Keruntuhan Zona Euro Dimulai pada 2012
Rabu, 4 Januari 2012 | 11:38
Ilustrasi zona euro [google] [LONDON] Seiring 10 tahun perayaan zona euro akhir pekan
ini, Pusat Penelitian Ekonomi dan Bisnis (CEBR) yang berbasis di London
menyebut bahwa ada 99 persen kemungkinan bahwa mata uang euro tidak akan
bertahan, hingga 10 tahun mendatang. Dikutip surat kabar Inggris The
Telegraph, Selasa (3/1), lembaga riset berpengaruh itu menilai 2012 akan
menjadi permulaan pecahnya zona euro.
Inggris juga disebut telah berada dalam resesi, dengan
pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi di akhir 2011 dan kuarter pertama 2012.
Namun disebut bahwa kondisi akan membaik bagi Inggris, setelah inflasi turun
dan tekanan pada pendapatan riil melonggar. “Pada akhir 2012, setidaknya satu
negara akan keluar (dari zona euro),” kata CEO CEBR Douglas McWilliams.
Dia menambahkan bahwa Yunani terlihat sangat pasti bakal
meninggalkan euro, dan kini semakin tampak lebih meyakinkan untuk pergi
daripada tidak, dengan Italia akan segera mengikuti jejak Yunani. Kedua negara
telah didera krisis utang dan harus mengimplementasikan langkah penghematan
yang keji, yang dikhawatirkan banyak pihak akan menghambat pertumbuhan ekonomi.
“Menjadi lebih jelas pada tahun terakhir, tentang
ketidakmungkinan politik melakukan kesepakatan yang diperlukan untuk membuat
euro bertahan,” kata McWilliams.
Dia menambahkan bahwa membuat euro bertahan,
dibutuhkan daya saing negara-negara anggota dengan memiliki pertumbuhan ekonomi
yang baik agar bisa membayar utang mereka.
Dia menegaskan bahwa tiadanya pertumbuhan ekonomi untuk memperbaiki
posisi utang, adalah hal yang sangat mungkin untuk pada akhirnya membuat euro
runtuh. “Kini sangat jelas itu akan terjadi,” ucapnya.
Akhir 2011, terungkap
bahwa pemerintah Inggris menyiapkan rencana mengantisipasi kegagalan euro,
termasuk rencana memblokade aliran uang masuk dan keluar dari Inggris, demi
melindungi perekonomian negara akibat pecahnya euro.
Disintegrasi mata uang euro dapat berdampak bencana bagi
Inggris. CEBR yakin kehancuran euro akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi
Inggris, sementara para ekonom dari HSBC memperingatkan terjadinya depresi
dunia. Peringatan sejumlah pemimpin Eropa mengenai masa yang berat, pada 2012,
menambah keyakinan bakal runtuhnya euro.
Kanselir Jerman Angela Merkel, mengatakan dirinya bakal
melakukan apapun untuk memperkuat euro. Presiden Italia Giorgio Napolitano
mendesak orang-orang untuk membuat pengorbanan demi mencegah runtuhnya
keuangan. Di Jerman, tekanan terhadap Merkel bertambah setelah mencuatnya
skandal pinjaman rumah yang melibatkan Presiden Christian Wulff.
Sekutu terdekat Merkel itu kini didesak untuk
mengundurkan diri, setelah dirinya juga terungkap berusaha melakukan intervensi
untuk menghentikan sirkulasi massal surat kabar Bild, yang memuat
pemberitaan mengenai skandal pinjamannya dari seorang taipan teman istrinya.
Dia mengirimkan pesan pada editor Bild, Kai Diekmann, mengancam akan
menuntutnya, serta berusaha melakukan intervensi melalui CEO perusahaan
penerbitan Bild Axel Springer. [Telegraph/B-14]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Dijamin Tak Ada Penggusuran, Warga Akhirnya Buka Jalan
Warga Tutup Kembali Jalan I Gusti Ngurah Rai
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Pesawat Lion JT 0535 Rusak Lagi, Penumpang Kecewa
Aiptu Sitorus Resmi Ditahan Di Rutan Bareskrim
Hun Sen dan Fidel Ramos Tiba Di Makassar
BBM Mahal, Eropa Beralih Ke Energi Angin
