SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 20 April 2014
Pencarian Arsip

Keren, Ada Ruang Karaoke di DPRD Banten
Selasa, 31 Januari 2012 | 5:39

Ilustrasi ruang karaoke. [google] Ilustrasi ruang karaoke. [google]

[SERANG] Gaya hidup hedonisme tidak hanya dipertontonkan oleh para wakil rakyat di Senayan, Jakarta, tetapi juga oleh para wakil rakyat di DPRD Banten.

Salah satu bukti konkret gaya hidup hedonisme yang diperlihatkan para wakil rakyat di provinsi yang baru berusia 11 tahun itu yakni di ruang Komisi I dilengkapi dengan fasilitas karaoke yang cukup mewah.

Gaya hidup mewah para wakil rakyat ini sangat bertolak belakang dengan kondisi masyarakat Banten, yang sebagian besar masih susah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Apalagi pada beberapa pekan terakhir ini, sebagian masyarakat Banten tertimpa musibah banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor. Berdasarkan pantauan, fasilitas karaoke di ruang Komisi I DPRD Banten tersebut berada tepat di tengah-tengah ruang rapat Komisi I DPRD Banten.

Beberapa kelengkapan peralatan karaoke itu antara lain, televisi layar datar (flat) LCD bermerk Sony dengan ukuran 46 inch, dua speaker aktif, dua DVD player, dan satu equalizer, audio mixer, dan dua microphone dengan nilai Rp 60 juta.  
 
Wakil Ketua Komisi I DPRD Banten Makmun Muzaki, Senin (30/1),  membenarkan adanya fasilitas karaoke tersebut. Namun, Makmun menolak anggapan jika fasilitas tersebut untuk dijadikan hiburan karaoke oleh pimpinan dan anggota Komisi I DPRD Banten.

Makmun berdalih, fasilitas yang ada untuk membantu kinerja Komisi I DPRD Banten. Lebih jauh Makmun berargumentasi bahwa tujuan adanya fasilitas tersebut semata-mata untuk memberikan kenyamanan kepada para tamu yang berkunjung ke Komisi I DPRD Banten.

“Saya sendiri tidak mengingat secara pasti kapan fasilitas itu didatangkan. Namun, yang saya tahu fasilitas itu sudah ada sejak tahun 2011 lalu,” ujar politisi PPP yang mencalonkan diri sebagai wakil gubernur berpasangan dengan Jazuli Juwaini, pada pemilihan kepala daerah (pilkada) Banten, 22 Oktober 2011 lalu itu.

Makmun juga mengungkapkan bahwa pembelian fasilitas karaoke tersebut tidak menggunakan dana APBD Banten, tetapi merupakan hasil iuran dari pimpinan dan anggota Komisi I DPRD Banten.

“Saya kira pembelian fasilitas di ruang kerja Komisi I tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan. Tidak perlu dibesar-besarkan karena tidak ada yang salah dari penyediaan fasilitas karaoke. Itu semua dibeli dari hasil iuran pimpinan dan anggota Komisi I DPRD Banten, jadi bukan dari APBD," ujarnya.

Setali tiga uang dengan Makmun, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten Upiadi mengatakan, fasilitas karaoke di ruang Komisi I DPRD Banten tersebut merupakan hasil iuran para anggota.

“Fasilitas itu tidak mungkin ditiadakan, karena bukan didanai dari APBD Banten,” ujarnya dengan penuh bangga.

Ketua DPRD Banten Aeng Chaerudin mengatakan, fasilitas karaoke tersebut bukan diadakan oleh DPRD Banten secara kelembagaan. Namun anggaran tersebut dari hasil patungan setiap anggota di Komisi I.

Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Banten Aris Hudjijono mengatakan, BK tidak bisa mengeluarkan sanksi.

“Jika keberadaan fasilitas karaoke tersebut tidak mengganggu kinerja sebagai anggota DPRD, kami tidak memiliki dasar untuk memberikan sanksi. Bagi kami keberadaan fasilitas itu tidak masalah jika tidak mengganggu pekerjaan," kata Aris. N

amun Aris berpendapat keberadaan fasilitas karaoke di gedung dewan sangatlah tidak etis. “Saya secara pribadi menilai keberadaan fasilitas karaoke tersebut sangatlah tidak etis. Apalagi sebagai wakil rakyat, hal seperti itu sebenarnya harus dihindari,” ujarnya. [149]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN