SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 24 September 2014
Pencarian Arsip

Kapolda: Kematian Fransisca Yofie Murni Kriminal
Kamis, 15 Agustus 2013 | 12:19

Fransisca Yovie [google] Fransisca Yovie [google]

[JAKARTA] Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Suhardi Alius mengatakan, insiden kematian Fransisca (Sisca) Yofie tidak ada yang bisa ditutupi adalah murni tindak kriminal dengan motif perampokan.  

Menurut Kapolda, hasil penyidikan kasus tersebut sesuai fakta dan keterangan saksi, sampai Kamis (15/8), telah ditetapkan dua tersangka, yakni Wawan dan Ade. Proses pemeriksaan kedua pelaku berlangsung secara fair dan transparan.  

Kedua tersangka saat wawancara dengan pers di Polda Jabar juga mengaku semua perbuatannya dari awal kejadian menghabisi korban. Menurut pelaku, karena Sisca berontak, tubuh korban diseret dan rambutnya dipotong dengan golok karena terjepit di rantai motor.

Tubuh Sisca ditemukan tewas mengenaskan di Jalan Cipedes RT 07 RW 01, Sukajadi, Bandung, pekan lalu.  

Sedangkan tentang Kompol AEB, anggota Humas Polda Jabar, kata Kapolda, adalah benar ada hubungan khusus (diduga hubungan asmara) dengan korban.  “Namun berdasarkan pemeriksaan Propam Polda Jabarm tidak ditemukan adanya fakta keterlibatan perwira Polri tersebut dalam kasus kriminal Sisca,” kata Kapolda, yang dihubungi SP, Kamis.  

 Orang nomor satu di Polda Jabar itu mengatakan, kasus kematian Sisca harus dipisahkan terkait hubungan dengan Kompol AEB. Sebab, pemeriksaan perwira polisi tersebut sampai saat ini tidak ditemukan bukti terkait kematian Sisca, namun petugas menemukan beberapa bukti hubungan khusus Kompol AEB dengan almarhumah.  

Di satu sisi, Kompol AEB saat ini sudah berkeluarga atau punya istri, sehingga wajar diberikan sanksi administrasi terhadap perwira Polri yang melanggar kode etik tersebut.  

“Kompol AEB sudah diperiksa dalam kasus kematian Sisca tidak ada bukti, namun terkait hubungan khusus petugas menemukan beberapa bukti. Jika Kompol AEB berbohong saya yakin nanti akan terbongkar juga. Era sekarang ini kemajuan IT sulit hindari fakta. Demikian dalam proses penyelidikan kasus Sisca wajar sudah tidak ada yang bisa disembunyikan karena sejak awal penyelidikan sampai penetapan dua tersangka tersebut sesuai fakta,” kata Suhardi. 

 Sementara itu, Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Agus Rianto mengatakan, sampai saat ini belum menemukan indikasi pembunuhan berencana dalam kasus Sisca Yofie.  

Menurut Agus, tersangka Wawan dan Ade dijerat Pasal 365 ayat 4 karena terlibat pencurian dengan kekerasan mengakibatkan kematian terhadap korban. [G-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»