SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Mei 2013
Pencarian Arsip

Kapal Pengangkut Batubara Terbakar di Perairan Merak
Sabtu, 12 Mei 2012 | 8:56

Ilustrasi kapal terbakar [antara] Ilustrasi kapal terbakar [antara]

[MERAK] Kapal tongkang yang mengangkut batubara untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, terbakar setelah bongkar muat di PLTU Suralaya.

Kapal tersebut baru meninggalkan PLTU Suralaya dan hendak bertolak ke Tiongkok. Kapal tersebut tiba-tiba terbakar di Pesisir Pulorida, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten, Jumat (11/5) sekitar pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, dari 35 orang penumpang yang dilaporkan berada di atas kapal pada saat kebakaran terjadi, delapan di antaranya belum diketahui keberadaannya. Kobaran api yang begitu besar pada kapal tersebut menyulitkan petugas untuk memadamkan api hingga di bagian dalam kapal.

Pihak TNI dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Banten dan Polair Polda Banten mencoba mengerahkan Tug Boat Gunung Batu dan Tug Boat Gunung Cipala untuk memadamkan api, namun tidak bisa menjangkau bagian dalam kapal.

Direktur Polair Polda Banten, Kombes Pol Budi Hermawan mengatakan api di kapal MV. Saraswati sulit dipadamkan karena ukuran kapal cukup tinggi.

Berdasarkan data sementara dari pihak Lanal Banten, dalam kapal tersebut terdapat 35 anak buah kapal (ABK). Namun menjelang petang 27 ABK berhasil diselamatkan. Namun delapan orang ABK lainnya belum diketahui keberadaannya.

Kapal MV. Saraswati terbakar setelah selesai menurunkan batubara untuk PLTU Suralaya.  

Menurut nahkoda kapal, Sudarma Arfan, kapal berbendera Indonesia itu semula akan kembali bertolak ke Tiongkok untuk mengambil batubara.

“Sejauh ini belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kebakaran kapal tersebut. Namun, kemungkinan sementara, kebakaran tersebut terjadi akibat hubung pendek arus listrik di bagian kabel alkon yakni alat penyedot air,” ujar Sudarma.

Sementara itu, Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Kelas I Banten, Baptis Sugiharto mengatakan, kejadian kebakaran tersebut sering terjadi pada kapal pengangkut batubara.

Baptis berjanji, pihaknya akan menyelidiki lebih lanjut kejadian ini untuk mengetahui secara pasti faktor penyebab kebakaran  dan kerusakan yang dialami kapal tersebut. "Kami tidak bisa menaksir kerugian, karena belum melakukan penyelidikan,” katanya. [149]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN