Jaring Capres, NasDem Gelar Konvensi
Rabu, 23 Mei 2012 | 16:20
Boni Hargens [google] [JAKARTA] Partai NasDem, sebagai
partai baru yang prospektif perlu melakukan konvensi calon presiden (capres) melalui
pemilu pendahuluan, seperti yang dilakukan di Amerika Serikat (AS).
Pengamat politik dari Universitas
Indonesia (UI) Boni Hargens kepada pers di Jakarta, Rabu (23/5), mengatakan, ide konvensi capres melalui pemilu pendahuluan
seperti di AS mestinya diambil oleh partai baru yang prospektif seperti NasDem.
“Primary
election adalah tradisi Amerika Serikat (AS) yang menarik. Sebuah model
demokrasi deliberatif, dimana pertimbangan publik dibutuhkan sebelum partai
menentukan siapa capres dalam pilpres,” katanya.
Dijelaskan, primary election biasanya dimulai di negara bagian Iowa, dan selalu
dimulai pada hari selasa sehingga disebut Super
Tuesday.
Pemilihan pendahuluan
selalu mencerminkan pemilihan yang sesungguhnya, ketika para kandidat dari dua
partai besar di AS bertarung dalam pilpres.
Keuntungan dari sistem ini, kata Boni, rakyat menentukan sendiri capresnya.
Deliberasi
publik benar-benar optimal. Keuntungan lain, sportivitas dalam menerima hasil
pemilu cukup terjamin, karena kedua capres dari dua partai ditentukan
berdasarkan kehendak mayoritas
rakyat.
Boni mengakui, isu konvensi ini sudah ada di tubuh Partai Demokrat. “Tapi kan
Partai Demokrat sudah selesai, dengan gagalnya Pemerintahan Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY), korupsi di teras elitenya, dan lain-lain, yang membuat Partai Demokrat
bukan begawan lagi,” katanya.
Partai Demokrat sama sekali tidak
seksi lagi. Bahkan partai tersebut bisa mati muda. Partai-partai tua lain, termasuk
partai menengah baru seperti PKS, juga tidak memiliki kinerja yang begitu
spektakuler, sehingga tidak pantas mengusung isu modern seperti pemilihan
pendahuluan tersebut.
“NasDem harus merebut peluang itu,
memulai sebuah pendidikan politik yang modern, melakukan gebrakan yang seksi,
karena ia partai baru yang masih bening dan sudah jelas mendapat dukungan
publik, seperti terlihat dalam hasil survei bberapa lembaga selama ini. Apalagi
tubuh NasDem banyak kader muda yang cerdas dan memiliki track record bagus,” katanya.
Fokus Konsolidasi
Sementara itu, pengamat politik dari
Indo Barometer, M Qodari mengatakan, sebelum menuju ke konvensi seperti yang
dibuat AS, hal utama yang dilakukan
NasDem adalah konsolidasi internal.
“Ini pekerjaan rumah yang harus
dilakukan NasDem, yakni konsolidasi internal, membesarkan partai, memperkuat
organisasi dan meningkatkan elektabilitas. Kalau sudah besar, maka akan dengan
sendirinya para capres datang dan siap mengikuti konvensi,” katanya.
Dijelaskan, selama ini, hanya ada dua
partai yang menggelar konvensi yakni Partai Golkar pada tahun 2004 dan PBR menjelang 2009. Perbedaannya, ketika Partai
Golkar menggelar konvensi, banyak tokoh kelas berat yang melamar. Sedangkan PBR, nyaris tidak ada pelamar.
“Ini fakta yang harus jadi
pertimbangan bagi Partai NasDem jika ada
gagasan membuat konvensi. Tetapi yang pasti gagasan ini masih jauh, dan yang
urgen saat ini adalah konsolidasi internal, penuhi berbaga persyaratan pemilu
dan sebagainya. Partai NasDem harus
menjadi partai tiga besar,” katanya. [L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Wah...Ternyata 10% Pengguna Facebook Bukan Manusia?
Sekuel Star Trek Puncaki Box Office
Satu Lagi Teman Wanita Fathanah Kembalikan Uang Ke KPK
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Joe Taslim Raih Adegan Mahal di Fast and Furious 6
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Pemprov DKI Jakarta Harus Beri Sanksi 16 RS Mundur Dari Program KJS
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
