SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 April 2014
Pencarian Arsip

Kasus Perkosaan di India, Korban Meninggal di Singapura
Sabtu, 29 Desember 2012 | 11:07

Ilustrasi korban tewas [google] Ilustrasi korban tewas [google]

[SINGAPURA] Seorang gadis India korban pemerkosaan bergilir di dalam bis meninggal dunia di rumah sakit Mount Elizabeth, Singapura, Sabtu (29/12). Mahasiswa berusia 23 tahun itu menderita luka serius setelah dipukuli dan diperkosa selama hampir satu jam oleh enam orang pria di atas bis di ibukota New Delhi pada 16 Desember lalu.

Rumah sakit Singapura menyatakan korban meninggal setelah mengalami gagal organ yang parah. Dia dipindahkan ke rumah sakit Singapura, Kamis (27/12), setelah menjalani perawatan selama hampir dua minggu di rumah sakit India. “Kami sangat sedih untuk melaporkan bahwa pasien meninggal dalam damai pada pukul 04.45 pada 29 Desember 2012. Keluarganya dan para pejabat dari Komisi Tinggi India berada di sisinya,” kata Kelvin Loh, kepala eksekutif Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura.

Kasus pemerkosaan bergilir telah menimbulkan kemarahan rakyat India. Ribuan warga Delhi telah turun ke jalan menyerukan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah lebih kuat guna memerangi gelombang kekerasan seksual terhadap perempuan di India. Polisi sudah menangkap keenam tersangka, termasuk sopir bis.

Bila terbukti bersalah, para pelaku bisa mendapat hukuman penjara maksimal seumur hidup. Namun, para pengunjuk rasa menilai itu tidak cukup dan menuntut para pelaku dihukum mati. Pihak berwenang India telah mempersiapkan kemungkinan kematian korban dapat memicu protes lebih besar.

Aparat kepolisian dikerahkan di jalan-jalan ibukota, setelah bentrokan antara demonstran dan para pengunjuk rasa yang menyebabkan satu polisi meninggal dan lebih dari 100 orang lainnya luka-luka. Loh menjelaskan, pasien menderita gagal organ menyusul luka serius pada tubuh dan otaknya.

Diutarakannya, korban telah berani memperjuangkan hidupnya begitu lama, tetapi trauma tubuhnya terlalu berat baginya untuk diatasi. Jaringan televisi nasional India NDTV menuliskan pesan berjudul “RIP Putri India.” Sementara channel Times Now menyiarkan berita berjudul “Sang Berani Meninggal Dunia.” Publik India menyebut korban sebagai “Damini” yang dalam bahasa Hindi berarti cahaya. Damini juga sebuah judul film Bollywood tahun 1993 dengan tokoh utama perempuan berjuang bagi seorang pembantu rumah tangga korban kekerasan seksual.

Sejumlah petugas medis India mengkritik keputusan untuk memindahkan korban dari India ke Singapura. Surat kabar India menulis, pihak berwenang, yang berjuang untuk membendung aksi protes nasional atas serangan seksual itu, sangat antusias untuk memindahkan korban ke luar negeri. Seorang dokter, tidak disebutkan namanya dan merupakan bagian dari tim ahli medis korban, menuturkan kepada surat kabar The Hindu.  Mereka ditanyai kemungkinan korban aman dipindahkan, namun usulan itu ditolak.  

Ketua Departemen Transplantasi Organ, Samiran Nudy mengatakan bahwa pemindahan tidak masuk akal. “Saya tidak bisa mengerti mengapa seorang pasien kritis dengan infeksi dalam darah dan tubuh, demam tinggi, dan bergantung pada ventilator dipindahkan,” katanya. [AFP/D-11]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN