Kapal Pengangkut Batubara Tenggelam di Perairan Merak
Senin, 21 Mei 2012 | 5:44
Ilustrasi kapal terbakar [antara] [MERAK] Kapal
pengangkut batubara, bernama MV Saraswati, yang terbakar di Perairan Merak,
tepatnya di Pantai Pulorida sepekan lalu, akhirnya tenggelam di Tanjung
Kahal, Kecamatan Pulomerak.
Kapal yang terbakar setelah membongkar
batubara di Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya beberapa waktu lalu
itu, akhirnya tenggelam di kedalaman 35 meter, setelah air pemadam kebakaran menggenang
di ruang mesin.
Berdasarkan informasi
yang dihimpun, kapal tersebut tenggelam karena air yang digunakan
untuk memadamkan api saat kebakaran belum disedot keluar, sehingga air
menggenang di palka dan kamar mesin.
Tenggelamnya kapal
ini dikhawatirkan akan mencemari Perairan Merak akibat oli dan solar yang
berasal dari kapal tersebut.
Dikatakan, keberadaan oli dan solar tersebut bisa
mematikan biota laut.
Karena itu, untuk
mencegah terjadinya pencemaran laut di Perairan Merak, pihak Kantor
Administrtor Pelabuhan (Adpel) Kelas I Banten dan Kepolisian Air (Polair)
Polda Banten telah berkoordinasi untuk mempersiapkan peralatan oil boom.
Alat ini, akan
mengumpulkan tumpahan minyak sehingga tidak mencemari laut.
Kepala Bagian
Pembinaan Operasi Direktorat Polair Polda Banten AKBP Pepen S, Minggu
(20/5) mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Adpel
Banten, untuk mempersiapkan alat pengumpul tumpahan minyak.
“Kami sudah
mempersiapkan alat, sebagai antisipasi jika tanki solar bocor. Sebab hal itu,
bisa merusak habitat di laut,” ujarnya.
Dia mengatakan,
Polair Polda Banten akan terus mengawasi perkembangan kapal yang
tenggelam itu. Jika terlihat terjadi pencemaran, maka akan segera diatasi.
Sementara itu, Kepala
Adpel Kelas I Banten Baptis Sugiharto menjelaskan pihaknya telah menyiapkan
Kapal Trisula di Pelabuhan Indah Kiat Merak, untuk membawa oil boom, jika terjadi kebocoran
solar di sekitar lokasi tenggelamnya KM Saraswati.
“Jika terjadi laut tercemar
oleh bahan bakar kapal, kami sudah menyiapkan alat, untuk mengumpulkan minyak
tersebut,” katanya.
Baptis juga
menjelaskan, telah berkoordinasi dengan PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk selaku
pemilik kapal tersebut, untuk menjaga kemungkinan akan tenggelamnya kapal KM
Saraswati. Namun pihak perusahaan telah menyerahkan sepenuhnya kepada
perusahaan asuransi kapal yang tenggelam itu.
“Kami sudah sampaikan, kapal
tersebut untuk segera disandarkan, namun menurut pemilik kapal, perusahaan
asuransi yang akan melakukan evakuasi,” ujarnya.
Untuk diketahui,
kapal pengangkut batubara tersebut terbakar pada saat perjalanan pulang setelah
bongkar muat di PLTU Suralaya, Jumat (11/5) lalu.
Kapal tersebut sebenarnya
hendak bertolak ke Tiongkok. Namun, pada saat tiba di Pesisir Pantai Pulorida,
Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, tiba-tiba terjadi kebakaran.
Tidak ada
korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Sebanyak 35 anak buah kapal (ABK),
semuanya selamat. [149]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Inilah 45 Perempuan Penerima Duit Fathanah
