Ketua MPR Minta SBY, Mega, dan Ical Bersatu
Sabtu, 28 April 2012 | 8:30
Taufiq Kiemas [google] [JAKARTA]
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufq Kiemas mengatakan, kunci
kelanjutan kepemimpinan nasional kini ada di tangan Ketua Dewan Pembina Partai
Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Golkar (PG)
Aburizal Bakrie.
Dia
optimistis apabila ketiga tokoh tersebut saling berkomunikasi dan bersatu demi
kepentingan bangsa yang lebih besar, maka masa depan Indonesia akan lebih baik
dan maju dari sekarang.
“Negara kita
ini sekarang sedang maju-majunya. Tinggal kompak pemimpinnya saja. Kalau
ketiganya (SBY, Ical, dan Mega, Red) mau bersatu, mereka merupakan negarawan
yang dihormati rakyat,” kata Taufiq di sela-sela acara Final Cerdas Cermat 4
Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Tingkat SLTA di Yogyakarta, Sabtu
(28/4).
Ketua Dewan
Pertimbangan PDI-P tersebut mengaku siap menjembatani bersatunya ketiga
pimpinan parpol besar tersebut.
Sebenarnya,
kata dia, selama ini dirinya sudah mengupayakan hal tersebut. Jika belum
berhasil, dia tidak akan berhenti dan memakai cara lain dengan mengungkap hal
ini ke publik melalui media massa.
Dia berharap
ketiga tokoh tersebut mau melepaskan ego mereka masing-masing demi kepentingan
bangsa dan negara.
“Ketiganya ini kumpul lah, Bu Mega, Pak Ical, dan Pak
SBY. Saling bicara dan bersatu. Tentukan siapa yang jadi nomor satu untuk
jadi presiden. Yang nomor dua jadi wakil presiden dan yang ketiga punya menteri
banyak. Tapi tunjuk orang muda jangan nunjuk diri sendiri,” tandasnya.
Menurut dia,
jika ketiga tokoh tersebut bersatu dan mau berbicara, maka regenerasi
kepemimpinan nasional bisa dijalankan dan tidak berputar di situ-situ saja.
Taufiq mengaku kepentingannya untuk menyatukan ketiga tokoh tersebut demi empat
pilar berbangsa dan bernegara serta regenerasi kepemimpinan bangsa.
“Saya akan
terus bicara seperti ini. Saatnya urus kepentingan bangsa ke depan. Kalau enggak mau ketemu gila aja. Saya akan
jalan terus perjuangkan ini,” katanya.
Disinggung
siapa tokoh muda yang layak diusung untuk kelanjutan kepemimpinan nasional,
menurut Taufiq, hal itu diserahkan sepenuhnya kepada kesepakatan ketiga tokoh
tersebut. Kalau ketiganya bersatu, dia yakin calon presidennya pasti jadi pada
Pemilu 2014.
Seperti
diketahui, dalam beberapa kesempatan Taufiq mengeritik proses regenerasi
kepemimpinan Indonesia, yang menurutnya tak terjadi dan masih terus memunculkan
tokoh-tokoh tua untuk menjadi calon presiden.
Dia
menyebutkan, regenerasi kepemimpinan nasional harus dimulai dari 2014, dan dia
yakin dengan regenerasi ini pembangunan Indonesia akan menjadi lebih baik.
Taufiq
pernah menyarankan Aburizal Bakrie dan Megawati Soekarnoputri untuk tak maju
sebagai calon presiden karena faktor usia. [M-17]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Sidang Paripurna DPR Sahkan UU APBN-P 2013
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
Dukung BBM Naik, Partai Koalisi Terancam Tenggelam di Pemilu 2014
DPR Dukung Kenaikkan BBM, Dua Pos Polisi dan Restoran KFC Dibakar Massa
