Jangan Berakhir di Si Cantik Angie
Sabtu, 28 April 2012 | 9:12
[antara] [MEDAN]
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (Marak), Agus Yohanes mengingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar terus mengembangkan
penanganan kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet, sehingga penahanan tidak
hanya terhenti pada politisi dari Partai Demokrat, Angelina Sondakh.
KPK harus mengusut
semua pihak yang terlibat, termasuk keterkaitan pimpinan dan anggota Banggar
DPR RI, lembaga anti korupsi ini juga diminta mengusut keterkaitan Anas
Urbaningrum.
"Ini
merupakan tugas berat dari KPK, apakah berani mengusut kasus ini sampai tuntas
atau penanganan kasus terhenti sampai di Angelina Sondakh. Penetapan
status sebagai tersangka dan penahanan terhadap Angelina Sondakh membuktikan
adanya korupsi dan suap-menyuap. Artinya, masih banyak keterlibatan dari
pihak lain dalam kasus korupsi tersebut," ujarAgus Yohanes kepada SP, Sabtu (28/4).
Menurutnya,
tidak ada alasan bagi lembaga anti korupsi itu bila tidak melakukan
pengembangan dalam menangani kasus itu.
Sebab, penanganan kasus korupsi yang
melibatkan elit Partai Demokrat (PD) tersebut menjadi dasar KPK memberantas
korupsi.
KPK tidak
perlu takut untuk memproses petinggi elite politik jika memang terkait dalam
kasus korupsi pembangunan wisma atlet tersebut.
"Masyarakat
banyak yang pesimis terhadap KPK dalam menangani kasus itu. Ini juga harus
dijadikan cambuk oleh KPK untyuk lebih berani lagi menyentuh petinggi partai
yang terlibat korupsi. Kasus ini sudah tidak dapat ditutup - tutupi lagi.
Penahanan terhadap Angelina Sondakh ini pun sebenarnya sudah tergolong lambat,
dan bisa mengaburkan penanganan kasus korupsi itu," sebutnya. [155]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Wah...Ternyata 10% Pengguna Facebook Bukan Manusia?
Sekuel Star Trek Puncaki Box Office
Satu Lagi Teman Wanita Fathanah Kembalikan Uang Ke KPK
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Joe Taslim Raih Adegan Mahal di Fast and Furious 6
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Pemprov DKI Jakarta Harus Beri Sanksi 16 RS Mundur Dari Program KJS
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
