Kadhafi Minta Rakyat Libia Turun ke Jalan
Jumat, 7 Oktober 2011 | 10:04
Moamer Kadhafi [google] [TRIPOLI] Bekas pemimpin Libia, Moamer Kadhafi menyerukan kepada seluruh rakyat Libia untuk turun ke jalan-jalan guna melawan para pemimpin sementara negara itu.
Permintaan Kadhafi itu disampaikan melalui pesean audio yang ditayangkan televisi Arrai yang bermarkas di Suriah pada Kamis (6/10). Pesan itu muncul pada saat pertempuran antara pasukan anti Kadhafi dengan para loyalis Kadhafi terus terjadi di Kota Sirte, kampung asal Kadhafi.
Kolonel Kadhafi dan juru bicaranya secara teratur memanfaatkan Arrai TV untuk menyampaikan pesannya sejak Kadhafi terusir dari Tripoli, ibukota Libia, oleh pasukan Dewan Transisi Nasional atau National Transitional Council (NTC) pada 23 Agustus silam. Pidato terakhir Kadhafi ditayang Arrai TV pada 23 September lalu.
Sayangnya, kualitas rekaman yang ditanyangkan Arrai TV pada Kamis (6/10) itu tidak terlalu bagus sehingga tidak jelas. Tetapi yang pasti dikatakan Kadhafi adalah, "Saya menyerukan kepada rakyat Libia, pria dan wanita untuk keluar rumah dan pergi ke lapangan dan jalan-jalan di seluruh kota Libia dalam jumlah jutaan orang."
"Pergilah secara damai, hati-hati, bangkit, pergi ke jalan-jalan, kibarkan bendar hijau kita ke langit. Jangan takut terhadap siapa pun. Anda adalah manusia. Anda punya hak. Anda adalah orang yang berhak atas negara ini," serunya lebih lanjut.
Kadhafi juga mempertanyakan legitimasi para pemimpin sementara Libia dari NTC. "Bagaimana legitimasi mereka? Apakah rakyat Libia memilih mereka? Apakah rakyat Libia mengakui mereka," tanya kolonel nyentrik yang berkuasa selama 42 tahun sebelum dijatuhkan itu.
Dia melanjutkan, "Kepada mereka yang mengakui dewan ini, bersiaplah untuk pembentukan dewan transisional yang dibentuk negara-negara barat untuk mengganti Anda satu demi satu mulai dari sekarang."
Sejak terusir dari Tripoli, Kadhafi belum juga tertangkap. Bahkan ada spekulasi bahwa pria yang didampingi oleh para pengawal perempuan cantik itu masih sempat muncul di Bani Walid, Sirte, Sabha dan di sejumlah daerah lainnya di Libia Selatan. Tetapi tidak ada konfirmasi dimana dia kini berada.
Sementara itu, gempuran terhadap pendukung Kadhafi di Sirte yang terletak 225 kilometer sebelah timur Tripoli masih terus terjadi. Ini adalah basis terakhir dari para loyalis Kadhafi. [BBC/A-21]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
