Kapolda Sulteng Terkendala Bahasa Redam Bentrokan
Senin, 20 Agustus 2012 | 18:04
Brigjen Pol Dewa Parsana. [Antara] [PALU] Kepala Polda Sulawesi Tengah (Sulteng),
Brigjen Pol Dewa Parsana mengalami kesulitan bahasa daerah saat menenangkan
massa di Kabupaten Sigi yang terlibat bentrok, Senin (20/8).
Saat menghalau massa di Desa Binangga, imbauan Dewa Parsana tak digubris warga
setempat. Bahkan, sejumlah warga
terlihat semakin beringas sehingga sejumlah anggota polisi meminta Dewa Parsana
untuk meninggalkan lokasi bentrok.
Warga sejumlah desa yang terlibat bentrok adalah warga Suku Kaili yang tinggal
di lembah di Palu. Bahkan sebagian di antara mereka tidak mengerti Bahasa
Indonesia.
Dewa Parsana juga tidak mengetahui bahasa Kaili yang digunakan masyarakat
setempat.
Sejumlah polisi akhirnya menarik diri dan mendirikan pos-pos pengamanan untuk
menghindari terjadinya konflik susulan.
Dewa Parsana mengimbau kepada masyarakat untuk tenang dan tidak terpancing
emosi agar tidak menjadi korban bentrok.
Beberapa saat kemudian, Wakil Bupati Sigi Livingstone Sango juga hadir untuk menenangkan
warga desa yang terlibat bentrok.
Livingstone menyerahkan sepenuhnya pengamanan kepada kepolisian agar bentrok
tidak meluas.
Bentrok di Kecamatan Marawola awalnya melibatkan warga Desa Padende dan Desa
Binangga yang terjadi pada Senin dini hari.
Warga terlibat bentrok memprsenjatai dirinya dengan tombak, parang, panah, bom
molotov, dan senjata api rakitan.
Bentrok akhirnya meluas dan melibatkan sejumah warga desa tetangga untuk
membantu rekannya.
Akibat bentrok itu, lima rumah warga dibakar massa, dan seorang meninggal dunia
karena mengalami luka bacok di sekujur tubuhnya.
Saat ini terdapat 310 personel TNI dan Polri yang bersiaga di sekitar lokasi
bentrok guna mengantisipasi bentrok susulan.
Sejumlah konsentrasi massa saat ini masih terlihat di pinggir jalan
Palu-Bangga. [Ant/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Sekuel Star Trek Puncaki Box Office
Pesawat Lion JT 0535 Rusak Lagi, Penumpang Kecewa
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Aiptu Sitorus Resmi Ditahan Di Rutan Bareskrim
BBM Mahal, Eropa Beralih Ke Energi Angin
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Hun Sen dan Fidel Ramos Tiba Di Makassar
Dahlan: Gaji Outsourcing 10% Di Atas UMP
Pemprov DKI Jakarta Harus Beri Sanksi 16 RS Mundur Dari Program KJS
