Kesejahteraan Peneliti Perlu Diperhatikan
Rabu, 29 Agustus 2012 | 7:07
Ilustrasi penelitian [google] [JAKARTA]
Demi memelihara terus tumbuhnya kreativitas peneliti, kesejahteraan mereka
harus diperhatikan berupa anggaran yang memadai untuk penelitian, tunjangan
penelitian ataupun penghargaan yang bisa terus memacu berkembangnya ilmu
pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia.
Untuk itu diusianya ke-45 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berkomitmen
untuk terus mengejar capaian menjadi world class research institute. Indonesia
boleh berbangga, saat ini LIPI memiliki tempat di mata dunia internasional.
Kepala LIPI Lukman Hakim mengatakan LIPI telah menembus ke dalam kelompok top 2
persen lembaga riset dunia berdasarkan data yang dikeluarkan webometrics akhir
Juli lalu.
"Capaian ini cukup membanggakan sekaligus membuktikan bahwa dalam kondisi
keterbatasan anggaran, fasilitas, sarana dan prasarana penelitian serta
kurangnya dukungan politik dari pemerintah, para peneliti LIPI tetap mampu
bekerja tekun dan serius untuk menghasilkan karya-karya ilmiah kelas
dunia," katanya di Jakarta, Selasa (28/8) usai penganugerahan penghargaan
Sarwono Prawirohardjo XI.
Angin segar memang akan dirasakan para peneliti, sebab pemerintah menjanjikan
kenaikan tunjangan peneliti dan remunerasi. Sebanyak 1.500 peneliti LIPI pun
hingga kini masih menunggu kepastian remunerasi dan peningkatan
kesejahteraannya tersebut melalui tunjangan fungsional.
"Kami optimis dan LIPI diberi amanat untuk memberi penghargaaan dan
memelihara para peneliti," ucapnya.
Sekretaris Utama LIPI Djusman Sajuti mengungkapkan kenaikan tunjangan
fungsional peneliti diharapkan memberi gairah bagi para peneliti dan tidak
memilih hijrah ke luar negeri tetapi memilih mengabdi di negerinya sendiri.
Skema remunerasi dan tunjangan fungsional tambahnya kini masih di Kementerian
Keuangan, tinggal menunggu waktu implementasinya. Sebelumnya ada rencana
sebelum hari raya Idul Fitri pertengahan Agustus 2012, tetapi belum jadi
terimplementasi.
Kenaikan tunjangan penelitian meliputi semua lini peneliti, seperti peneliti
utama mendapat Rp 3.250.000 dari sebelumnya hanya Rp 1,4 juta, peneliti madya
Rp 2,5 juta sebelumnya Rp 1,2 juta, peneliti muda Rp 1,2 juta sebelumnya Rp
750.000 dan peneliti pertama Rp 756.000 sebelumnya hanya Rp 350.000.
Sementara itu, untuk menghargai dedikasi peneliti, sejak tahun 2002 LIPI
memberikan penghargaan. Tahun 2012 ini penganugerahan Sarwono
Prawirohardjo XI dan Sarwono Prawirohardjo memorial lecture XII diberikan
kepada Prof Dr Soekarja Somadikarta seorang ornitologi taksonomi burung.
Pria kelahiran Bandung, 21 April 1930 ini menempuh gelar doctor dari Freie
Universitat Berlin tahun 1959. Selain telah memegang jabatan akademik seperti
Ketua Jurusan Biologi Universitas Indonesia, Dekan FMIPA Universitas Indonesia
dan Direktur Museum Zoologicum Bogoriense milik LIPI.
"Saya merasa bangga meskipun awalnya perasaan was-was dan gembira berbaur
apakah benar saya pantas menerima penghargaan ini. Maka dengan bangga saya
menerima penghargaan yang sangat terhormat, prestisius dan didambakan oleh
setiap ilmuwan," ungkapnya.
Di samping itu ia menjelaskan Indonesia boleh berbangga karena memiliki Museum
Zoologicum Bogorience Pusat Penelitian LIPI yang menurutnya terbaik di kawasan
Asia Tenggara.
Menurutnya koleksi biota di suatu museum menyimpan banyak sumber informasi yang
sangat berharga. Informasi itu seperti taksonomi, biogeografi, masa berkembang
biak, penyebaran penyakit, genetika, konservasi, perubahan iklim sampai
penelitian filogenetik dengan analisi DNA.
Dalam kiprah penelitian pria yang meneliti burung jenis walet ini tidak kurang
dari 4.000 taksa burung baru yang berasal dari kepulauan Indonesia dipertelakan
oleh ornitolog kaliber dunia dikemukan Somadikarta. Selain dirinya tidak ada
penulis Indonesia yang menerbitkan hasil penelitiannya tentang avifauna sampai
tahun 1960.
"Spesies burung di Indonesia saat ini ada sekitar 1.500 plus. Mengapa
begitu karena statusnya bisa turun naik dari spesies ke subspesies atau
sebaliknya," ucapnya. [R-15]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Inilah 45 Perempuan Penerima Duit Fathanah
