Kaukus Parlemen Papua Ingatkan Presiden Jangan Remehkan Masalah Papua
Jumat, 15 Juni 2012 | 19:59
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar (FPG), Paskalis Kossay (kiri) dan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Diaz Gwijangge memberikan keterangan kepada wartawan di DPR RI, Jumat (15/6), terkait pPerkembangan poltik keamanan di Papua akhir-akhir ini. [SP/Charles Ulag] [JAKARTA]
Kaukus Parlemen Papua (KPP) mengingatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) untuk tidak meremehkan masalah yang terjadi di Papua.
Apalagi
menganggap kasus Papua itu kecil dibanding dengan kasus di Timur Tengah.
Pernyataan Presiden itu sangat melukai
hati dan perasaan orang Papua.
Demikian
Ketua KPP Paskalis Kossay dan anggota KPP
Diaz Gwijangge kepada wartawan di Jakarta, Jumat (25/6).
Politisi
Partai Golkar Paskalis mengatakan, sikap
Presiden SBY yang membandingkan kasus Papua dengan Timur Tengah sangat
melecehkan dan melukai hati orang Papua.
Ia pun mengingatkan Presiden bahwa kasus
penembakan di Papua sudah terjadi sejak
lama, dan baru belakangan ini muncul otonomi khusus (Otsus) atau reformasi.
Hasil
Otsus adalah anggaran triliunan rupiah
dikuncurkan untuk Papua.
“Apakah anggaran itu membawa efek untuk kesejahteraan
rakyat Papua? Jawabannya jelas, tidak
berdampak sedikit pun. Rakyat malah menderikta, trauma, dan merasa tidak nyama berada di tanah kelahirannya,” katanya.
Kalau
Presiden menganggap masalah Papua kecil, kenapa kemudian pemrintah mengirim begitu banyak pasukan
TNI/Polri ke Papua? Saat ini, kata dia, rasio jumlah TNI dengan penduduk asli
Papua yakni 9:1 (9 anggota TNI/Polri mengawas 1 orang Papua).
Alasannya
pengiriman pasukan TNI/Polri, kata dia, karena Organisasi Papua Merdeka (OPM) masih berkeliaran.
“Tarik semua pasukan dari
Papua, dan kita mau lihat, apakah penembakan terjadi karena jumlah TNI/Polri
yang berlebihan atau karena ulah OPM,” katanya.
Diaz
Gwijangge menambahkan, penembakan di Papua dilakukan secara sistematis, dan
sudah pada tahap genosida untuk menghabiskan orang Papua. Anak-anak dan perempuan Papua trauma dengan
kejadian penembakan yang terjadi di mana-mana.
Dendam membara akan terus muncul dalam diri
mereka ketika melihat aparat.
“Apa
yang kamu inginkan, semua sudah kami berikan. Semua tambang sudah kamu ambil,
emas kami kamu keruk. Apalagi yang kurang? Kenapa orang kami kamu habisi?”
keluh Diaz yang juga politisi Partai Demokrat. [L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Wah...Ternyata 10% Pengguna Facebook Bukan Manusia?
Sekuel Star Trek Puncaki Box Office
Satu Lagi Teman Wanita Fathanah Kembalikan Uang Ke KPK
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Pesawat Lion JT 0535 Rusak Lagi, Penumpang Kecewa
Pemprov DKI Jakarta Harus Beri Sanksi 16 RS Mundur Dari Program KJS
