SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 19 Mei 2013
Pencarian Arsip

Investor Bisa Kabur dari Lampung
Jumat, 23 Desember 2011 | 10:07

Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana saat tampil sebagai saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (8/12). (Foto: Joanito de Saojoao) Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana saat tampil sebagai saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (8/12). (Foto: Joanito de Saojoao)

[BANDARLAMPUNG] Gubernur Lampung Sjachroedin ZP  minta agar pihak kepolisian segera mengusut pembuat video pembantaian di Mesuji. Penyebaran video itu membuat seolah-olah kondisi Lampung tidak aman dan membuat investor kabur dan takut berinvestasi di Lampung. Padahal, video itu tidak terjadi di Mesuji, Lampung.

Saat ini pemprov menyerahkan sepenuhnya kepada tim gabungan pencari fakta (TDPF) untuk menyelesaikan masalah Mesuji, sembari menyesalkan penyelesaian kasus Mesuji yang ditangani pemerintah pusat, kata Gubernur Sjachroen ZP pada SP Kamis (22/12).

Permasalahan Mesuji, seharusnya diselesaikan di tingkat lokal seperti kepala desa, kalau tidak selesai baru ke tingkat Kecamatan, Kabupaten baru ke Provinsi jadi penyelesaianya secara berjenjang, jangan sedikit-sedikit mengadu ke pemerintah pusat. "Kalau seperti ini bubarkan saja kabupaten dan provinsi, tegasnya.

Sementara itu Ketua TGPF Mesuji, Denny Indriana, yang juga Wakil Menteri Hukum dan HAM terus mendalami kasus kekerasan di Mesuji Lampung dan Mesuji Sumsel yang sebenarnya telah terjadi hampir setahun lalu. TGPF Mesuji sudah bergerak ke lapangan dan mengantongi dugaan penyebab bentrokan berdarah di kebun sawit di Mesuji, Lampung dan Sumatera Selatan.

“Kami sedang mendalami semua data. Indikasi awal sudah ada, kami akan sampaikan setelah buktinya terkumpul kuat," ucap mantan Staf Khusus Presiden SBY itu.

Kemarin, dia menjenguk Muslim (18), warga Mesuji Lampung yang dirawat di Rumah Sakit Imanuel, Bandar Lampung bersama Juru Bicara TGPF Indraswari Dyah Saptaningrum (Direktur Eksekutif Elsam), dan Tisnata anggota TGPF dari Fakultas Hukum Universitas Lampung.

"Kami berkomunikasi dengan dokter yang merawatnya dan memastikan Muslim harus dapat perawatan terbaik. Tim Delapan Mesuji sengaja bertemu dengan korban dulu, untuk menegaskan prioritas menyelamatkan korban atas persoalan ini," jelas Denny.

Indraswati menambahkan, korban adalah fakta paling nyata dan substansial yang kan membawa TGPF kepada temuan yang lebih mendalam. "Kami akan menemui korban dan keluarga korban lainnya," ujar Indraswati.

Denny menegaskan, pada akhirnya nanti hasil temuan tim akan disampaikan secara terbuka kepada publik secara transparan dan obyektif. [NVS/A-21]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN