SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 Juli 2014
Pencarian Arsip

Kejagung Didesak Usut Harry Tanoesoedibjo
Jumat, 12 Agustus 2011 | 9:52

Harry Tanoesoedibjo. [Google] Harry Tanoesoedibjo. [Google]

[JAKARTA] Lembaga Swadaya Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa dugaan kejahatan manipulasi pajak yang dilakukan PT Bhakti Investama Tbk serta Harry Tanoesoedibjo selaku Direktur Utama PT Bhakti Investama Tbk dan Group.

Desakan itu disampaikan saat mereka menggelar aksi unjuk rasa di Kejaksaan Agung Jakarta, Kamis (11/8).

Hasil investigasi Maki menemukan ada keganjilan nilai pajak selama kurun waktu 2001 hingga 2009 yang dibayarkan oleh Harry Tanoe Soedibjo. Dikatakan, nilai pajak yang dibayarkan oleh Harry Tanoe adalah sebesar Rp9,37 miliar. Padahal seharusnya, menurut perhitungan MAKI, pajak yang dibayarkan dalam kurun waktu tersebut sebesar Rp 95,9 miliar. Artinya ada kekurangan pembayaran pajak dalam kurun waktu tersebut.

Maki menilai, modus manipulasi pajak itu jelas mengindikasikan kerjasama aparat pajak dengan Harry Tanoesoedibjo pada periode 2001 hingga 2009 karena terdapat hasil yang tidak dilaporkan pada periode tersebut berjumlah hingga Rp. 346,503 miliar.

Angka tersebut jelas menimbulkan kerugian negara karena ada uang yang tidak masuk ke kas negara dari sektor pajak.

Selain itu MAKI menengarai terdapat keterlibatan pemerintah di lingkungan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangang (Bapepam-LK) kementerian Keuangan, guna meluluskan kejahatan korporasi milik Harry Tanoesoedibjo.

Koordinator aksi Suprapto mengatakan, Aksi tersebut merupakan upaya MAKI mempertanyakan disposisi laporan tertanggal 21 Juli 2011. "Penjelasan dari pihak Kejagung yang diwakili oleh Ibnu Firman bahwa berkas laporan sudah diserahkan ke Jaksa Agung dan diserahkan ke Jamintel untuk di tindak lanjuti," kata dia.

Pihak Kejagung, kata dia, berjanji akan melakukannya dalam waktu 12 hari kerja sesuai SOP serta bila diperlukan akan memanggil pihak-pihak terkait baik pelapor atau terlapor.

Dia menegaskan, Maki akan melakukan aksi secara berkala untuk mengawal kasus itu, hingga dieselesaikan dengan tuntas. "Kita akan melakukan aksi kembali sampai laporan kami di proses sampai tuntas," katanya.

Sementara Ibnu Firman mengatakan, informasi yang diberikan oleh Maki harus ditelaah terlebih dahulu oleh Jamintel. Dia mengatakan, pihaknya hanya bertugas memberikan laporan kepada atasan. "Kita hanya meneruskan laporan dalam waktu 12 hari pemeriksaan laporan akan selesai," katanya. [ECS/A-21]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»