Jokowi Masuk Nominasi 25 Besar Wali Kota Terbaik di Dunia
Senin, 25 Juni 2012 | 11:08
Joko Widodo alias Jokowi [metrotv] [SOLO] Masuknya Wali Kota Solo, Joko Widodo sebagai nominator wali
kota terbaik di dunia dinilai sebagai pengakuan sekaligus legitimasi atas keberhasilan
kepemimpinannya. Pengakuan tersebut merupakan hal yang positif bagi Kota
Solo. Dunia internasional telah memberikan perhatian terhadap Kota Solo. Meski
demikian, masyarakat diharapkan tetap kritis terhadap Jokowi yang sudah dinilai
berhasil memimpin Solo selama tujuh tahun terakhir ini.
Demikian rangkuman pendapat dari akademisi Universitas Sebelas
Maret (UNS) Solo berkaitan dengan hasil survei online pemilihan wali kota terbaik di dunia yang diadakan lembaga
nirlaba The City Mayors Foundation.
“Nomisasi sebagai wali kota terbaik itu merupakan bentuk pengakuan
sekaligus legitimasi keberhasilan kepemimpinan Jokowi. Secara umum
masyarakat Kota Solo sudah mengakui keberhasilan itu, salah satunya saat
pemilihan kepala daerah (pilkada) periode kedua yang 90 persen lebih memilih
kembali Jokowi,” kata Didik G Suharto, staf pengajar Administrasi Negara
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS)
Solo kepada SP, Senin (25/6) pagi di
Solo.
Pengamat birokrasi pemerintahan dari UNS Solo, Rutiana Dwi
Wahyuningsih juga mengatakan bahwa tidak ada yang meragukan pencapaian Jokowi
dalam memimpin Kota Solo. “Tetapi saya berharap masyarakat tetap kritis, karena
jika tidak maka akan terjebak pengagungan yang berlebihan dan itu tidak baik
buat Jokowi maupun Kota Solo secara keseluruhan,” ujarnya.
Jokowi, sebagai wali kota di Indonesia, yang melaju sendirian
masuk nominasi 25 besar kandidat wali kota terbaik dunia yang digelar The City
Mayors Foundation. Sebelumnya, dalam
nominasi 70 besar kandidat wali kota terbaik, masih tercatat beberapa wali kota
di Indonesia seperti Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan Gubernur Sulawesi
Selatan, Syahrul Yasin Limpo. Namun, dalam rilis yang dikeluarkan The City
Mayors Foundation, Senin (18/6), tinggal
Jokowi yang kini menjadi calon gubernur DKI Jakarta yang tersisa.
Di dalam situsnya, www.worldmayor.com, lembaga nirlaba yang berbasis
di London tersebut, menjadikan Jokowi sebagai satu-satunya wali kota dari
Indonesia bersama dengan empat Wali Kota Telaviv, Israel, Wali Kota Angeles
City, Filipina, Wali Kota Changwon, Korea Selatan dan Wali Kota Ankara, Turki
sebagai wakil Benua Asia.
Rutiana yang juga pengajar di FISIP UNS ini mengatakan prestasi
Jokowi yang utama dalam pandangannya adalah kemampuannya untuk
mengomunikasikan kebijakannya yang visioner. Kehendak memajukan dan
menyejahterakan masyarakat bukan sebatas kemauan pribadi tetapi menjadi
kehendak kolektif melalui prinsip partisipasi. Jokowi membuka ruang
keterlibatan masyarakat.
“Manajemen modern diterapkan dalam kepemerintahan,” ujarnya.
Didik dan Rutiana menambahkan, penilaian dari lembaga nirlaba itu
harus dibuka ke publik. Hal itu penting agar bisa masyarakat mengetahui
parameter atau kriteria penilaian yang menempatkan Jokowi sebagai lima wali
kota terbaik di benua Asia. “Publik harus mengetahui bagaimana penilaian dan
parameter yang menempatkan Jokowi sebagai salah wali kota terbaik di dunia,”
kata Didik.
Diminta tanggapannya tentang hal ini , Jokowi mengaku tidak memikirkannya.
Dia bahkan tidak pernah mengetahui jika tidak diberitahu oleh salah satu
anggota tim sukses Gubernur DKI Jakarta. Menurut Jokowi, dirinya juga tidak
terkejut. "Rasanya biasa saja karena sudah biasa mendapat penghargaan
seperti itu," kata Jokowi.
Menurut politisi PDI Perjuangan ini, dia tidak mengikuti
perkembangan penilaian penghargaan tersebut yang rutin diberikan sejak tahun
2004 tersebut. Meski demikian dia mengakui prestasi menjadi wali kota terbaik
di dunia tersebut akan menjadi prestasi tersendiri untuk dalam posisinya
sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. “Ini bisa dijadikan modal kampanye Calon
Gubernur DKI Jakarta," katanya.
“Penghargaan itu merupakan suatu kehormatan dan tanggung
jawab yang harus dijalani. Saya akan
tetap akan mempertahankan kehormatan tersebut, dan tidak akan terlena. Ini
merupakan tanggung jawab yang harus saya jalani,” katanya kepada SP, Minggu
(24/6) malam di Jakarta.
Selain harus mengalahkan empat wali kota dari Asia, Jokowi juga
harus bersaing dengan wali kota dari benua lainnya. Tercatat ada lima wali kota
dari Amerika Utara, empat wali kota dari Amerika Latin, tujuh wali kota dari
Eropa, dua wali kota dari Australasia, dan dua wali kota dari Afrika. Penilaian
sebagai wali kota terbaik di dunia tersebut dilakukan dengan survei online. Pemberi suara diminta untuk
memberi dukungan disertai dengan alasan memilih kandidat. [IMR/M-16]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Aiptu Labora Sitorus Mesin ATM Perwira Polisi Papua Hingga Mabes?
Fathanah Perkenalkan Satu Lagi Istilah Korupsi
Fathanah Ajak Maharani Berhubungan Intim
Kayak Menteri Saja, Luthfi Hasan Janjikan Penambahan Kuota Impor Sapi
Jangan Sampai Stasiun Tujuan Terlewat
Ahmad Fathanah Akui Curi Dokumen KPK
Dilaporkan Ke KPK, Bibit Waluyo Tanggapi Santai
Gadis ABG Diperkosa Pamannya Sendiri
