SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 21 Mei 2013
Pencarian Arsip

Jangan Berakhir di Si Cantik Angie
Sabtu, 28 April 2012 | 9:12

[antara] [antara]

[MEDAN] Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (Marak), Agus Yohanes mengingatkan  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar terus mengembangkan penanganan kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet, sehingga penahanan tidak hanya terhenti pada politisi dari Partai Demokrat, Angelina Sondakh.  
KPK harus mengusut semua pihak yang terlibat, termasuk keterkaitan pimpinan dan anggota Banggar DPR RI, lembaga anti korupsi ini juga diminta mengusut keterkaitan Anas Urbaningrum.  

"Ini merupakan tugas berat dari KPK, apakah berani mengusut kasus ini sampai tuntas atau penanganan kasus terhenti sampai di Angelina Sondakh. Penetapan  status sebagai tersangka dan penahanan terhadap Angelina Sondakh membuktikan adanya korupsi dan suap-menyuap. Artinya, masih banyak keterlibatan dari pihak lain dalam kasus korupsi tersebut," ujarAgus Yohanes kepada SP, Sabtu (28/4).  

Menurutnya, tidak ada alasan bagi lembaga anti korupsi itu bila tidak melakukan pengembangan dalam menangani kasus itu.

Sebab, penanganan kasus korupsi yang melibatkan elit Partai Demokrat (PD) tersebut menjadi dasar KPK memberantas korupsi.  

KPK tidak perlu takut untuk memproses petinggi elite politik jika memang terkait dalam kasus korupsi pembangunan wisma atlet tersebut.  

"Masyarakat banyak yang pesimis terhadap KPK dalam menangani kasus itu. Ini juga harus dijadikan cambuk oleh KPK untyuk lebih berani lagi menyentuh petinggi partai yang terlibat korupsi. Kasus ini sudah tidak dapat ditutup - tutupi lagi. Penahanan terhadap Angelina Sondakh ini pun sebenarnya sudah tergolong lambat, dan bisa mengaburkan penanganan kasus korupsi itu," sebutnya. [155]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN