SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 30 Juli 2014
Pencarian Arsip

Keluarga 3 TKI Lombok Pertanyakan Alasan Penembakan Pihak Malaysia
Selasa, 1 Mei 2012 | 12:23

Ilutrasi tertembak [google] Ilutrasi tertembak [google]

[MATARAM]  Pihak keluarga mempertanyakan alasan penembakan tiga tenaga kerja Indonesia asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, di Negeri Sembilan, Malaysia, pada 22 Maret 2012 yang menyebabkan mereka tewas mengenaskan.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Mataram Syahrum, Selasa, mengaku pihaknya telah menerima pengaduan tertulis dari keluarga ketiga orang TKI yang menjadi korban penembakan.

"Isinya, keluarga meminta penjelasan secara detail mengenai alasan dan prosedur penembakan," katanya.

Berdasarkan surat pengaduan dari keluarga ketiga TKI asal Kabupaten Lombok Timur itu, BP3TKI Mataram kemudian bersurat ke Keduataan Besar (Kedubes) Indonesia di Malaysia dengan Nomor B.1878/NBP3TIKI-11/IV/2012, tertanggal 30 April 2012.

"Melalui surat tersebut kami meminta informasi mengenai kronologi penembakan tiga TKI di Malaysia sebagai tindak lanjut pengaduan keluarga TKI," katanya.

Ia mengatakan, pihak keluarga mengaku belum puas dengan penjelasan pejabat terkait di Malaysia mengenai alasan penembakan yang dilakukan secara sadis. Karena itu mereka meminta penjelasan mengenai prosedur dan alasan penembakan.

Keluarga dari ketiga TKI asal Lombok Timur masing-masing menyampaikan surat pengaduan yang intinya meminta penjelasan mengenai prosedur dan alasan penembakan di Negeri Sembilan Malaysia pada 22 April 2012.

Kendati hasil otopsi jenazah tiga TKI tersebut telah diumumkan secara resmi, namun pihak keluarga tetap mempertanyakan alasan dan prosedur penembakan tersebut.

Ketiga TKI yang tewas tertembak di Negeri Sembilan Malaysia pada 22 April 2012 itu adalah Mad Noor (28), warga Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Herman (34) dan Abdul Kadir Jaelani (25).

Herman dan Jaelani merupakan paman dan keponakan, warga Dusun Pancor Kopong Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur.

Herman bekerja sebagai buruh bangunan di Mega Five Dev SSDN BGH, Jalan Tuanku Antan, Seremban, sementara Jaelani sebagai buruh bangunan di Ashami Enterprise, KG Baru, BT3 Mambau, Lorong Rajawali Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia.

Mad Noor menjadi buruh di perkebunan kelapa sawit di Lot 4302 KG Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia.

Hasil otopsi ulang ketiga jasad TKI asal Lombok Timur itu diumumkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa di Jakarta, Jumat (27/4) petang, setelah selesai dilakukan otopsi ketiga jasad TKI itu di Lombok Timur. [Ant/L-9]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»