google]

[JAKARTA] Kongres Luar Biasa (KLB) merupakan solusi pertikaian di tubuh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) saat ini. Saat ini, sepakbola Indonesia tengah mengalami masalah, seperti dualisme kompetisi, seperti Indonesian Super League yang berdiri di bawah PT Liga Indonesia, dan Indonesian Premier League, yang digagas PSSI.  

"Menurut saya, jalan satu-satunya gelar kongres luar biasa. Ini untuk membuktikan  siapa yang salah dan yang benar,” kata anggota Eksekutif Komite (Exco) PSSI, La Nyalla Mattalitti yang dihubungi, Senin (12/12). 

 La Nyala bersama tiga anggota Exco, Tonny Aprilani, Erwin Dwi Budiawan, dan Roberto Rouw tidak takut dengan ancaman sanksi yang mungkin akan dijatuhkan oleh Komite Etik PSSI atas sikapnya yang kritis.  

"Kalau empat Exco (komite eksekutif) mau dipecat, bukan masalah. Mereka akan berhadapan dengan voter-voter kami. Kemarin, kami melakukan pembicaraan dengan 40 klub di Surabaya membahas agenda pertemuan yang rencananya akan dilakukan pada pekan depan di Jakarta. Soal tempat KLB, biar anggota yang memutuskan," kata La Nyalla.  

Menurutnya, pihaknya akan melaporkan permasalahan PSSI ke FIFA, guna membentuk kembali Komite Normalisasi. “Persis KLB di Solo lalu. PSSI sudah terlalu dalam mencederai hasil KLB Solo,” tegasnya.  

Anggota Exco lainnya, Erwin mengatakan, komite etik tidak bisa memberikan sanksi jika tuduhan yang diajukan adalah mengirim surat ke AFC dianggap menyalahi aturan.

Dalam kode etik PSSI, kata Erwin, sanksi baru bisa dijatuhkan jika pengurus terbukti melakukan penyuapan, pengaturan skor, menerima hadiah alias gratifikasi, serta terlibat dalam perjudian.  

Namun, di tengah maraknya pembangkangan sejumlah klub dengan memilih tampil di kompetisi yang tidak diakui PSSI, dukungan kepada Djohar Arifin Husin untuk terus memimpin induk organisasi sepakbola nasional terus mengalir.

Kali ini datang dari pendukung setia Persis Solo, Pasoepati. Berbarengan dengan pertemuan yang dilakukan untuk menindak lanjuti dukungan kepada PSSI, tim suporter asal Surakarta ini mengadakan rapat besar sekaligus pengukuhan Korwil Bekasi di Cikarang, Jawa Barat, Minggu (11/12).

Menariknya, pertemuan kali ini dihadiri oleh sejumlah pengurus pusat dari suporter lain seperti, Bonek (Persebaya Suraya, Lanus (PSCS Cilacap), Paserbumi (Persiba Bantul), Patriot Mania (Persipasi bekasi), Snex (PSIS Semarang), Slemania (PSS Sleman).

Semua kelompok suporter tersebut sepakat untuk memberikan dukungan penuh kepada Djohar, agar melanjutkan tugas memimpin PSSI hingga empat tahun mendatang,  sebagaimana yang diamanatkan dalam Kongres Luar Biasa PSSI di Solo, beberapa waktu lalu. [IMR/Ant/W-11]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN