SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 20 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Kapal Kargo Tenggelam di Perairan Sabang
Jumat, 3 Agustus 2012 | 9:55

Ilustrasi kapal tenggelam [AP] Ilustrasi kapal tenggelam [AP]

[BANDA ACEH] Sebuah kapal kargo KM Artika yang berawak kapal 11 orang dengan membawa 250 ton baras beras dan barang rempah-rempah ke Sabang, Kamis (2/8) pukul 18.15 kemarin tenggelam diperairan Sabang, pada lokasi sejarak 15 mil dari daratan, upaya pencarian kapal berserta awaknya mesih terus dilakukan sejak, Kamis malam hingga, Jumat (3/8) pagi namun belum ada satupun korban yang berhasil ditemukan.

Pemilik Barang H Hamdani kepada wartawan, Kamis (2/8) malam menyebutkan dia sebelumnya mendapat laporan dari Kapten Kapal bahwa kapal berkapasitas 199 GT yang  membawa beras dari Malaysia telah berangkat menuju Sabang Pulau Weh, tetapi menjelang malam kemarin dia mendapat kabar kapar bocor dihaantam ombak besar dalam perjalanan, dan setelah ditelpon lagi ke kapten kapal sudah tidak tersambung lagi. Kemudian dia minta awak boat di Sabang untuk menelusuri ke laut, ternyata mendapat kabar kapal telah tenggelam, menyusul tenggelamnya kapal kargo bersama 11 awak kapal tim sar terus melakukan upaya pencarian korban, hingga pagi ini belum membuahkan hasil.

Ketua Rapi Banda Aceh Taf Haikal mengatakan kapal kargo yang membawa gula itu tenggelam dikawasan perairan Sabang, kapal itu milik pengusaha asal Tanjung Balai Medan Sumatera Utara, kapal itu tenggelam akibat bocor dan angin kencang saat berangkat dari Malaysia menuju Sabang, Aceh. Relawan RAPI lain Firman, mengatakan kapal tenggelam diperkirakan pukul 17.00 WIB, sebab sebelum hilang kontak pukul 17.00 WIB, anak buah kapal KM Artika yang berjumlah 11 orang itu sempat menghubungi tim Search and Rescue Aceh untuk meminta pertolongan.

Saat kapal mengalami kebocoran, posisi kapal berada persis di perairan Lampanah, Aceh Besar. Kapal naas itu merupakan jenis kapal kayu yang membawa 350 ton beras dan dua ton bawang Dari informasi, dua tim pencari langsung menuju ke titik kontak terakhir dengan awak kapal. Kedua tim tersebut yaitu satu tim yang bergerak dari perairan Ie Meule (Sabang) menuju perairan Laweueng dan satu tim lagi bergerak dari Balohan, Sabang, yang bergabung dengan tim Imigrasi menuju titik yang sama. Begitu juga dengaan, tim Polisi Airud  hingga saat ini masih melakukan upaya pencarian terhadap nakhoda dan ABK KM Artika. (147)  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»