SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 19 Mei 2013
Pencarian Arsip

Inilah Isu Pengunduran Diri Menneg BUMN di Media Sosial
Senin, 21 Mei 2012 | 18:05

Ilustrasi mafaia minyak. [google] Ilustrasi mafaia minyak. [google]

Isu pengunduran diri Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan beredar luas di media sosial. Istana mengaku tidak mengetahui isu tersebut, tetapi anehnya, Istana langsung membantah.

”Siapa bilang? Saya malah belum dengar. Tidak, tidak. Pak Dahlan Iskan selaku Menteri Negara BUMN menjalankan tugas beliau dengan sangat baik sampai sekarang. Jadi, saya pastikan itu rumor yang tidak ada dasarnya,” kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrian Pasha  di Gedung Bina Graha kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (21/5).

Apa benar Istana tidak mengetahui isu yang beredar luas di masyarakat? Terlepas benar atau tidaknya pernyataan jubir Istana, yang pasti di media sosial isu tersebut sudah meluas.

Dalam sebuah milis, tertera judul “Ada Mafia yang Lebih Besar, yang Ingin Rebut Bisnis Migas - Istana Negara.”  Di bawahnya ditulis “By @ratu_adil.”

Dalam milis itu dijelaskan,  Meneg BUMN Dahlan Iskan mempertimbangkan  mundur dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, karena dipicu oleh pertemuan di Istana Negera, Selasa (15/5) malam.

Dalam pertemuan itu, tulis milis tersebut, selain Meneg BUMN dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai tuan rumah, hadir juga  Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dan Dirut Pertamina Karen Agustiawan.

Ada dua agenda dalam pertemuan itu.  Pertama, pengangkatan dan pemberhentian komisaris/direksi Pertamina. Kedua, membahas isu-isu yang beredar di social media dan pernyataan sejumlah anggota DPR terkait pengadaan BBM.

Di awal pertemuan, Jero Wacik mengeluh terkait pemilihan komisaris dan direksi Pertamina. 

"Bapak Presiden, soal Dewan Komisaris dan Direksi Pertamina, Pak Dahlan tidak melibatkan saya," kata Jero Wacik.

Dahlan sontak menyahut, "Mohon maaf Bapak Presiden, saya baru tahu kalau pertemuan ini mempermasalahkan kewenangan saya."

Jero Wacik pun membalas, "Betul itu kewenangan Pak Dahlan, tapi tolong saya diajak bicara,  karena tataran kebijakan energi ada di kami."

Dahlan membalas lagi, "Pergantian Direksi BUMN adalah Konsep the dream team, saya sudah sampaikan dalam sidang kabinet."

Seperti diketahui, Meneg BUMN Dahlan Iskan memang tengah menggodok konsep the dream team, yang intinya supaya BUMN maju.

"BUMN tidak maju apabila direksinya tidak kompak," jelas Dahlan.

Presiden SBY mengatakan, "Soal Direksi Pertamina, saya dianggap seperti tidak ada."

Bagai disambar petir, Dahlan terhenyak dengan perkataan Presiden SBY. Semua yang hadir menahan nafas.

Dahlan pun menunggu apa yang akan disampaikan Presiden SBY. Dahlan seketika menyadari, Menko Perekonomian Hatta Rajasa tidak ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

Perbincangan masalah ini di milis masih panjang, sampai dengan mafia yang bergentayangan di Petral, anak perusahaan Pertamina yang berkantor di Singapura dan keterlibatan Istana dalam bisnis minyak.

Isu inilah yang dibantah oleh Istana.

”Pergantian direksi BUMN memang domain Menteri BUMN. Tapi bahwa (rapat itu) secara spesifik membahas BUMN tertentu, saya belum pernah mendengar hal itu,” kata Julian. [O-2/L-8]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN