Jokowi: Jangan Sampai Ada Kartu Sehat Platinum
Jumat, 29 Juni 2012 | 16:31
Pasangan Jokowi dan Ahok [google] [JAKARTA] Calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berharap jangan sampai ada
Kartu Sehat Platinum untuk warga DKI Jakarta.
"Tipe emas untuk warga yang masuk kategori miskin dan perak untuk semua
warga, dan jangan sampai ada tipe platinum di DKI Jakarta," kata Jokowi
usai berdialog langsung dengan warga Kampung Sawah, Gandaria Selatan, Jakarta
Selatan, Jumat.
Selama ini dikampanyekan oleh pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur
DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, program Kartu Sehat hanya
memiliki dua tipe, yakni emas dan perak.
Menurut Jokowi, kartu platinum adalah untuk orang yang sangat miskin dengan
pendapatan di bawah satu dolar atau bahkan tidak berpenghasilan sama sekali
berdasarkan kategori kemiskinan berdasarkan "Millenium Development
Goals" yang dicanangkan PBB.
"Semakin tinggi jenis kartunya, prioritasnya juga makin tinggi bagi warga
miskin, jadi kalau 'gold' untuk orang miskin, platinum itu untuk orang sangat
miskin yang sama sekali tak sanggup membayar pelayanan kesehatan, bahkan untuk
hidup sehari-hari juga tidak ada," katanya.
Karena itu Jokowi dan Basuki membuat program Kartu Sehat bersinergi dengan
Kartu Pintar (kartu bebas biaya pendidikan untuk warga DKI Jakarta usia sekolah
dasar hingga sekolah menengah atas) karena menurut mereka, kesehatan dan
pendidikan adalah kebutuhan dasar masyarakat.
Jokowi mengatakan pendidikan dan kesehatan adalah dua hal yang saling berkaitan
dan sama-sama menentukan tingkat kualitas hidup masyarakat.
"Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin mudah mendapatkan
penghasilan yang layak. Semakin sehat sebuah masyarakat, semakin tinggi
kualitas hidupnya," katanya.
Calon gubernur DKI yang berada dalam masa cuti dari jabatannya sebagai Wali
Kota Solo itu menambahkan, Jakarta sebagai ibu kota negara harus menjadi contoh
dalam memberikan akses pelayanan publik bagi masyarakat sehingga tidak boleh
ada tipe warga platinum atau warga sangat miskin.
Mengenai perbedaan Kartu Sehat tipe emas dan perak, Jokowi mengatakan yang
membedakan adalah prioritas dan biaya yang ditanggung pemerintah.
"Tipe 'gold' semua gratis, kalau 'silver' ada beberapa yang tidak
ditanggung pemerintah, seperti kacamata dan alat bantu dengar," katanya.
Jokowi menambahkan Kartu Sehat akan dibuat atas nama masing-masing anggota
keluarga, bukan hanya kepala keluarga, sehingga menjadi jelas dan mudah
pengurusannya serta akan berlaku di semua instansi pelayanan kesehatan di DKI
Jakarta, baik milik pemerintah maupun swasta.
"Kartu Sehat ini untuk semua warga, bahkan kalau yang kaya dan nggak malu
pun boleh mendaftar, nanti dapat yang 'silver'," katanya.
Jakarta akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah pada 11 Juli 2012. Ada enam
pasang calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bersaing untuk memperebutkan
kursi Jakarta satu.
Calon-calon tersebut adalah Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (nomor urut 1), Hendardji
Supandji-Ahmad Riza (2), Joko Widodo- Basuki Tjahaja (3), Hidayat Nur
Wahid-Didik J. Rachbini (4), Faisal Basri-Biem Benyamin (5), dan Alex
Noerdin-Nono Sampono (6).
Masa kampanye akan berlangsung selama dua minggu mulai 24 Juni hingga 7 Juli
2012. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Huawei Ascend P6, Ponsel Cerdas Paling Tipis di Dunia
Pemerintah Ajukan Penundaan Amnesti TKI
Dicecar Soal Pernikahan, Djoko Susilo Gerah
