SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 31 Juli 2014
Pencarian Arsip

Indonesia Bangun Rumah Sakit Pusat Masalah Otak dan Saraf
Selasa, 1 November 2011 | 15:42

Endang Rahayu Sedyaningsih [google] Endang Rahayu Sedyaningsih [google]

[JAKARTA] Kementerian Kesehatan membangun Rumah Sakit Pusat Otak Nasional yang pertama di Jakarta untuk menanggulangi permasalahan otak dan saraf (neurologi) yang dinilai dapat menjadi masalah kesehatan nasional yang serius dan berdampak banyak.

"Saat ini di Indonesia belum ada Pusat penanganan otak dan saraf tersendiri, terpadu dan komprehensif yang berbasis pada bukti dan mampu bersaing secara global," kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih ketika melakukan Pemancangan Tiang Pertama Pembangunan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (National Brain Centre Hospital) di Jakarta, Selasa (1/11).

Menkes mengatakan, dengan bertambahnya usia harapan hidup di Indonesia, akan timbul masalah baru yaitu proses penuaan otak dan jaringan saraf yang dapat menjadi masalah nasional jika tidak diantisipasi.

Hal tersebut disebabkan semakin meningkatnya jumlah kasus kesehatan otak dan saraf di Indonesia dan semakin kompleks permasalahannya.

Berdasarkan pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan utama di hampir seluruh RS di Indonesia yaitu sebesar 15.4 persen.

Angka kejadian stroke juga meningkat dari tahun ke tahun, demikian pula dengan penyakit neuro-degeneratif dan metabolik seperti demensia, gangguan fungsi eksekutif, keseimbangan, koordinasi, rasa tidak nyaman fungsi sensorik pada ektrimitas.

Masalah otak dan saraf yang cukup memprihatinkan adalah semakin tingginya angka kejadian trauma kepala dan tulang belakang akibat kecelakaan lalu lintas dimana prevalensi cidera kepala dan tulang belakang mencapai 7,5 persen dari total populasi.

"Masalah neurologi lain adalah terjadinya peningkatan kasus neuro-infeksi pada otak dan persarafannya seperti meningitis/meningoensefalitis tuberculosis, bakteri non spesifik, jamur dan juga meningkatnya kejadian ODHA (orang dengan HIV/AIDS) dengan manifestasi awal dan lanjut pada otak dan saraf," papar Menkes.

Tumor otak dan medula spinalis juga menunjukkan kecenderungan yang meningkat, adanya jumlah kasus penderita kejang dan epilepsi yang tinggi dengan fenomena gunung es sebagai akibat stigma dalam masyarakat dan selain itu masih tingginya angka kecacatan pada anak baru lahir atau gangguan pada perkembangan fungsi otak dan saraf, tambah Menkes.

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional itu nantinya akan melayani "brain check up" yang komprehensif yang nantinya bisa menjadi salah satu standar pemerikasaan kesehatan sehat.

Menkes juga berharap agar Rumah Sakit Pusat Otak Nasional itu dapat menjadi "Center of Excellent" dimana didalam RS itu akan terdapat penanganan medis lanjut, restorasi dan rehabilitasi, pendidikan dan pelatihan, riset medis dasar dan riset komprehensif, pengembangan produk dan kebijakan pengembangan komunitas.

"Konsep tersebut diharapkan menyatu dalam proses pelayanan, pendidikan dan penelitian yang menjadi misi utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, sehingga bisa bersaing di tingkat global," ujar Menkes.

Beberapa program pelayanan unggulan di RS itu akan meliputi Pusat pelayanan stroke terpadu, Pusat pelayanan brain check up terpadu, Pusat pelayanan Trauma Serebro Spinal Terpadu, Pusat pelayanan gangguan memori dan neurobehavior terpadu, Pusat pelayanan infeksi SSP dan HIV terpadu, Pusat pelayanan epilepsi terpadu, Pusat pelayanan neuro onkologi terpadu dan Penelitian neuroscience (Basic dan Clinical) di pelayanan unggulan terpadu.

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional itu diharapkan Menkes dapat menjadi inspirator bagi pihak swasta untuk membangun fasilitas serupa di wilayah lain dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan otak dan saraf di Indonesia. [Ant/L-9]


 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»