SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Mei 2013
Pencarian Arsip

Kapal Basarnas Terbakar dan Tenggelam di Tenau Kupang
Selasa, 21 Agustus 2012 | 9:40

Ilustrasi kapal tenggelam [AP] Ilustrasi kapal tenggelam [AP]

[KUPANG] Kapal basarnas RB 2100 milik kantor SAR Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terbakar habis dan akhirnya tenggelam di Pelabuhan Tenau Kupang, Minggu (19/8) pagi.  

Kapal sepanjang 35 meter dan lebar tujuh meter dengan gross tonase 90 ini terbuat dari bahan fiber itu habis terbakar tanpa mendapat pertolongan karena tiada alat pemadam kebakaran.  

Sebelumnya kapal tersebut bersandar di pelabuhan navigasi Kupang, namun pada hari Minggu (19/8/2012) pagi sekitar pukul 05.00 Wita, kapal tersebut mengalami korslet dan mulai terbakar.  

Seperti disampaikan oleh  Kepala Seksi (kasie) Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Adpel Kupang, Welhelmus Dami yang ditemui di pelabuhan Tenau Kupang sekitar mengungkapkan awalnya kapal tersebut sandar di pelabuhan navigasi dan ada lima kru yang bertugas pada saat kejadian yakni yakni Kepala Kamar Mesin (KKM), Suprianto Ridwan, Robi R Hegi (Mualim 1), Masinis II, Jhoni Balu, Hasan (Juru Mudi Jaga ) dan Arman (oiler)  

Menurut Welhelmus Dami, dari lima orang kru, ada dua orang yang berjaga dan tiga lainnya sementara sholat.   Sebelumnya, kata Welhelmus, ada  dua unit kapal pandu Anoman milik Pelindo III Kupang dan kapal patroli PolAir yang membantu membuat pusaran air di sekeliling kapal tersebut agar kapal basarnas tidak menuju ke kapal lainnya yang sementara berlabuh.   Kapal ini tenggelam pukul 08.35 dengan posisi koordinat lintang 10 derajat - 12.640 " dan bujur 123 derajat - 30,793".  

Menurut  Kepala KP3L, Iptu Benediktus Min menambahkan, belum mengetahui secara pasti kejadian tersebut namun kejadiannya sekitar setengah lima pagi dan pada saat kejadian ada dari kapal pemandu yang berusaha untuk meliuk- liuk  di air laut agar ada pusaran sehingga tidak merapat ke kapal lainnya.  

"Kita mau berikan bantuan pun sulit karena tidak ada sarana dan prasarasana seperti peralatan pemadam kebakaran," ujar Iptu Benediktus.  

Mengenai bantuan untuk memadamkan api dari kapal tersebut, Welhelmus Dami mengakui kalau mereka juga mengalami kekurangan fasilitas terutama kapal yang bisa padamkan api di tengah luat   "Kita ada satu kapal tetapi baru selesai dari Pulau Ndana karena ada tugas di sana untuk kegiatan upacara bendera. Tetapi dilihat dari kondisi kapal yang terbakar, agak sulit untuk diselamatkan karena badan kapal terbakar semuanya," jelasnya.  

Seperti disaksikan wartawan dari kejauhan sekitar pukul 07.40 wita ada kapal yang membantu pemadaman api yakni kapal patroli KPLP KNP 340 milik kantor Kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan Tenau namun tidak berhasil.  (YOS).  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN