SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 21 Mei 2013
Pencarian Arsip

Kaukus Parlemen Papua Ingatkan Presiden Jangan Remehkan Masalah Papua
Jumat, 15 Juni 2012 | 19:59

Anggota DPR RI dari  Fraksi Partai Golkar (FPG), Paskalis Kossay (kiri)  dan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Diaz Gwijangge memberikan keterangan kepada wartawan di DPR RI, Jumat (15/6), terkait pPerkembangan poltik keamanan di Papua akhir-akhir ini. [SP/Charles Ulag] Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar (FPG), Paskalis Kossay (kiri) dan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Diaz Gwijangge memberikan keterangan kepada wartawan di DPR RI, Jumat (15/6), terkait pPerkembangan poltik keamanan di Papua akhir-akhir ini. [SP/Charles Ulag]

[JAKARTA] Kaukus Parlemen Papua (KPP) mengingatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk tidak meremehkan masalah yang terjadi di Papua.  

Apalagi menganggap kasus Papua itu kecil dibanding dengan kasus di Timur Tengah. Pernyataan  Presiden itu sangat melukai hati dan perasaan orang Papua.  

Demikian Ketua KPP  Paskalis Kossay dan anggota KPP Diaz Gwijangge kepada wartawan di Jakarta, Jumat (25/6).  

Politisi Partai Golkar Paskalis mengatakan,  sikap Presiden SBY yang membandingkan kasus Papua dengan Timur Tengah sangat melecehkan dan melukai hati orang Papua. 

Ia pun mengingatkan Presiden bahwa kasus penembakan  di Papua sudah terjadi sejak lama, dan baru belakangan ini muncul otonomi khusus (Otsus) atau  reformasi.   Hasil Otsus adalah  anggaran triliunan rupiah dikuncurkan untuk Papua.

“Apakah anggaran itu membawa efek untuk kesejahteraan rakyat  Papua? Jawabannya jelas, tidak berdampak sedikit pun. Rakyat malah menderikta, trauma, dan merasa tidak  nyama berada di tanah kelahirannya,”  katanya.  

Kalau Presiden menganggap masalah Papua kecil, kenapa kemudian  pemrintah mengirim begitu banyak pasukan TNI/Polri ke Papua? Saat ini, kata dia, rasio jumlah TNI dengan penduduk asli Papua yakni 9:1 (9 anggota TNI/Polri mengawas 1 orang Papua).  

Alasannya pengiriman pasukan TNI/Polri, kata dia, karena Organisasi Papua Merdeka (OPM)  masih berkeliaran.

“Tarik semua pasukan dari Papua, dan kita mau lihat, apakah penembakan terjadi karena jumlah TNI/Polri yang berlebihan atau karena ulah OPM,” katanya.  

Diaz Gwijangge menambahkan, penembakan di Papua dilakukan secara sistematis, dan sudah pada tahap genosida untuk menghabiskan orang Papua.  Anak-anak dan perempuan Papua trauma dengan kejadian penembakan yang terjadi di mana-mana.  

Dendam membara akan terus muncul dalam diri mereka ketika melihat aparat.  

“Apa yang kamu inginkan, semua sudah kami berikan. Semua tambang sudah kamu ambil, emas kami kamu keruk. Apalagi yang kurang? Kenapa orang kami kamu habisi?” keluh Diaz yang juga politisi Partai Demokrat. [L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN