SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 1 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Kampung Iklim Untuk Adaptasi Perubahan Iklim
Sabtu, 1 Juni 2013 | 7:02

Ilustrasi dampak perubahan iklim [google] Ilustrasi dampak perubahan iklim [google]

[JAKARTA] Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mendorong dan mengapresiasi sejumlah program mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim, salah satunya program kampung iklim (proklim).  

Hal ini didasari bahwa dampak nyata perubahan iklim semakin dirasakan masyarakat. Meskipun fakta perubahan iklim masih menjadi perdebatan, namun dari pengamatan yang dilakukan di sejumlah tempat terjadi kenaikan temperatur suhu udara dan permukaan air laut.  

Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim KLH Arief Yuwono mengapresiasi kampung atau desa yang punya langkah-langkah konkrit untuk merespon alam sekitar dan melakukannya secara operasional di lapangan terhadap perubahan iklim.  

"Meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer menunjukan perubahan iklim global terjadi. Kampung iklim sudah mampu melakukan langkah-langkah adaptasi dan mitigasi bahkan sudah menghitungkan gas rumah kacanya," katanya di sela-sela Pekan Lingkungan Indonesia di Jakarta Convention Center, Jumat (31/5).  

Saat ini lanjut Arief, Proklim sudah menyentuh 1.000 kampung iklim. Proklim adalah program apresiasi KLH untuk kampung atau desa yang melakukan adaptasi dan mitigasi berdasarkan kearifan lingkungan.  

Selain itu, masih dalam upaya meningkatkan kesadaran dan sosialisasi dampak perubahan iklim, KLH bersama swasta akan mengadakan sekolah perubahan iklim. Sekolah seperti layaknya pelatihan ini dilakukan di Rumah Perubahan, Jatiranggon, Bekasi.  

Di kawasan seluas lima hektar itu peserta bisa belajar dan menginap selama beberapa hari. Arief menjelaskan peserta sekolah perubahan iklim, tidak terbatas entah itu pemerintah daerah, Chief Executive Officer perusahaan, civil society, swasta maupun perguruan tinggi.  

"Di sekolah ini mau mempertemukan banyak narasumber dengan pelaku-pelaku yang mau mengubah dunia," ucapnya.  

Para peserta sekolah perubahan iklim akan mendapatkan berbagai informasi seputar lingkungan dan perubahan iklim dari para tokoh seperti Emil Salim, Sarwono Kusumaatmadja dan Rachmat Witoelar.  

Arief memperkirakan minggu kedua Juni, sekolah perubahan iklim sudah memulai aktivitasnya. [R-15]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!