Keluarga 3 TKI Lombok Pertanyakan Alasan Penembakan Pihak Malaysia
Selasa, 1 Mei 2012 | 12:23
Ilutrasi tertembak [google] [MATARAM] Pihak keluarga mempertanyakan alasan
penembakan tiga tenaga kerja Indonesia asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat,
di Negeri Sembilan, Malaysia, pada 22 Maret 2012 yang menyebabkan mereka tewas
mengenaskan.
Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia
(BP3TKI) Mataram Syahrum, Selasa, mengaku pihaknya telah menerima pengaduan
tertulis dari keluarga ketiga orang TKI yang menjadi korban penembakan.
"Isinya, keluarga meminta penjelasan secara detail mengenai alasan dan
prosedur penembakan," katanya.
Berdasarkan surat pengaduan dari keluarga ketiga TKI asal Kabupaten Lombok
Timur itu, BP3TKI Mataram kemudian bersurat ke Keduataan Besar (Kedubes)
Indonesia di Malaysia dengan Nomor B.1878/NBP3TIKI-11/IV/2012, tertanggal 30
April 2012.
"Melalui surat tersebut kami meminta informasi mengenai kronologi
penembakan tiga TKI di Malaysia sebagai tindak lanjut pengaduan keluarga TKI,"
katanya.
Ia mengatakan, pihak keluarga mengaku belum puas dengan penjelasan pejabat
terkait di Malaysia mengenai alasan penembakan yang dilakukan secara sadis.
Karena itu mereka meminta penjelasan mengenai prosedur dan alasan penembakan.
Keluarga dari ketiga TKI asal Lombok Timur masing-masing menyampaikan surat
pengaduan yang intinya meminta penjelasan mengenai prosedur dan alasan
penembakan di Negeri Sembilan Malaysia pada 22 April 2012.
Kendati hasil otopsi jenazah tiga TKI tersebut telah diumumkan secara resmi,
namun pihak keluarga tetap mempertanyakan alasan dan prosedur penembakan
tersebut.
Ketiga TKI yang tewas tertembak di Negeri Sembilan Malaysia pada 22 April 2012
itu adalah Mad Noor (28), warga Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Herman
(34) dan Abdul Kadir Jaelani (25).
Herman dan Jaelani merupakan paman dan keponakan, warga Dusun Pancor Kopong
Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur.
Herman bekerja sebagai buruh bangunan di Mega Five Dev SSDN BGH, Jalan Tuanku
Antan, Seremban, sementara Jaelani sebagai buruh bangunan di Ashami Enterprise,
KG Baru, BT3 Mambau, Lorong Rajawali Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia.
Mad Noor menjadi buruh di perkebunan kelapa sawit di Lot 4302 KG Seremban,
Negeri Sembilan, Malaysia.
Hasil otopsi ulang ketiga jasad TKI asal Lombok Timur itu diumumkan Menteri
Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa di Jakarta, Jumat (27/4) petang, setelah
selesai dilakukan otopsi ketiga jasad TKI itu di Lombok Timur. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Sidang Paripurna DPR Sahkan UU APBN-P 2013
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
Dukung BBM Naik, Partai Koalisi Terancam Tenggelam di Pemilu 2014
DPR Dukung Kenaikkan BBM, Dua Pos Polisi dan Restoran KFC Dibakar Massa
