SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 17 Mei 2012
Pencarian Arsip

Indonesia Peringkat Ke-8 Kebal Obat di Dunia
Kamis, 7 April 2011 | 17:00

Endang Rahayu Sedyaningsih [google] Endang Rahayu Sedyaningsih [google]

[JAKARTA] Tingginya kasus resistensi obat antibiotik di Indonesia cukup mengkhawatirkan. Bahkan Indonesia menduduki peringkat ke-8 dari 27 negara dengan beban tinggi kekebalan obat terhadap kuman (Multidrug Resistanci/MDR) di dunia berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2009. 

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan, diperkirakan terdapat 12.209 pasien MDR Tuberkulosis (TB) di seluruh Indonesia pada 2007. Diprediksikan akan ada sekitar 6.395 pasien MDR TB baru setiap tahunnya. Di dunia, terdapat  440.000 kasus baru MDR TB dan menyebabkan kematian sekurangnya 150 kasus per tahun.

“Resistensi antibiotik sudah menjadi masalah dunia dikarenakan kurangnya rasionalitas penggunaan antibiotik. Banyak antibiotik diberikan, dijual dan dibeli dengan tidak semestinya,” ujar Menkes dalam acara puncak Hari Kesehatan Dunia (HKS) sekaligus peluncuran buku pedoman penggunaan antibiotik secara rasional di Jakarta,Kamis (7/4).

Menkes menegaskan, yang kebal terhadap antibiotik bukanlah tubuh manusia seperti persepsi masyarakat selama ini. Sebenarnya, yang kebal adalah kuman, sehingga berapapun obat yang diberikan ketika sakit tidak akan mempan atau sembuh. Kondisi ini, lanjut Menkes, dapat menimbulkan bahaya besar bagi manusia.

“Kalau sudah kebal malah akan memperpanjang masa infeksi, memperburuk kondisi klinis dan tidak sembuh-sembuh. Selain itu pasien harus menggunakan dosis yang lebih tinggi maka harganya akan lebih mahal dan efek sampingnya  lebih besar. Juga berpotensi menambah jumlah pasien dan berisko terjadinya pandemi resistensi,” kata Menkes lagi.[D-13]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN