KDRT, Freddy Numberi Dilaporkan ke Polisi
Senin, 28 Mei 2012 | 16:28
Freddy Numberi [google] [JAKARTA] Seorang ibu bernama Anne A
Numberi melaporkan suaminya Freddy Numberi, mantan Menteri Perhubungan, kepada
Polda Metro Jaya terkait dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga
(KDRT).
"Jadi sebenarnya kejadian pemukulan pada 29 Mei 2010, saya tidak ungkapkan
karena bapak (Freddy Numberi) masih menjadi menteri," kata Anne di Markas
Polda Metro Jaya, Senin.
Berasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/1775/V/2012/PMJ/Ditreksrim. Umum tertanggal
28 Mei 2012, Anne mengadukan Freddy dengan Pasal 45 Undang-Undang Nomor 23
Tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga.
Anne mendatangi Polda Metro Jaya didampingi pengacara Elza Syarif dan Hotman Paris
Hutapea.
Anne menjelaskan kejadian berawal saat Freddy hendak ikut acara pembukaan
penerbangan Garuda Indonesia ke Eropa pada 29 Mei 2010.
Saat itu, Freddy meminta Anne tidak ikut acara Garuda Indonesia dengan alasan
tidak ada dana untuk biaya akomodasi.
"Padahal saya tahu itu undangan resmi untuk menteri dan keluarga,"
ujar Anne.
Anne menjelaskan keluarga menteri dibiayai pemerintah karena termasuk
perjalanan kedinasan, namun Freddy diduga menyembunyikan paspor milik Anne agar
tidak ikut acara pembukaan penerbangan ke Eropa.
Kemudian, Anne memutuskan untuk mengantarkan Freddy ke bandara, karena diduga
mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2004-2009 itu akan membawa
seorang wanita.
"Saya ditampar tiga kali dan dipukul," ujar Anne.
Saat terjadi pemukulan, Anne berteriak membuat petugas protokol dan seorang
pribadi membantu Anne.
Anne tidak melaporkan pemukulan tersebut kepada pihak kepolisian karena
akhirnya ikut ke Belanda dan meminta maaf kepada Freddy.
Anne mengungkapkan dia janjian bertemuan seorang wanita yang diduga selingkuhan
Freddy berinisial R di rumah dinas Menteri Perhubungan pada sekitar 2010.
Menurut Anne, saat itu R berjanji tidak akan mengganggu hubungan keluarga
Freddy Numberi dan istrinya.
"Dia berjanji tidak akan mengganggu dan sudah pegang Alkitab di depan
saya," tutur Anne.
Sekitar Desember 2011, Anne menemukan bukti pembayaran telepon rumah atas nama
RD bertempat tinggal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Anne menemukan bukti rekening telepon di meja kamar Freddy, setelah ditelusuri
alamat rumah itu tersedia berbagai fasilitas.
Wanita kelahiran 16 Agustus 1948 itu, tidak menceritakan penemuan bukti
rekening pembayaran telepon, karena masih merayakan Hari Natal.
Setelah itu, Anne menanyakan bukti rekening pembayaran telepon kepada Freddy,
namun suaminya itu memukul Anne.
Anne menceritakan dirinya sudah mengarungi rumah tangga dengan Freddy Numberi
selama 38 tahun.
Akibat hubungan yang tidak harmonis, Freddy menggugat cerai Anne di Pengadilan
Agama Jakarta Utara, 29 Februari 2012. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Sidang Paripurna DPR Sahkan UU APBN-P 2013
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
Polisi Menembak Langsung Kerumunan Massa
Dukung BBM Naik, Partai Koalisi Terancam Tenggelam di Pemilu 2014
