SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 Juli 2014
Pencarian Arsip

Kejagung: Penjualan Aset Patal Bekasi, Negara Dirugikan Rp 60 Miliar
Sabtu, 1 Juni 2013 | 6:58

Ilustrasi kasus korupsi [google] Ilustrasi kasus korupsi [google]

[JAKARTA] Kejaksaan Agung (Kejagung) menyidik kasus dugaan korupsi penjualan aset Patal Bekasi tahun 2012 milik perusahaan BUMN, PT Industri Sandang Nusantara (ISN) yang diduga merugikan negara sebesar Rp 60 miliar.

"Berdasarkan hasil penyelidikan kasus dugaan korupsi penjualan aset Patal Bekasi tahun 2012 milik PT ISN ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup tentang dugaan terjadinya korupsi sehingga Kejagung meningkatkannya ke penyidikan," kata Kelapa Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Setia Untung Arimuladi, di Jakarta, Jumat (31/5).

Dalam kasus ini Kejagung menetapkan tiga orang tersangka yakni, Dirut PT ISN Leo Pramuka, Direktur Keuangan PT ISN Widjaja Kresno Brojonegoro, dan Karyawan PT ISN Efrizal.

"Penetapan tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor: Print- 71 s/d 73/F.2/Fd.1/05/2013,tgl 31 Mei 2013," katanya.

Penjualan aset PT ISN tahun 2012 berupa tanah Patal Bekasi seluas 160 ha seharga Rp 160 miliar diduga tidak sesuai dengan prosedur. Kejagung menduga adanya kerugian negara mencapai Rp 60 miliar yang ditimbulkan dari penjualan aset PT ISN itu.

"Untuk sementara dugaan kerugian negara ditaksir kurang lebih Rp 60 miliar. Tim penyidik berjumlah tujuh orang dengan diketuai Andar Perdana selanjutnya menyusun rencana," kata Untung. [E-11]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»