Indonesia Lolos dari Sanksi FIFA
Rabu, 2 Maret 2011 | 10:57
Dali Tahir [google] [JAKARTA] Lobi Indonesia agar tidak mendapat sanksi dari
FIFA berhasil. Otoritas sepakbola dunia itu mengabulkan permintaan PSSI untuk
tidak langsung menjatuhkan sanksi melalui Sidang Komite Asosiasi yang
berlangsung Selasa sore atau Rabu (2/3) dini hari WIB di Zurich, Swiss.
“Dalam pertemuan saya dengan Sekjen FIFA Jerome Valcke Senin
sore lalu masalah sanksi itu memang tidak disebut-sebut olehnya. Hal itu
sekaligus membuktikan bahwa FIFA masih memberikan dukungannya kepada kita,
sehingga masalah sanksi untuk kita tidak dibahas pada sidang Komite Asosiasi,”
ujar Deputi Sekjen Bidang Luar Negeri PSSI Dali Tahir dalam keterangan
singkatnya yang diterima SP, Rabu (2/3) pagi.
Sidang Komite Asosiasi atau Associations Committee dipimpin
langsung oleh ketuanya Geoff Thompson dari Inggris dengan wakil ketua Jacques
Anouma dari Ivori Coast. Anggota Komite Asosiasi, yang kerap disebut juga
sebagai Komite Darurat ini berjumlah ganjil yakni 17 orang, untuk memudahkan
bila dilakukan pemungutan suara dalam pengambilan keputusan.
Ketua, wakil
ketua, dan 17 anggota Komite Asosiasi seluruhnya berasal dari negara yang
berbeda.
Dari total 19 representasi anggota FIFA yang berada di
Komite Asosiasi ini, hanya dua orang yang berasal dari benua Asia yakni Sheiki
Ahmad Bin Khalifa Al Thani dari Qatar, dan Mirabror Usmanov dari Uzbekistan.
Dali Tahir mengakui, dia mengenal cukup baik Geoff Thompson,
karena sering bertemu pada berbagai acara-acara resmi FIFA. Namun, dalam
kunjungan terakhirnya ke Zurich pada Minggu dan Senin kemarin dia tidak sempat
bertemu dengan salah satu petinggi FA Inggris itu. Yang jelas, Thompson
termasuk salah satu pejabat FIFA yang pernah datang ke Indonesia mendampingi
Joseph Sepp Blatter, Presiden FIFA.
Dalam sidang itu, FIFA meminta PSSI agar menggelar Kongres
Pemilihan atau Kongres Luar Biasa selambat-lambatnya 18 pekan ke depan. Dengan
demikian, PSSI diperkirakan sudah harus melaksanakan kongres untuk pemilihan
ketua umum, wakil ketua umum, dan sembilan anggota Executive Committee (Exco)
kepengurusan 2011-2015 akhir Juli 2011.
Sebelumnya beredar kabar bahwa PSSI akan dijatuhi sanksi
oleh FIFA menyusul adanya intervensi yang dilakukan pemerintah melalui Menpora
Andi Alfian Malarangeng, 21 Februari lalu. Pernyataan keras Menpora yang
disampaikan bersama Ketua KON/KOI Rita Subowo dinilai FIFA sebagai intervensi
dari pemerintah terhadap independensi PSSI.
Terkait itu, FIFA meminta PSSI agar terus memberikan laporan
atas perkembangan yang terjadi, seperti dituangkan dalam surat elektronik
(email) FIFA yang ditandatangani oleh Sekjen FIFA Jerome Valcke. Sebelumnya,
PSSI melampirkan 25 butir pernyataan Menpora melalui surat yang disampaikan
pada 22 Februari dan ditandatangani Sekjen PSSI Nugraha Besoes.
“Kami tak pernah secara resmi menyatakan bahwa pemerintah
telah melakukan intervensi. Yang menyatakan bahwa pernyataan Menpora itu
intervensi adalah FIFA melalui surat yang disampaikannya pada 24 Februari
tersebut,” ujar Ketua Umum PSSI Nurdin Halid saat dengar pendapat dengan Komisi
X DPR RI, Selasa (1/3).
PSSI secara resmi sudah mengirim surat kepada Sekjen FIFA
Jerome Valcke pada Senin (28/2) malam lalu. Isi surat itu, mengenai pengunduran
waktu Kongres Pemilihan Exco PSSI 2011-2015 dari rencana semula pada 26 Maret
2011 di Bali, serta permintaan agar FIFA tidak menjatuhkan sanksi kepada
Indonesia, seperti diisyaratakan dalam surat elektronik (email) Jerome Valcke
24 Februari lalu. Kemungkinan adanya sanksi dari FIFA itu sebelumnya memang
ditulis oleh Jerome Valcke dalam surat elektroniknya.
Sanksi itu disebut-sebut
akan dibahas pada Sidang Komite Asosiasi yang dilakukan Selasa sore waktu
Zurich, Swiss. [W-11]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Adik Tiri Gubernur Atut Ditetapkan Jadi Tersangka
Huawei Ascend P6, Ponsel Cerdas Paling Tipis di Dunia
Dicecar Soal Pernikahan, Djoko Susilo Gerah
Pemerintah Ajukan Penundaan Amnesti TKI
Nazaruddin Berbisnis dari Penjara
Antisipasi Mahasiswa Ngamuk, Kampus Nommensen Diliburkan Selama Sepekan
