SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 23 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Kapolda Maluku: Bom Ambon Berbahan Peledak Sumbu
Selasa, 27 September 2011 | 16:26

Tim Gegana Polda Maluku mengamankan bom bahan peledak sumbu yang dibuang dua pengendara motor di depan Gereja Anugerah Karpan Kecamatan Sirimau kota Ambon Senin (26/9) malam. (Foto: SP/Vonny Litamahuputty) Tim Gegana Polda Maluku mengamankan bom bahan peledak sumbu yang dibuang dua pengendara motor di depan Gereja Anugerah Karpan Kecamatan Sirimau kota Ambon Senin (26/9) malam. (Foto: SP/Vonny Litamahuputty)

[AMBON] Tiga bom yang ditemukan di Ambon pada Senin (26/9) adalah bahan peledak sumbu dengan daya ledak rendah. Aksi teror bom ini bisa saja terkait dengan aksi bom bunuh diri di Soloa pada Minggu (25/9).

“Walau demikian pelaku bisa dari dalam dan bisa dari luar, kita perlu pembuktian,” kata Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Maluku Birgjen Polisi Syarief Gunawan di Pelataran Gong Perdamaian Ambon Selasa (27/9).

Polisi saat ini melakukan penyidikan guna mengusut pelaku kendati terkait teror Bom di Ambon Senin (27/9), belum ada yang dicurigai sebagai pelaku, kata Syarief Gunawan.

Tiga bahan peledak tersebut masing-masing ditemukan di trotoar Jalan Raya Pattimura, depan Gereja Anugerah Karang Panjang (Karpan) Ambon dan di Karpan Bawah seluruh ditemukan di kecamatan Sirimau Kota Ambon pada Senin (26/9).

Hingga saat ini aparat masih melakukan penyelidikan. Belum ada yang dicurigai namun hal teknis dikatakan tidak perlu saya disampaikan.

Ada yang ingin warga Ambon terganggu. Jaga ketahanan kita, karena mereka berusaha buat masyarakat panik. “Tujuan mereka masyarakat panik, aparat panik, semuanya panik,” kata Syarief.

Sementara itu terkait pelaku kerusuhan dua pekan lalu dikatakan, tim selama ini telah bekerja dan tetap berjalan. Polisi bekerja sambil melihat situasi kebathinan masyarakat dan dilakukan secara internal.

Sejumlah saksi juga telah diperiksa, bahkan sejumlah  barang bukti juga telah dikumpulkan. Satu saat jika kondisi benar-benar kondusif kami akan melakukan langkah-langkah hukum selanjutnya. “Jelas masyarakat butuh kepastian, ada korban ada kerugian makanya masyarakat menuntut siapa yang bertanggungjawab,” kata Syarief.

Namun untuk saat ini kami masih berusaha melihat suasana ini kondusif. Soal kasus tukang ojek sudah dilakukan penyelidikan, suda ada tim asistensi, bagaimana perkembangannya, yang jelas situasinya bisa berjalan. Tiap hari harus kita laporkan perkembangan. Hasilnya sudah ada arah dan kemajuan, tapi belum bisa ditindaklanjuti dalam situasi seperti ini. [156]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»