SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 20 September 2014
Pencarian Arsip

Isu Papua Merdeka Beredar, Masyarakat Cemas
Senin, 28 November 2011 | 9:17

Pria Papua hanya mengenakan koteka dan mencat dirinya dengan bendera Bintang Kejora ikut berunjuk rasa di Abepura, Senin (14/11). (Foto: SP/Robet Isidorus Vanwi) Pria Papua hanya mengenakan koteka dan mencat dirinya dengan bendera Bintang Kejora ikut berunjuk rasa di Abepura, Senin (14/11). (Foto: SP/Robet Isidorus Vanwi)

[JAYAPURA] Isu SARA beredar luas di Papua melalui layanan pesan singkat atau short message service (SMS) menjelang 1 Desember. Akibatnya, tidak sedikit masyarakat dan Mahasiswa yang khawatir. Sejumlah mahasiswa memilih pulang kampung menjelang 1 Desember itu.

Seorang mahasiswa Universitas Sains Teknologi Jayapura, Jurusan  Ilmu Komunikasi, Agustinus Ningmabin mengatakan kepada SP, Senin (28/11) mengaku, banyak sms (short message service) beredar  menjelang 1 Desember ini. "Ada beberapa kawan-kawan saya yang memilih pulang dulu kepada kelurganya  di kampung,” ujarnya.

Lain lagi dengan ibu Yeni Goretti, guru SMP  Negeri 5 Sorong, Papua Barat  saat dihubungi, Senin pagi membenarkan, bahwa dirinya menerima  sms cukup membuat dirinya  kaget. “Terutama soal Papua merdeka,”ujarnya.

Disebutkan, pada 1 Desember akan ada kemerdekaan. “Di Kota Sorong heboh beredar sms-sms yang  menurut saya, sungguh meresahkan. Seharusnya aparat kepolisian bisa menangkap para peneror sms ini,” ujarnya.

SP juga menerima sms-sms yang meresahkan itu. Sms-sms itu antara lain berbunyi, "Kapal selam dari PBB sudah ada di Sarmi Pantai Timur, sebentar jam 12 malam rencana PBB mau kasih kibar bendera Bintang Kejora di Jayapura. Peringatan untuk semua orang Papua, apabila malam ada yang mengetuk pintu jangan di buka. Jangan sampai keluar jam 3 subuh. Tolong disebarkan ke yang lain. Salam Freedom Papua Merdeka."

Ada juga sms berbunyi begini, "Waspada malam ini. Rencananya masyarakat Wamena mau serang Kampung Nafri karena orang Wamena dapat tikam dari orang Nafri sampai tewas."

Juga, "Foy…ada info buat anak Papua. Tiap malam harus jaga, ada seorang tentara yang membocorkan rahasia mereka. Sekarang ini jangan keluar larut malam, karena Generasi Pemuda Papua menjadi prioritas pembunuhan. Yang laki–laki kemaluannya dipotong dan dibuang, yang wanita payudaranya dipotong dan dibuang juga. Setelah dibunuh mayatnya akan dibuang dari dalam mobil pake tali. Jadi jangan keluar larut malam. Ini plat nomor kendaraan yang mereka gunakan: DS 2225 J. truskan SMS ini ke anak Papua”.

Sms lainnya berbunyia, "Info darurat. Waspada terhadap pemusnahan etnis orang Papua. Ada info terperinci dari Jakarta bahwa Papua sudah dipaketkan akan habis dalam waktu yang tidak terlalu lama. Di tahun 2011 ini. Jakarta sudah siap akan kirim paket produk khusus dalam bentuk makanan, minuman, seks bebas dan obat-obatan yang sudah dicampur dengan zat kimia dan darah yang sudah terinfeksi HIV-AIDS. Oleh karena itu, mulai sekarang orang Papua harus kurangi kebiasaan makan, minum dari toko, kios, warung, seks bebas dan lain-lain."

"Info dari markas OPM untuk semua warga bangsa Papua yang ada di Jayapura dan sekitarnya, diberitahukan bahwa tanggal 20 November sampai 1 Desember 2011 akan diadakan pengibaran bendera Bintang Kejora dan pertumpahan darah yang sebesar-besarnya di tanah Papua, kota Jayapura. Jangan sampai SMS ini putus di tangan anda, tolong disampaikan kepada teman-teman dekat anda," bunyi pesan singkat berikutnya.

SMS lainnya, "New info diberitahukan kepada seluruh putra-putri Papua, bahwa hari Kamis 1 Desember akan diadakan pengibaran bendera Bintang Fajar - Bintang Kejora di seluruh pelosok Tanah Papua. Akan diadakan pengibaran di lapangan Teselowai dan dinyatakan bahwa Papua adalah negara baru merdeka dan menjadikan negara federal. Dan ini akan terjadi pertumpahan darah mulai dari tgl 26 November akan dihentikan, transportasi darat, udara dan laut. Awas sebelum terjadi harus selamatkan nyawa anda,  nanti akan disisir (penyisiran) se-Jayapura dan akan dimusnahkan orang-orang  Papua,  yang nanti sasaran utama laki-laki nanti dibunuh. Dilanjutkan sms ini ke putra-putri Papua."

Menanggapi berbagai sms itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dari Partai Demokrat, Yunus Wonda menegaskan isu teror yang beredar melalui sms yang menyatakan bahwa 1 Desember 2011 akan dikibarkan bendera Bintang Kejora, akan menghentikan transportasi laut, darat dan udara adalah upaya untuk menciptakan perpecahan di masyarakat yang tinggal di Papua.

“Saya berharap masyarakat tidak terpancing, dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Karena itu pembuat sms terror tidak bisa bertanggungjawa. Maka niat yang disampaikan juga tidak bisa dipercaya. Di Papua, isu itu biasa dan sudah beberapa kali. Itu isu murahan,” ujarnya. [154]
 

 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

natalia | 9:55am Nov 28, 2011

SMS yg beredar di masyarakat Papua adalah sebagai bentuk provokatif orang-orang pro M dalam rangka memberikan rasa cemas dan chaos kepada masyarakat menjelang 1 Desember... jangan ditanggapi, itu SMS bullshit.




Pemilu 2014

selengkapnya »»