Kapal Pengangkut Batubara Terbakar di Perairan Merak
Sabtu, 12 Mei 2012 | 8:56
Ilustrasi kapal terbakar [antara] [MERAK] Kapal
tongkang yang mengangkut batubara untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap
(PLTU) Suralaya, terbakar setelah bongkar muat di PLTU Suralaya.
Kapal tersebut baru
meninggalkan PLTU Suralaya dan hendak bertolak ke Tiongkok. Kapal tersebut
tiba-tiba terbakar di Pesisir Pulorida, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon,
Banten, Jumat (11/5) sekitar pukul 16.00 WIB.
Berdasarkan
keterangan yang dihimpun, dari 35 orang penumpang yang dilaporkan berada di
atas kapal pada saat kebakaran terjadi, delapan di antaranya belum diketahui
keberadaannya.
Kobaran api yang
begitu besar pada kapal tersebut menyulitkan petugas untuk memadamkan api
hingga di bagian dalam kapal.
Pihak TNI dari Pangkalan
Angkatan Laut (Lanal) Banten dan Polair Polda Banten mencoba mengerahkan Tug
Boat Gunung Batu dan Tug Boat Gunung Cipala untuk memadamkan api, namun tidak
bisa menjangkau bagian dalam kapal.
Direktur Polair Polda
Banten, Kombes Pol Budi Hermawan mengatakan api di kapal MV. Saraswati sulit
dipadamkan karena ukuran kapal cukup tinggi.
Berdasarkan data
sementara dari pihak Lanal Banten, dalam kapal tersebut terdapat 35 anak buah
kapal (ABK). Namun menjelang petang 27 ABK berhasil diselamatkan. Namun delapan
orang ABK lainnya belum diketahui keberadaannya.
Kapal MV. Saraswati
terbakar setelah selesai menurunkan batubara untuk PLTU Suralaya.
Menurut nahkoda
kapal, Sudarma Arfan, kapal berbendera Indonesia itu semula akan kembali
bertolak ke Tiongkok untuk mengambil batubara.
“Sejauh ini belum
diketahui secara pasti penyebab terjadinya kebakaran kapal tersebut. Namun,
kemungkinan sementara, kebakaran tersebut terjadi akibat hubung pendek arus
listrik di bagian kabel alkon yakni alat penyedot air,” ujar Sudarma.
Sementara
itu, Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Kelas I Banten, Baptis Sugiharto
mengatakan, kejadian kebakaran tersebut sering terjadi pada kapal pengangkut
batubara.
Baptis
berjanji, pihaknya akan menyelidiki lebih lanjut kejadian ini untuk mengetahui
secara pasti faktor penyebab kebakaran dan kerusakan yang dialami kapal
tersebut. "Kami tidak bisa menaksir kerugian, karena belum melakukan
penyelidikan,” katanya. [149]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Inilah 45 Perempuan Penerima Duit Fathanah
