Inilah Isu Pengunduran Diri Menneg BUMN di Media Sosial
Senin, 21 Mei 2012 | 18:05
Ilustrasi mafaia minyak. [google] Isu pengunduran diri Menteri Negara BUMN Dahlan
Iskan beredar luas di media sosial. Istana mengaku tidak mengetahui isu
tersebut, tetapi anehnya, Istana langsung membantah.
”Siapa bilang? Saya malah belum dengar. Tidak,
tidak. Pak Dahlan Iskan selaku Menteri Negara BUMN menjalankan tugas beliau
dengan sangat baik sampai sekarang. Jadi, saya pastikan itu rumor yang tidak
ada dasarnya,” kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrian Pasha di Gedung Bina Graha kompleks Istana Negara,
Jakarta, Senin (21/5).
Apa benar Istana tidak mengetahui isu yang beredar
luas di masyarakat? Terlepas benar atau tidaknya pernyataan jubir Istana, yang
pasti di media sosial isu tersebut sudah meluas.
Dalam sebuah milis, tertera
judul “Ada Mafia yang Lebih Besar, yang Ingin Rebut Bisnis Migas - Istana
Negara.” Di bawahnya ditulis “By @ratu_adil.”
Dalam milis itu dijelaskan, Meneg BUMN Dahlan Iskan mempertimbangkan mundur dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB)
II, karena dipicu oleh pertemuan di Istana Negera, Selasa (15/5) malam.
Dalam pertemuan itu, tulis milis tersebut, selain
Meneg BUMN dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai tuan rumah,
hadir juga Mensesneg Sudi Silalahi,
Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dan Dirut Pertamina
Karen Agustiawan.
Ada dua agenda dalam pertemuan itu. Pertama,
pengangkatan dan pemberhentian komisaris/direksi Pertamina. Kedua, membahas isu-isu yang beredar di social media dan pernyataan sejumlah
anggota DPR terkait pengadaan BBM.
Di awal pertemuan, Jero Wacik mengeluh terkait
pemilihan komisaris dan direksi Pertamina.
"Bapak Presiden, soal Dewan Komisaris dan
Direksi Pertamina, Pak Dahlan tidak melibatkan saya," kata Jero Wacik.
Dahlan sontak menyahut, "Mohon maaf Bapak
Presiden, saya baru tahu kalau pertemuan ini mempermasalahkan kewenangan saya."
Jero Wacik pun membalas, "Betul itu kewenangan
Pak Dahlan, tapi tolong saya diajak bicara, karena tataran kebijakan energi ada di kami."
Dahlan membalas lagi, "Pergantian Direksi BUMN
adalah Konsep the dream team, saya
sudah sampaikan dalam sidang kabinet."
Seperti diketahui, Meneg BUMN Dahlan Iskan memang
tengah menggodok konsep the dream team,
yang intinya supaya BUMN maju.
"BUMN tidak maju apabila direksinya tidak
kompak," jelas Dahlan.
Presiden SBY mengatakan, "Soal Direksi
Pertamina, saya dianggap seperti tidak ada."
Bagai disambar petir, Dahlan terhenyak dengan
perkataan Presiden SBY. Semua yang hadir menahan nafas.
Dahlan pun menunggu apa
yang akan disampaikan Presiden SBY. Dahlan seketika menyadari, Menko
Perekonomian Hatta Rajasa tidak ikut hadir dalam pertemuan tersebut.
Perbincangan masalah ini di milis masih panjang, sampai
dengan mafia yang bergentayangan di Petral, anak perusahaan Pertamina yang
berkantor di Singapura dan keterlibatan Istana dalam bisnis minyak.
Isu inilah yang dibantah oleh Istana.
”Pergantian
direksi BUMN memang domain Menteri BUMN. Tapi bahwa (rapat itu) secara spesifik
membahas BUMN tertentu, saya belum pernah mendengar hal itu,” kata Julian. [O-2/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Fathanah Perkenalkan Satu Lagi Istilah Korupsi
Fathanah Ajak Maharani Berhubungan Intim
Kayak Menteri Saja, Luthfi Hasan Janjikan Penambahan Kuota Impor Sapi
Ahmad Fathanah Akui Curi Dokumen KPK
Dilaporkan Ke KPK, Bibit Waluyo Tanggapi Santai
Gadis ABG Diperkosa Pamannya Sendiri
Luthfi: Swasembada Itu Ancam Ketahanan Daging
Tokoh Muda NU Galang Petisi Tolak Award Terhadap SBY
