SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 2 September 2014
Pencarian Arsip

Israel Bungkam Terkait Serangan ke Suriah
Jumat, 1 Februari 2013 | 9:04

Serangan militer ke kawasan Suriah. [DW] Serangan militer ke kawasan Suriah. [DW]

[TEL AVIV] Israel tidak menanggapi tuduhan Suriah, bahwa jet tempurnya mengebom pusat penelitian militer Suriah dan iring-iringan dekat perbatasan ke Lebanon.

Israel, Amerika Serikat, maupun kelompok Hizbullah yang milisi pro Iran di Lebanon, tidak memberikan tanggapan resmi atas insiden serangan udara Israel yang terjadi di dekat Damaskus Rabu (30/1) kemarin.

Stasiun televisi pemerintah Suriah menuduh Israel mengebom pusat penelitian militer di Jamraya, yang terletak antara Damaskus dan perbatasan Libanon. Dua orang tewas dalam serangan tersebut.

"Serangan ini menyebabkan kerusakan materi berat dan menghancurkan gedung," demikian laporan televisi tersebut.

Tapi pemberontak Suriah membantah laporan tersebut dan mengatakan kepada kantor berita Reuters, bahwa pusat penelitian Jamraya diserang granat mortir pemberontak.

Sebaliknya, militer Suriah memberikan konfirmasi adanya serangan Israel ke Jamraya, namun menolak laporan tentang serangan udara Israel yang menyasar iring-iringan bersenjata dari Suriah ke Lebanon.

Televisi milik kelompok Hizbullah di Libanon, Al-Manar hanya mengatakan, pesawat tempur Israel melakukan serangan acak ke Libanon selatan, di luar perbatasan Suriah.

Sebelumnya, nara sumber dari Timur Tengah dan Barat mengatakan, konvoi mengarah dari Suriah ke Lebanon dan mungkin membawa sistem penangkis serangan udara atau roket jarak jauh. Salah satu sumber yang dikutip oleh Reuters memperkirakan, Suriah mengangkut senjata dari Iran yang merupakan sekutu Hizbullah. Militer Israel menolak bekomentar.

Dalam pernyataan Rabu (30/1) malam, hanya disebutkan lokasi konvoi tidak bisa diverifikasi, karena adanya pembatasan laporan dari Suriah yang tengah berperang.

Baru-baru ini pejabat tinggi Israel mengungkapkan kekhawatirannya bahwa rezim Presiden Bashar Assad bisa menyuplai senjata kimia kepada milisi Hizbullah dan kelompok pemberontak lainnya yang membahayakan keamanan Israel.

Menurut kantor berita Reuters, narasumber keamanan Amerika Serikat dan Eropa mengatakan, mereka yakin bahwa tidak ada senjata kimia dalam konvoi tersebut.

Militer Lebanon yang juga berbatasan dengan Israel, hanya mengatakan bahwa pesawat tempur Israel yang melintas Lebanon sejak pekan lalu jumlahnya bertambah banyak.

Badan PBB yang mengawasi perbatasan Lebanon-Israel mengatakan pada  Rabu (30/1), mereka tidak punya informasi mengenai serangan udara di dekat perbatasan Suriah-Libanon. [AP/Rtr/DW/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»