Jokowi Diprediksi Ungguli Foke di Putaran 2
Kamis, 13 September 2012 | 18:33
Pasangan Jokowi-Ahok [republika] [JAKARTA]- Hasil survei Indo Barometer memprediksi pasangan
Jokowi-Ahok akan kembali unggul atas pasangan Fauzi Bowo-Nara dalam Pilkada DKI
Jakarta putaran kedua pada 20 September 2012.
"Prediksi ini didasarkan atas hasil survei Kompas yang
dirilis Kamis," kata Direktur Indo Barometer M Qodari di Jakarta, Kamis
(13/9).
Dalam analisis itu menyebutkan, hasil survei tersebut menunjukkan keunggulan
tipis sementara Jokowi-Ahok atas Foke-Nara.
Keunggulan tersebut, menurut
pengamat politik sekaligus surveyor itu, dapat dilihat setidaknya dari dua
aspek.
Pertama, keunggulan elektabilitas Jokowi-Ahok yang
diperkirakan mencapai 45,13 persen atas elektabilitas Foke-Nara yang hanya
37,53 persen.
"Angka ini saya proyeksikan dari persentase pilihan
pada Jokowi-Ahok dan Foke-Nara di putaran pertama, dikalikan persentase pemilih
loyal, ditambah persentase suara tambahan dari pendukung calon yang tidak lolos
ke putaran, seperti hasil survei Kompas,"
kata Qodari.
Aspek kedua, kata Qodari, adalah data sikap positif dan
penilaian kemampuan masyarakat terhadap Jokowi-Ahok yang lebih tinggi daripada
Foke-Nara. Jokowi-Ahok unggul di semua strata masyarakat walaupun lebih besar
di kalangan menengah atas.
"Ini dilihat dari hasil survei bahwa kalangan
masyarakat berpendidikan tinggi menilai kemampuan Foke-Nara lebih tinggi dari
Jokowi-Ahok hanya 15 persen, Jokowi-Ahok lebih tinggi (45 persen) dan sama
besar (40 persen)," katanya.
Kalangan berpendidikan menengah juga menilai kemampuan
Foke-Nara lebih tinggi dari Jokowi-Ahok hanya 25 persen, yang menyebut
Jokowi-Ahok lebih tinggi (34 persen) dan sama saja (41 persen). Sementara
kalangan berpendidikan rendah juga melihat kemampuan Foke-Nara lebih tinggi
hanya 26 persen, yang melihat Jokowi Ahok lebih tinggi (35 persen) dan sama
saja (39 persen).
"Namun hati-hati, perubahan politik masih mungkin terjadi.
Hal ini mengingat jumlah yang belum menentukan pilihan masih besar, yakni 17,34
persen," katanya.
Qodari menambahkan, kalau tingkat golput yang mencapai 36,38
persen pada putaran pertama menurun karena salah satu calon berhasil
memobilisasi pendukungnya, maka perubahan yang signifikan bisa terjadi.
"Kemampuan menggerakkan basis suara menjadi salah satu faktor kemenangan
pada putaran kedua nanti," ujar Qodari yang lembaganya akan
menyelenggarakan "quick count" Pilgub DKI pada 20 September.
Survei yang telah dilakukan harian ibu kota itu menyebutkan
bahwa pemilih Foke-Nara yang akan tetap memilih mereka sebesar 84 persen.
Sebanyak 6 persen akan beralih ke Jokowi-Ahok dan 10 persen belum jelas. Adapun
pemilih Jokowi-Ahok yang akan tetap memilih mereka sebanyak 85 persen.
Berpindah ke Foke-Nara (8 persen) dan belum jelas (7 persen).
Sementara pemilih calon lain di putaran pertama, pada
putaran kedua yang akan memilih Foke-Nara sebesar 38 persen. Memilih
Jokowi-Ahok (38 persen) dan belum jelas (24 persen). [Ant/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Inilah 45 Perempuan Penerima Duit Fathanah
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
