SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Mei 2013
Pencarian Arsip

Keluarga Mantan Gubernur DKI Bertahan Hidup dengan Uang Pensiun Rp 830.000
Sabtu, 11 Agustus 2012 | 11:14

Evie Mamesa, istri mantan Gubernur DKI Henk Ngantung Evie Mamesa, istri mantan Gubernur DKI Henk Ngantung

[JAKARTA] Rumah itu mungkin mewah pada zamannya, namun kini terlihat tak terurus. Sebuah ruangan yang disebut ruang menerima tamu terkunci rapat. Melongok ke dalamnya melalui kaca, terlihat beberapa kursi yang ditempatkan tak beraturan. Langit-langitnya bolong-bolong di beberapa bagian.  

Pemandangan tak jauh berbeda  terjadi di ruangan lain yang disebut pemiliknya sebagai kamar tidur. Langit-langit yang bocor coba ditambal dengan plastik. Namun, di beberapa bagian, terlihat bercak bekas rembesan air yang menandakan jika hujan turun airnya tetap menetes membasahi kamar. Selain TV 14 inch, tak ada barang mewah di kamar maupun di rumah itu.  

Rumah yang didominasi cat putih itu terletak di sebuah gang sempit bernama Gang Jambu, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur. Pemilik rumah ini, Evie Mamesa menuturkan, sejak 1970 atau lebih dari 40 tahun lalu, dia tinggal di rumah itu. Sejak sang suami wafat pada 1991, wanita berusia 73 tahun itu, menetap ditemani tiga anjing peliharaannya di rumah dengan luas lahan 2.440 meter persegi tersebut.  

"Hanya ini harta peninggalan suami saya. Ketika saya katakan hidup sederhana, benar-benar sederhana bukan?" katanya saat SP temui di kediamannya beberapa waktu lalu.  

Evie mengungkapkan, dia ingin sekali merawat rumah itu, namun tak memiliki uang. Jangankan untuk memperbaiki dan membenahi rumah, untuk hidupnya sehari-hari saja, terkadang dirinya kesulitan. Untuk dapat bertahan hidup, Evie hanya mengandalkan uang pensiun sang suami sebesar Rp 830.000.

Uang sejumlah itu memang tak cukup untuk menyambung hidup zaman sekarang. Jika merasa semakin kepayahan, Evi terpaksa mendatangi Balai Kota Jakarta, bertemu dengan gubernur yang menjabat untuk meminta pertolongan.  

"Untuk bayar listrik dan air saja sudah tidak cukup. Biasanya dibantu sama gubernur. Dari gubernurnya Pak Ali Sadikin, sampai Fauzi Bowo pernah saya datangi," katanya lirih.  

Demikian sepenggal kehidupan Evi Mamesa, istri mantan Gubernur DKI Jakarta, Hendrik Hermanus Joel Ngantung atau yang biasa disapa Henk Ngantung, gubernur kedua setelah terbentuknya Provinsi DKI Jakarta.  

"Dibandingkan dengan mantan gubernur lain, sepertinya hanya saya  keluarga mantan gubernur yang hidupnya sangat sederhana," katanya.  

Meski hidup sederhana, bahkan nyaris kekurangan, Evie mengaku tak khawatir. Para tetangganya dan anak ketiganya, Kamang Ngantung (44) yang tinggal di daerah Cipayung, selalu siap membantu. Dia hanya merasa sedih, karena tak adanya perhatian dari pemerintah daerah atas jasa sang suami.

Jangankan perhatian berupa rumah mewah, atau bentuk materi lainnya, secarik kertas penghargaan atas jasa sang suami sebagai gubernur sekalipun tak pernah diberikan pemerintah.  

Padahal, beberapa monumen penting seperti Tugu Selamat Datang di Bundaran HI, dan lambang Pemprov DKI merupakan buah karya sang suami selama menjabat.

Hanya surat penghargaan dari Komando Strategis Cadangan Angkatan Darat (Kostrad) yang ditandatangani oleh Pangkostrad ketika itu, Mayjen Soeharto satu-satunya penghargaan yang diterima Henk Hantung karena membuat sketsa lambang Kostrad.  

"Saya tak mengharapkan uluran tangan dari yang lain, yang saya harapkan hanyalah perhatian Pemda," ungkapnya menahan kesedihan. [F-5]      




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN