SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 22 September 2014
Pencarian Arsip

Jamwas Perintahkan Aswas Periksa Kasus Tahanan Kabur
Rabu, 25 Mei 2011 | 9:52

Marwan Effendy Marwan Effendy

[JAKARTA] Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Marwan Effendy mengaku telah memerintahkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Barat untuk menugaskan Asisten Pengawasan (Aswas) Kejari Jakarta Barat untuk memeriksa terkait kasus kaburnya tahanan kasus narkotika bernama Rahmat bin Anyar yang hendak disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat pada 18 Mei 2011 lalu.

"Saya akan meminta Aswas melakukan pemeriksaan profesional terkait kaburnya Rahmat. Untuk itu, saya sudah perintahkan Kajari Jakarta Barat (Danny Kadnezar)," kata Marwan, Selasa (24/5) malam.

Menurut Marwan, pemeriksaan tersebut diperlukan karena ada dugaan kelalaian yang dilakukan oleh jaksa yang mengakibatkan kaburnya Rahmat dalam ruang sidang saat menunggu untuk disidangkan.

"Jika saya melihat sepintas peristiwa tersebut, terlihat ada kelalaian dari jaksa. Tersangka kasus narkotika tersebut belum disidang tetapi sudah dibawa ke ruang sidang," ungkap Marwan.

Marwan menegaskan, jaksa memiliki peranan dalam proses mengambil tahanan dari ruang tahanan pengadilan ke ruang sidang. Kecuali, jika dalam ruang sidang sudah dkawal oleh polisi banyak masih kabur itu force majeur (diluar kemampuan manusia).

Tetapi, tegas Marwan, jika tidak ada pengawal dari kepolisian dalam ruang sidang atau tidak ada petugas kejaksaan menunggu tersangka atau terdakwa maka itu human eror (kelalaian manusia).

Seharusnya, lanjut Marwan, jika sidang tersangka (Rahmat) ini belum dimulai tidak seharusnya dibawa ke ruang sidang. Sebab, jaksa akan fokus pada putusan perkara lainnya. Sehingga, bisa lengah karena tersangka ini dikira penonton dan hakim belum mengenali tersangka karena baru pembacaan dakwaan.

Apalagi, menurut informasi saat itu ada 115 orang yang dijadwalkan untuk disidangkan. Sedangkan, pengawalan dari kepolisian minim dan itu membuat jaksa dianggap teledor. "Artinya begitu banyak tersangka atau terdakwa, pengawal dari kejaksaan dan kepolisian kurang. Dan satu lagi kenapa sidang harus serentak. Sidang itu harusnya satu-satu," ujarnya. [N-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»