Jadi Pimpinan KPK, Bambang Widjojanto Tetap Naik Ojek
Selasa, 20 Desember 2011 | 8:47
Pimpinan KPK Bambang Widjajanto (kanan) baru saja turun dari ojek yang ditumpanginya menuju kantor KPK, Jakarta, Selasa (20/12) pagi. Walau sudah menjadi pimpinan KPK, Bambang masih mempertahankan kebiasaanya dengan naik ojek untuk menuju tempat kerjanya. (Foto: SP/Ruht Semiono) [JAKARTA] Setelah terpilih dan dilantik menjadi salah satu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kebiasaan Bambang Widjojanto tidak berubah. Dia tetap menumpang angkutan umum seperti kereta api. Bahkan untuk mencapai kantor KPK di kawasan Kuningan, mantan Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menumpang ojek.
Hal itu terlihat dan terekam kamera wartawan pada Selasa (20/12). BW, inisial namanya dan menjadi sapaan akrab pria yang sebelumnya berprofesi sebagai pengacara itu, menumpang ojek menuju tempat tugasnya yang baru, kantor KPK.
Kebiasaan ini sudah dilakukan BW selama bertahun-tahun sebelum duduk pada jabatan publik tersebut. Dari tempat tinggalnya di Depok, Jawa Barat, dia biasa menumpang kereta api. Dan, di Jakarta, dia menggunakan taksi atau ojek.
Kebiasaan seperti ini sempat ditanyakan anggota Komisi III DPR saat uji kepatutan dan kelayakan menjadi pimpinan KPK beberapa waktu lalu. Menanggapi pertanyaan itu, pria yang sebelumnya aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) ini menegaskan bahwa dia memilih kendaraan umum demi untuk menghemat waktu. Meskipun dia memiliki kendaraan pribadi dan sopir, tetapi menggunakan kendaraan pribadi akan menghabiskan banyak waktu di jalan dibandingkan menggunakan angkutan umum. [A-21]
Komentar Untuk Artikel Ini
Bapak bambang, yang saya hormati, sangat bagus gaya hidup bapak,,,, tapi saya masih ????????
Apakah bapak sanggup melmghadapi para koruptor yang bergentanyangan ,,,
Walau pun bapak terap kan gaya hidup sederhana,mungkin dibelakang bapak para koruptor hanya mesem-mesem mencemooh bapak
Thanks
Great, Mas Bambang. Teruskan kebiasaan seperti itu biar menjadi contoh yang lain, sebab sekarang ini diperlukan contoh keteladanan, kesederhanaan, dan keihklasan. Kalau itu dilakukan Mas Bambang mau ngomong atau melakukan apa saja untuk kepentingan tugas pemberantasan korupsi akan lebih nyaman dan tidak perlu takut dengan tekanan dari siapapun. Maju terus Mas Bambang.
Wah...Ternyata 10% Pengguna Facebook Bukan Manusia?
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Satu Lagi Teman Wanita Fathanah Kembalikan Uang Ke KPK
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
KPK Telusuri Aliran Dana Ke Elite PKS
Jokowi: Tak Ada Masalah Warga Pluit Pindah
