SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 21 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Ketua MPR Minta SBY, Mega, dan Ical Bersatu
Sabtu, 28 April 2012 | 8:30

Taufiq Kiemas [google] Taufiq Kiemas [google]

[JAKARTA] Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufq Kiemas mengatakan, kunci kelanjutan kepemimpinan nasional kini ada di tangan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Golkar (PG) Aburizal Bakrie.

Dia optimistis apabila ketiga tokoh tersebut saling berkomunikasi dan bersatu demi kepentingan bangsa yang lebih besar, maka masa depan Indonesia akan lebih baik dan maju dari sekarang.

“Negara kita ini sekarang sedang maju-majunya. Tinggal kompak pemimpinnya saja.  Kalau ketiganya (SBY, Ical, dan Mega, Red) mau bersatu, mereka merupakan negarawan yang dihormati rakyat,” kata Taufiq di sela-sela acara Final Cerdas Cermat 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Tingkat SLTA di Yogyakarta, Sabtu (28/4).

Ketua Dewan Pertimbangan PDI-P tersebut mengaku siap menjembatani bersatunya ketiga pimpinan parpol besar tersebut. 

Sebenarnya, kata dia, selama ini dirinya sudah mengupayakan hal tersebut. Jika belum berhasil, dia tidak akan berhenti dan memakai cara lain dengan mengungkap hal ini ke publik melalui media massa. Dia berharap ketiga tokoh tersebut mau melepaskan ego mereka masing-masing demi kepentingan bangsa dan negara.

“Ketiganya ini kumpul lah, Bu Mega, Pak Ical, dan Pak SBY.  Saling bicara dan bersatu. Tentukan siapa yang jadi nomor satu untuk jadi presiden. Yang nomor dua jadi wakil presiden dan yang ketiga punya menteri banyak. Tapi tunjuk orang muda jangan nunjuk diri sendiri,” tandasnya.

Menurut dia, jika ketiga tokoh tersebut bersatu dan mau berbicara, maka regenerasi kepemimpinan nasional bisa dijalankan dan tidak berputar di situ-situ saja.

Taufiq mengaku kepentingannya untuk menyatukan ketiga tokoh tersebut demi empat pilar berbangsa dan bernegara serta regenerasi kepemimpinan bangsa.

“Saya akan terus bicara seperti ini. Saatnya urus kepentingan bangsa ke depan. Kalau enggak mau ketemu gila aja. Saya akan jalan terus perjuangkan ini,” katanya.

Disinggung siapa tokoh muda yang layak diusung untuk kelanjutan kepemimpinan nasional, menurut Taufiq, hal itu diserahkan sepenuhnya kepada kesepakatan ketiga tokoh tersebut. Kalau ketiganya bersatu, dia yakin calon presidennya pasti jadi pada Pemilu 2014. 

Seperti diketahui, dalam beberapa kesempatan Taufiq mengeritik proses regenerasi kepemimpinan Indonesia, yang menurutnya tak terjadi dan masih terus memunculkan tokoh-tokoh tua untuk menjadi calon presiden. 

Dia menyebutkan, regenerasi kepemimpinan nasional harus dimulai dari 2014, dan dia yakin dengan regenerasi ini pembangunan Indonesia akan menjadi lebih baik.

Taufiq pernah menyarankan Aburizal Bakrie dan Megawati Soekarnoputri untuk tak maju sebagai calon presiden karena faktor usia. [M-17]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»