SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 17 April 2014
Pencarian Arsip

Jaksa Agung: Perkara Suharto Akan Dituntaskan
Jumat, 17 Mei 2013 | 13:38

Jaksa Agung Basrief Arief (Foto: Antara) Jaksa Agung Basrief Arief (Foto: Antara)

[JAKARTA] Jaksa Agung Basrief Arief menegaskan kalau pihaknya bakal menuntaskan perkara mantan Presiden Suharto. Penuntasan tersebut antara lain pelaksanaan eksekusi denda Rp 3,7 triliun perkara Yayasan Supersemar milik penguasa Orde Baru itu sebagaimana putusan Mahkamah Agung (MA) tahun 2010.

"Jadi sudah saya perintahkan untuk dituntaskan," kata Basrief, di Jakarta, Jumat (17/5).

Namun demikian, Basrief Arief menuturkan sejauh ini pihaknya masih menunggu salinan putusan dari MA. Sebab,  Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) ST Burhanuddin mengaku belum meneliti putusan tersebut.

"Tadi saya sudah ada pelaporan, ini lagi diurus datun yang nyatanya katanya putusannya masih belum diterima. Maka itu yang menjadi prihatin kita, makanya saya perintahkan itu menjadi perhatian," jelasnya.

Selain itu, Jaksa Agung menyatakan kalau pihaknya bakal meneliti berkas perkara Suharto lainnya khususnya, mengenai dugaan adanya pihak-pihak lain yang disangka sebagai turut serta. Namun, hal itu baru akan dilakukan setelah perkara korupsi Yayasan Supersemar dieksekusi.

  "Itu kita teliti setelah putusannya kita terima dan prosesnya seperti apa nanti karena datun yang akan melaksanakan," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Jaksa Agung Darmono mengatakan, pihaknya perlu mengevaluasi kembali perkara korupsi Suharto antara lain kasus dugaan korupsi tujuh yayasan miliknya termasuk Yayasan Supersemar. Yayasan-yayasan tersebut adalah Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais), Yayasan Dana Abadi Karya Bhakti (Dakab), Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, dan Yayasan Trikora.

Evaluasi yang dimaksud Darmono termasuk mengenai kemungkinan upaya penyitaan sejumlah aset milik Keluarga Cendana.

"Terkait dengan perkara itu, tentu merupakan hasil dari pada evaluasi itu. Kalau kemudian hasil evaluasi masih ada kaitan dengan aset-aset lain atau perkara

lain yang mungkin perlu ditindaklanjuti akan menjadi masukan dan saran Jamdatun yang akan disampaikan pada
pimpinan," kata Darmono. (E-11)  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN