Kebakaran Kapal MV Saraswati, Asap Masih Mengepul dari dalam Kapal
Senin, 14 Mei 2012 | 10:42
Ilustrasi kapal terbakar [antara] [MERAK] Kebakaran
yang terjadi pada kapal MV Saraswati, pengangkut batubara untuk kebutuhan
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, Jumat (11/5) lalu hingga Senin (15/5)
masih mengeluarkan asap. Asap tersebut bersumber dari sisa-sisa api dalam kapal
karena tidak berhasil dimatikan oleh dua kapal tandu (Tug Boat) yakni Tug
Boat Gunung Batu dan Tug Boat Gunung Cipala.
Sementara 8 anak buah
kapal (ABK) yang sebelumnya dinyatakan hilang, setelah diselidiki ternyata pada
saat kejadian tidak ada dalam kapal. Sebanyak 3 orang pada saat kejadian sedang
membeli kebutuhan makan minum di Pasar Merak, sementara sisanya pada saat
kejadian sudah turun dari kapal.
“Memang pada saat
kejadian, 8 ABK belum diketahui secara jelas keberadaannya. Namun, setelah
diselidiki lebih lanjut, ternyata 8 ABK tersebut sudah turun dari kapal pada
saat terjadinya kebakaran. Jadi semua ABK sebanyak 35 orang selamat. Namun,
kondisi kapal hingga saat ini masih mengeluarkan asap dari sisa-sisa batubara
yang ada dalam kapal. Dua kapal tandu yang memadamkan api, tidak berhasil
menembus ke dalam kapal karena kapal cukup tinggi,” ujar Direktur Polair Polda
Banten, Kombes Pol Budi Hermawan, Senin (15/5).
Budi menjelaskan,
pihak Direktorat Polair Polda Banten sedang melakukan pemeriksaan terhadap 35
ABK terkait penyebab kebakaran kapal tersebut. “Kami hanya meminta keterangan
mereka sebagai saksi. Sejauh ini belum ada tersangka. Sementara untuk
penyelidikan kondisi kapal belum bisa dilakukan karena masih ada api di dalam
kapal. Kobaran api memang sudah tidak ada, tetapi masih terlihat kepulan asap
dari dalam kapal,” ujarnya.
Untuk diketahui,
kapal pengangkut batubara tersebut terbakar pada saat perjalanan pulang setelah
bongkar muat di PLTU Suralaya. Kapal tersebut sebenarnya hendak bertolak ke
Tiongkok. Namun, pada saat tiba di Pesisir Pantai Pulorida, Kecamatan
Pulomerak, Kota Cilegon, tiba-tiba terjadi kebakaran. Hingga saat ini belum
diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Polair Polda Banten masih melakukan
penyelidikan.
Sementara
itu, Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Kelas I Banten, Baptis Sugiharto
mengatakan, kejadian kebakaran tersebut sering terjadi pada kapal pengangkut
batubara.
Baptis
berjanji pihaknya akan menyelidiki lebih lanjut kejadian ini untuk mengetahui
secara pasti faktor penyebab kebakaran dan kerusakan yang dialami kapal
tersebut. [149]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Huawei Ascend P6, Ponsel Cerdas Paling Tipis di Dunia
Dicecar Soal Pernikahan, Djoko Susilo Gerah
Pemerintah Ajukan Penundaan Amnesti TKI
Nazaruddin Berbisnis dari Penjara
HUT Jakarta ke-486, Tampilkan Ondel-Ondel Versi Modern
Antisipasi Mahasiswa Ngamuk, Kampus Nommensen Diliburkan Selama Sepekan
