Kapal Basarnas Terbakar dan Tenggelam di Tenau Kupang
Selasa, 21 Agustus 2012 | 9:40
Ilustrasi kapal tenggelam [AP] [KUPANG]
Kapal basarnas RB 2100 milik kantor SAR Kupang Provinsi Nusa Tenggara
Timur (NTT) terbakar habis dan akhirnya tenggelam di Pelabuhan Tenau
Kupang,
Minggu (19/8) pagi.
Kapal
sepanjang 35 meter dan lebar tujuh meter dengan gross tonase 90 ini
terbuat dari bahan fiber itu habis terbakar tanpa mendapat pertolongan
karena
tiada alat pemadam kebakaran.
Sebelumnya
kapal tersebut bersandar di pelabuhan navigasi Kupang, namun pada hari
Minggu (19/8/2012) pagi sekitar pukul 05.00 Wita, kapal tersebut
mengalami
korslet dan mulai terbakar.
Seperti disampaikan oleh
Kepala Seksi (kasie) Kesatuan Penjagaan Laut dan
Pantai (KPLP) Adpel Kupang, Welhelmus Dami yang ditemui di pelabuhan
Tenau Kupang sekitar mengungkapkan awalnya kapal tersebut sandar di
pelabuhan navigasi dan ada lima kru yang bertugas
pada saat kejadian yakni yakni Kepala Kamar Mesin (KKM), Suprianto
Ridwan, Robi R Hegi (Mualim 1), Masinis II, Jhoni Balu, Hasan (Juru Mudi
Jaga ) dan Arman (oiler)
Menurut Welhelmus Dami, dari lima orang kru, ada dua orang yang berjaga dan tiga lainnya sementara sholat.
Sebelumnya, kata Welhelmus, ada
dua unit kapal pandu Anoman milik Pelindo III Kupang dan kapal
patroli PolAir yang membantu membuat pusaran air di sekeliling kapal
tersebut agar kapal basarnas tidak menuju ke kapal lainnya yang
sementara berlabuh.
Kapal ini tenggelam pukul 08.35 dengan posisi koordinat lintang 10 derajat - 12.640 " dan bujur 123 derajat - 30,793".
Menurut
Kepala KP3L, Iptu Benediktus Min menambahkan,
belum mengetahui secara pasti kejadian tersebut namun kejadiannya
sekitar setengah lima pagi dan pada saat kejadian ada dari kapal pemandu
yang berusaha untuk meliuk- liuk
di air laut agar ada pusaran sehingga tidak merapat ke kapal lainnya.
"Kita
mau berikan bantuan pun sulit karena tidak ada sarana dan prasarasana
seperti peralatan pemadam kebakaran," ujar Iptu Benediktus.
Mengenai
bantuan untuk memadamkan api dari kapal tersebut, Welhelmus Dami
mengakui kalau mereka juga mengalami kekurangan fasilitas terutama kapal
yang
bisa padamkan api di tengah luat
"Kita
ada satu kapal tetapi baru selesai dari Pulau Ndana karena ada tugas di
sana untuk kegiatan upacara bendera. Tetapi dilihat dari kondisi kapal
yang terbakar, agak sulit untuk diselamatkan karena badan kapal
terbakar semuanya," jelasnya.
Seperti
disaksikan wartawan dari kejauhan sekitar pukul 07.40 wita ada kapal
yang membantu pemadaman api yakni kapal patroli KPLP KNP 340 milik
kantor
Kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan Tenau namun tidak berhasil.
(YOS).
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Gadis Remaja Diperkosa 5 Anggota Geng Motor
Inilah 45 Perempuan Penerima Duit Fathanah
Uskup Agung Semarang Keberatan Fotonya Digunakan Kampanye Pasangan Hadi-Don
