SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Mei 2013
Pencarian Arsip

IPW Desak KPK Usut Pengadaan Kapal PKR
Senin, 25 Juni 2012 | 15:37

Ini salah satu contoh kapal PKR-10514 rancangan Damen Schelde. [google] Ini salah satu contoh kapal PKR-10514 rancangan Damen Schelde. [google]

[JAKARTA] Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut proyek pengadaan kapal Perusak Kawal Rudal 10514 TNI AL senilai US$ 220 juta atau sekitar Rp2,2 triliunm, yang diduga ada pemaksaan dari pemerintah.  

"Dalam surat Kepala Staf TNI AL Laksamana Soeparmo tanggal 4 Mei 2012 kepada Panglima TNI, tersirat adanya penolakan terhadap rencana pembelian kapal Belanda itu. Kemudian, Kasal memberikan perbandingan kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) milik Italia, yang harganya sama tetapi peralatan tempurnya lebih komplit," kata Ketua Presidium IPW Neta D Pane kepada wartawan di Jakarta, Senin (25/6).

Lebih lanjut Neta menjelaskan, kapal milik Belanda tersebut tidak dilengkapi dengan peluncur rudal sasaran udara maupun laut. Selain itu, tidak dilengkapi dengan torpedo antikapal selam, dan hanya dilengkapi meriam 76 mm.

Menurut Neta, untuk melengkapi kapal PKR itu TNI AL harus mengeluarkan dana lagi sebesar Rp750 miliar. Padahal, tambah Neta, jika dari Italia, kapal tersebut sudah lengkap dan tidak perlu mengeluarkan dana tambahan lagi.

"Kenapa akhir-akhir ini pembelian alutsista sangat gencar dilakukan dengan sasaran yang kurang tepat. Apakah ini ada kaitan dengan pengumpulan dana pemilu?" kata Neta.  

Untuk itu, IPW yang juga Deklarator Komite Pengawas KPK, mendesak KPK untuk mengusut demi menyelamatkan alutsista TNI agar tercipta TNI yang tangguh. [Ant/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN