SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 21 Mei 2013
Pencarian Arsip

Jaring Capres, NasDem Gelar Konvensi
Rabu, 23 Mei 2012 | 16:20

Boni Hargens [google] Boni Hargens [google]

[JAKARTA] Partai NasDem, sebagai partai baru yang prospektif perlu melakukan  konvensi calon presiden (capres) melalui pemilu pendahuluan, seperti yang dilakukan di Amerika Serikat (AS).

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens kepada pers di Jakarta, Rabu (23/5), mengatakan,  ide konvensi capres melalui pemilu pendahuluan seperti di AS mestinya diambil oleh partai baru yang prospektif seperti NasDem.

Primary election adalah tradisi Amerika Serikat (AS) yang menarik. Sebuah model demokrasi deliberatif, dimana pertimbangan publik dibutuhkan sebelum partai menentukan siapa capres dalam pilpres,” katanya.

Dijelaskan, primary election biasanya dimulai di negara bagian Iowa, dan selalu dimulai pada hari selasa sehingga disebut Super Tuesday.  

Pemilihan pendahuluan selalu mencerminkan pemilihan yang sesungguhnya, ketika para kandidat dari dua partai besar di AS bertarung dalam pilpres. Keuntungan dari sistem ini,  kata Boni, rakyat  menentukan sendiri capresnya.

Deliberasi publik benar-benar optimal. Keuntungan lain, sportivitas dalam menerima hasil pemilu cukup terjamin, karena kedua capres dari dua partai ditentukan berdasarkan kehendak mayoritas  rakyat. 

Boni mengakui, isu konvensi ini  sudah ada di tubuh Partai Demokrat.  “Tapi kan Partai Demokrat sudah selesai, dengan gagalnya Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), korupsi di teras elitenya, dan lain-lain, yang membuat Partai Demokrat bukan begawan lagi,” katanya.

Partai Demokrat sama sekali tidak seksi lagi. Bahkan partai tersebut bisa mati muda. Partai-partai tua lain, termasuk partai menengah baru seperti PKS, juga tidak memiliki kinerja yang begitu spektakuler, sehingga tidak pantas mengusung isu modern seperti pemilihan pendahuluan tersebut.

“NasDem harus merebut peluang itu, memulai sebuah pendidikan politik yang modern, melakukan gebrakan yang seksi, karena ia partai baru yang masih bening dan sudah jelas mendapat dukungan publik, seperti terlihat dalam hasil survei bberapa lembaga selama ini. Apalagi tubuh NasDem banyak kader muda yang cerdas dan memiliki track record bagus,” katanya.  

Fokus Konsolidasi

Sementara itu, pengamat politik dari Indo Barometer, M Qodari mengatakan, sebelum menuju ke konvensi seperti yang dibuat AS,  hal utama yang dilakukan NasDem adalah konsolidasi internal.

“Ini pekerjaan rumah yang harus dilakukan NasDem, yakni konsolidasi internal, membesarkan partai, memperkuat organisasi dan meningkatkan elektabilitas. Kalau sudah besar, maka akan dengan sendirinya para capres datang dan siap mengikuti konvensi,” katanya.

Dijelaskan, selama ini, hanya ada dua partai yang menggelar konvensi yakni Partai Golkar pada tahun 2004 dan PBR  menjelang 2009. Perbedaannya, ketika Partai Golkar menggelar konvensi, banyak tokoh kelas berat yang melamar.  Sedangkan PBR, nyaris tidak ada pelamar.

“Ini fakta yang harus jadi pertimbangan bagi Partai NasDem  jika ada gagasan membuat konvensi. Tetapi yang pasti gagasan ini masih jauh, dan yang urgen saat ini adalah konsolidasi internal, penuhi berbaga persyaratan pemilu dan sebagainya. Partai NasDem  harus menjadi partai tiga besar,” katanya. [L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN