SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 22 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Jadi Saksi Kasus Wafid, Menpora Janji Jawab Pernyataan dengan Baik
Rabu, 21 September 2011 | 16:36

Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng ketika dipanggil KPK 31 Mei lalu. (Foto: SP/Joanito De Saojoao) Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng ketika dipanggil KPK 31 Mei lalu. (Foto: SP/Joanito De Saojoao)

[JAKARTA] Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Mallarangeng memenuhi panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menjadi saksi untuk terdakwa Wafid Muharam dalam perkara suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games XXVI di Pengadilan Tipikor pada Rabu (21/9) siang.

"Tentu saya akan menjawab semua pertanyaan secara baik," kata Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini ketika tiba di gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (21/9) jam 12.43 WIB.

Hanya saja, politikus Partai Demokrat tersebut enggan menjawab mengenai barang bukti yang akan menguatkan pernyataannya seputar mekanisme dana talangan pada kementerian yang dipimpinnya.

"Tugas saya hanya sebagai saksi ya menjawab pertanyaan yang ditanyakan kepada saya. Saya akan menjawab dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya," tegas Andi.

Seperti diketahui, setelah menjadi kasus, proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games di Palembang terkesan semuanya tanggung jawab dari Wafid selaku Sesmenpora. Padahal, seharusmya seorang menteri harus tahu bahwa membutuhkan dana talangan. Demikian dikatakan penasehat hukum Wafid, Erman Umar.

"Waktu dia (Andi) belum menjadi saksi meminta tolong dan bantuan. Walaupun, dia bilang tidak tahu soal dana talangan. Harusnya, dia mengatakan memahami karena ini untuk membantu Sesmenpora mencari dana talangan dan harusnya bilang jika untuk membantu operasional kenapa tidak," ungkap Erman.

Sehingga, lanjut Erman, mengesankan bahwa Menpora menjaga citra bersih. Sehingga, menurut informasi telah membuat para karyawan di Kemenpora kecewa. Sebab, Wafid sudah bekerja keras tetapi tidak ada simpati yang mengalir dari menteri.

Erman juga mengungkapkan untuk beberapa program di Kemenpora berdasarkan atensi langsung dari Menteri untuk mencari dana talangannya. Karena, anggarannya belum turun.

"Untuk mendatangkan klub sepakbola De Jong dari Belanda, Pak Wafid mencari dana talangan sebesar Rp 500 juta atas perintah Menpora," tegas Erman, Rabu (7/9). (N-8)  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»