Jelang Putaran II Pilpres Prancis, Sarkozy-Hollande Berdebat Sengit
Jumat, 4 Mei 2012 | 11:56
Presiden Prancis dan kandidat Presiden Prancis dari Partai Persatuan Gerakan Populer (UMP) untuk pemilihan presiden 2012, Nicolas Sarkozy (kanan) tampil dalam acara TV "Le Grand Jurnal" yang diselenggarakan TV Prancis Canal+ di Paris, Kamis (3/5) [AFP]
[PARIS] Kandidat presiden incumbent Prancis Nicolas Sarkozy
dan kandidat presiden dari Partai Sosialis, Francois Hollande, menghadiri malam
debat pemilihan presiden disiarkan televisi nasional, Rabu (2/5), menjelang pemilihan
presiden putaran kedua pada 6 Mei mendatang.
Sarkozy dan Hollande terlibat dalam perdebatan sengit
diwarnai tuduhan kebohongan, fitnah, dan arogansi terhadap masing-masing
pribadi, terkait kebijakan ekonomi sosial Prancis.
Hollande menyerang Sarkozy karena mendukung orang kaya untuk
kepuasan diri. Dia menuduh Sarkozy berusaha menggunakan kambing hitam untuk
menyalahkan siapa pun, kecuali dirinya sendiri atas semua masalah Prancis,
terutama untuk pertumbuhan ekonomi rendah dan tingkat pengangguran tinggi. Hollande juga mengecam reformasi pajak di
bawah Sarkozy, yang dilihat oposisi kiri sebagai terlalu ramah terhadap orang
miskin.
“Mengatakan bahwa kami menawarkan hadiah kepada orang kaya
adalah fitnah, itu bohong,” bantah Sarkozy.
Kampanye pilpres Prancis sebagian besar berfokus pada
isu-isu domestik, seperti ekonomi lemah, imigrasi, dan integrasi Muslim
Prancis. Hasil pilpres Prancis sangat penting bagi bangsa Prancis dan komunitas
internasional dikarenakan Prancis merupakan mesin ekonomi utama Eropa, ditengah
krisis utang zona euro.
Sarkozy mengatakan Prancis perlu melakukan lebih banyak
pemotongan pengeluaran dan utang. Sementara Hollande lebih memilih program
stimulus didanai pemerintah.
Hollande menyerukan persatuan nasional dan keadilan sosial.
Dia berulang kali menggunakan salah satu kata-kata slogan kampanye “bersatu”
untuk menyindir Sarkozy “pemecah belah”.
“Saya akan melindungi anak-anak Republik dan anda, anda
melindungi mereka yang paling istimewa,” kata Hollande kepada Sarkozy, yang
merespon bahwa dirinya tidak mencintai orang kaya.
Perdebatan berlangsung selama hampir tiga jam, dengan dua
moderator televisi tak berkutik ketika Sarkozy dan Hollande saling bertukar
penghinaan dan interupsi. Sarkozy mengecam kritik terhadap dirinya, terutama
mengenai cara dirinya menangani perekonomian. Sarkozy menyerang balik dengan
mengatakan Hollande tidak memiliki pengalaman pemerintahan.
Masalah lain yang menjadi sorotan dalam kampanye presiden
Prancis adalah isu imigran. Baik Sosialis dan konservatif berusaha mencari cara
untuk memikat pemilih sayap kanan anti-imigran. Sarkozy mengecam mereka
membandingkannya dengan kolaborasi NAZI Prancis karena retorika kampanye keras
terhadap imigran. Hollande dan Sarkozy memiliki sikap sama terkait pelayanan
khusus untuk komunitas Muslim Prancis.
Sarkozy menolak memberikan menu “halal” atau fasilitas kolam
terpisah antara pria dan wanita untuk memenuhi permintaan umat Muslim. Dia juga
menegaskan akan mendukung larangan cadar menutupi wajah.
Hollande dan Sarkozy akan menghadapi pilpres putaran kedua
pada 6 Mei mendatang. Francois Hollande telah berhasil mengalahkan Sarkozy
dalam pemilihan umum presiden putaran pertama Prancis, Minggu (22/4). Hollande
berhasil meraih 28,4 persen dan Sarkozy 27 persen, sementara posisi ketiga
dipegang oleh Marine Le Pen dengan meraih 18,3 persen.
Sebuah jajak pendapat dari tiga lembaga survei Ipsos, CSA,
dan IFOP menunjukkan Hollande diperkirakan akan memenangi pilpres putaran kedua
6 Mei. Dari hasil jajak pendapat itu juga menunjukkan kegelisahan warga Prancis
terkait lapangan pekerjaan dan pendapatan pribadi. [AP/AFP/D-11]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Inilah 45 Perempuan Penerima Duit Fathanah
