SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 April 2014
Pencarian Arsip

Jadikan Sejarah Sebagai Pelajaran yang Menyenangkan
Sabtu, 9 Juli 2011 | 8:38

Aurora Tambunan [SP/Hendro Situmorang] Aurora Tambunan [SP/Hendro Situmorang]

JAKARTA] Apa yang ada di benak Anda, ketika mendengar mata pelajaran sejarah waktu di sekolah? Sebuah pelajaran yang kurang diminati karena hanya berdasarkan hapalan semata, sehingga siswa tidak tertarik.

Hal itu diakui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) yang disampaikan oleh Dirjen Sejarah dan Purbakala (Sepur), Aurora Tambunan, saat menutup Konferensi Nasional ke-9 dan Kongres Masyarakat Sejarahwan Indonesia, di Hotel Bidakara, Jakarta, baru-baru ini. 

"Dalam proses pembelajaran, kita menyadari sepenuhnya bahwa pelajaran sejarah selama ini dirasakan sebagai pelajaran yang kurang menyenangkan bagi siswa. Padahal mengenal sejarah bangsa bisa dilakukan lewat banyak cara. Salah satunya adalah menjadikan sejarah sebagai pelajaran yang menyenangkan,” ujarnya.

Di Indonesia, sejarah masih jarang digunakan dalam pengambilan keputusan-keputusan penting. Oleh dari itu, kedepan pihak Ditjen Sepur mendorong para sejarahwan untuk menciptakan kegiatan yang dapat merangsang siswa menyenangi pelajaran sejarah.

Sebagai sebuah gerakan nasional, sejarah perlu digagas bersama. Salah satunya melakukan kegiatan lomba penggalian sejarah melalui audio visual. Pihaknya terkejut dari hasil naskah, ternyata banyak anak yang mampu membuat audio visual dalam penggalian sejarah.

”Saya optimis, sebenarnya para siswa menyukai pelajaran sejarah. Hanya saja kita harus kreatif memperkenalkan sejarah yakni dengan menggerakkan konsep atau modul yang fun dan tidak membosankan, bukan hapalan saja. Kita harus buat anak tidak malas mempelajari pelajaran sejarah," katanya.

Aurora menambahkan, kedepan pihaknya sepakat akan mendorong sejarahwan melakukan kegiatan yang dapat merangsang siswa sehingga pelajaran sejarah dapat menjadi minat siswa.

"Saat ini berdasarkan hasil kajian, anak IPA sudah tidak mempelajari pelajaran sejarah. Pelajaran sejarah hanya dipelajari anak IPS. Ini sangat disayangkan. Kedepan tugas berat bagi sejarahwan adalah harus bisa mengemas pelajaran sejarah melalui media yang modern menurut pemahaman mereka dan mudah dipahami oleh siswa," kata dia. [H-15]   




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN