SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 20 Juni 2013
Pencarian Arsip

Kebakaran Kapal MV Saraswati, Asap Masih Mengepul dari dalam Kapal
Senin, 14 Mei 2012 | 10:42

Ilustrasi kapal terbakar [antara] Ilustrasi kapal terbakar [antara]

[MERAK] Kebakaran yang terjadi pada kapal MV Saraswati,  pengangkut batubara untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, Jumat (11/5) lalu hingga Senin (15/5) masih mengeluarkan asap. Asap tersebut bersumber dari sisa-sisa api dalam kapal karena tidak berhasil dimatikan oleh dua kapal tandu (Tug Boat)  yakni Tug Boat Gunung Batu dan Tug Boat Gunung Cipala.  

Sementara 8 anak buah kapal (ABK) yang sebelumnya dinyatakan hilang, setelah diselidiki ternyata pada saat kejadian tidak ada dalam kapal. Sebanyak 3 orang pada saat kejadian sedang membeli kebutuhan makan minum di Pasar Merak, sementara sisanya pada saat kejadian sudah turun dari kapal.  

“Memang pada saat kejadian, 8 ABK belum diketahui secara jelas keberadaannya. Namun, setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata 8 ABK tersebut sudah turun dari kapal pada saat terjadinya kebakaran. Jadi semua ABK sebanyak 35 orang selamat. Namun, kondisi kapal hingga saat ini masih mengeluarkan asap dari sisa-sisa batubara yang ada dalam kapal. Dua kapal tandu yang memadamkan api, tidak berhasil menembus ke dalam kapal karena kapal cukup tinggi,” ujar Direktur Polair Polda Banten, Kombes Pol Budi Hermawan, Senin (15/5).  

Budi menjelaskan, pihak Direktorat Polair Polda Banten sedang melakukan pemeriksaan terhadap 35 ABK terkait penyebab kebakaran kapal tersebut. “Kami hanya meminta keterangan mereka sebagai saksi. Sejauh ini belum ada tersangka. Sementara untuk penyelidikan kondisi kapal belum bisa dilakukan karena masih ada api di dalam kapal. Kobaran api memang sudah tidak ada, tetapi masih terlihat kepulan asap dari dalam kapal,” ujarnya.  

Untuk diketahui, kapal pengangkut batubara tersebut terbakar pada saat perjalanan pulang setelah bongkar muat di PLTU Suralaya. Kapal tersebut sebenarnya hendak bertolak ke Tiongkok. Namun, pada saat tiba di Pesisir Pantai Pulorida, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, tiba-tiba terjadi kebakaran. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Polair Polda Banten masih melakukan penyelidikan.  

Sementara itu, Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Kelas I Banten, Baptis Sugiharto mengatakan, kejadian kebakaran tersebut sering terjadi pada kapal pengangkut batubara.   Baptis berjanji pihaknya akan menyelidiki lebih lanjut kejadian ini untuk mengetahui secara pasti faktor penyebab kebakaran  dan kerusakan yang dialami kapal tersebut. [149]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN