SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 20 Juni 2013
Pencarian Arsip

Indonesia Lolos dari Sanksi FIFA
Rabu, 2 Maret 2011 | 10:57

Dali Tahir [google] Dali Tahir [google]

[JAKARTA] Lobi Indonesia agar tidak mendapat sanksi dari FIFA berhasil. Otoritas sepakbola dunia itu mengabulkan permintaan PSSI untuk tidak langsung menjatuhkan sanksi melalui Sidang Komite Asosiasi yang berlangsung Selasa sore atau Rabu (2/3) dini hari WIB di Zurich, Swiss.

“Dalam pertemuan saya dengan Sekjen FIFA Jerome Valcke Senin sore lalu masalah sanksi itu memang tidak disebut-sebut olehnya. Hal itu sekaligus membuktikan bahwa FIFA masih memberikan dukungannya kepada kita, sehingga masalah sanksi untuk kita tidak dibahas pada sidang Komite Asosiasi,” ujar Deputi Sekjen Bidang Luar Negeri PSSI Dali Tahir dalam keterangan singkatnya yang diterima SP, Rabu (2/3) pagi.

Sidang Komite Asosiasi atau Associations Committee dipimpin langsung oleh ketuanya Geoff Thompson dari Inggris dengan wakil ketua Jacques Anouma dari Ivori Coast. Anggota Komite Asosiasi, yang kerap disebut juga sebagai Komite Darurat ini berjumlah ganjil yakni 17 orang, untuk memudahkan bila dilakukan pemungutan suara dalam pengambilan keputusan.

Ketua, wakil ketua, dan 17 anggota Komite Asosiasi seluruhnya berasal dari negara yang berbeda. Dari total 19 representasi anggota FIFA yang berada di Komite Asosiasi ini, hanya dua orang yang berasal dari benua Asia yakni Sheiki Ahmad Bin Khalifa Al Thani dari Qatar, dan Mirabror Usmanov dari Uzbekistan.

Dali Tahir mengakui, dia mengenal cukup baik Geoff Thompson, karena sering bertemu pada berbagai acara-acara resmi FIFA. Namun, dalam kunjungan terakhirnya ke Zurich pada Minggu dan Senin kemarin dia tidak sempat bertemu dengan salah satu petinggi FA Inggris itu. Yang jelas, Thompson termasuk salah satu pejabat FIFA yang pernah datang ke Indonesia mendampingi Joseph Sepp Blatter, Presiden FIFA.

Dalam sidang itu, FIFA meminta PSSI agar menggelar Kongres Pemilihan atau Kongres Luar Biasa selambat-lambatnya 18 pekan ke depan. Dengan demikian, PSSI diperkirakan sudah harus melaksanakan kongres untuk pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan sembilan anggota Executive Committee (Exco) kepengurusan 2011-2015 akhir Juli 2011.

Sebelumnya beredar kabar bahwa PSSI akan dijatuhi sanksi oleh FIFA menyusul adanya intervensi yang dilakukan pemerintah melalui Menpora Andi Alfian Malarangeng, 21 Februari lalu. Pernyataan keras Menpora yang disampaikan bersama Ketua KON/KOI Rita Subowo dinilai FIFA sebagai intervensi dari pemerintah terhadap independensi PSSI.

Terkait itu, FIFA meminta PSSI agar terus memberikan laporan atas perkembangan yang terjadi, seperti dituangkan dalam surat elektronik (email) FIFA yang ditandatangani oleh Sekjen FIFA Jerome Valcke. Sebelumnya, PSSI melampirkan 25 butir pernyataan Menpora melalui surat yang disampaikan pada 22 Februari dan ditandatangani Sekjen PSSI Nugraha Besoes.

“Kami tak pernah secara resmi menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan intervensi. Yang menyatakan bahwa pernyataan Menpora itu intervensi adalah FIFA melalui surat yang disampaikannya pada 24 Februari tersebut,” ujar Ketua Umum PSSI Nurdin Halid saat dengar pendapat dengan Komisi X DPR RI, Selasa (1/3).

PSSI secara resmi sudah mengirim surat kepada Sekjen FIFA Jerome Valcke pada Senin (28/2) malam lalu. Isi surat itu, mengenai pengunduran waktu Kongres Pemilihan Exco PSSI 2011-2015 dari rencana semula pada 26 Maret 2011 di Bali, serta permintaan agar FIFA tidak menjatuhkan sanksi kepada Indonesia, seperti diisyaratakan dalam surat elektronik (email) Jerome Valcke 24 Februari lalu. Kemungkinan adanya sanksi dari FIFA itu sebelumnya memang ditulis oleh Jerome Valcke dalam surat elektroniknya.

Sanksi itu disebut-sebut akan dibahas pada Sidang Komite Asosiasi yang dilakukan Selasa sore waktu Zurich, Swiss. [W-11]                




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN