IPW Desak KPK Usut Pengadaan Kapal PKR
Senin, 25 Juni 2012 | 15:37
Ini salah satu contoh kapal PKR-10514 rancangan Damen Schelde. [google] [JAKARTA] Indonesia
Police Watch (IPW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut proyek
pengadaan kapal Perusak Kawal Rudal 10514 TNI AL senilai US$ 220 juta atau
sekitar Rp2,2 triliunm, yang diduga ada pemaksaan dari pemerintah.
"Dalam
surat Kepala Staf TNI AL Laksamana Soeparmo tanggal 4 Mei 2012 kepada Panglima
TNI, tersirat adanya penolakan terhadap rencana pembelian kapal Belanda itu.
Kemudian, Kasal memberikan perbandingan kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) milik
Italia, yang harganya sama tetapi peralatan tempurnya lebih komplit," kata
Ketua Presidium IPW Neta D Pane kepada wartawan di Jakarta, Senin (25/6).
Lebih lanjut
Neta menjelaskan, kapal milik Belanda tersebut tidak dilengkapi dengan peluncur
rudal sasaran udara maupun laut. Selain itu, tidak dilengkapi dengan torpedo
antikapal selam, dan hanya dilengkapi meriam 76 mm.
Menurut Neta,
untuk melengkapi kapal PKR itu TNI AL harus mengeluarkan dana lagi sebesar
Rp750 miliar. Padahal, tambah Neta, jika dari Italia, kapal tersebut sudah
lengkap dan tidak perlu mengeluarkan dana tambahan lagi.
"Kenapa
akhir-akhir ini pembelian alutsista sangat gencar dilakukan dengan sasaran yang
kurang tepat. Apakah ini ada kaitan dengan pengumpulan dana pemilu?" kata
Neta.
Untuk itu,
IPW yang juga Deklarator Komite Pengawas KPK, mendesak KPK untuk mengusut demi
menyelamatkan alutsista TNI agar tercipta TNI yang tangguh. [Ant/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
Uskup Agung Semarang Keberatan Fotonya Digunakan Kampanye Pasangan Hadi-Don
