Imparsial: Publik Tak Puas dengan Kinerja Polisi
Senin, 18 Juli 2011 | 16:26
Ilustrasi aksi pengerebekan teroris [google] [JAKARTA] Publik di
Jakarta menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja semua bidang oleh polisi
terkecuali dalam penanganan kasus terorisme, sebut LSM Imparsial.
"Dari survei yang kami peroleh, nampak ketidakpuasan publik di DKI Jakarta
terhadap konerja polisi cukup tinggi dan hampir di semua bidang. Terkecuali
dalam penanganan kasus terorisme. Meski penanganan terorisme memperoleh respon
positif tapi tidak bisa menjadi ukuran bahwa kinerja polisi telah membaik,"
kata ketua survei tersebut Ghufron Mabruri kepada pers di Jakarta, Senin
(18/7).
Hasil survei itu dilakukan sehubungan hari ulang tahun ke-65 Bhayangkara di DKI
Jakarta selama periode 17 Juni-04 Juli 2011 untuk mengetahui dan mengevaluasi
kinerja polisi di masa reformasi.
Ghufron menambahkan bahwa reformasi kepolisian seharusnya dijalankan untuk
memperbaiki institusi dan kinerja polisi.
Ketidakpuasaan masayarakat bisa menjadi salah satu indikasi adanya kegagalan
reformasi di tubuh kepolisian saat ini.
Ia juga mengatakan, hasil survei yang dilakukan oleh Imparsial, yaitu sebanyak
61,2 persen tidak puas, 33,4 persen puas, dan sebesar 5,4 persen tidak tahu.
Kepuasaan kinerja polisi dirasakan masyarakat di bidang penanganan terorisme
sebesar 67,0 persen yang mengaku puas.
Namun, untuk bidang penanganan korupsi, penanganan lalulintas, penanganan
curanmor, penegakkan hukum dan HAM, penanganan narkoba, penanganan premanisme
dan penanganan SARA masyarakat mengaku tidak puas dengan kinerja kepolisian DKI
Jakarta.
Ghufron melanjutkan, ketidakpuasan masyarakat DKI Jakarta juga dipengaruhi oleh
indikator lainya yaitu, keterlibatan aparat polisi dalam sejumlah kasus
kejahatan dan penyimpangan khususnya KKN, seperti dugaan keterlibatan dalam
korupsi, mafia hukum, pungutan liar, narkotika, dan masih melakukan penyiksaan
saat melakukan investigasi.
Ia melanjutkan, lemahnya pengawasan terhadap institusi kepolisian merupakan
hambatan tertinggi dalam kinerja kepolisian dalam menghadapi persoalan yang
dihadapi kepolisian, lalu disusul oleh persoalan korupsi, tingkat
kesejahteraan, dan ketiadaan sanksi.
Pendiri Imparsial, Rusli Marpaung mengatakan bahwa hasil ini nantinya akan
disampaikan langsung kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Kapolri.
Survei ini dilakukan dengan jumlah sampel sebanyak 500 orang yang memenuhi
syarat 17 tahun keatas atau sudah menikah, dilakukan di lima kota madya se-DKI
Jakarta.
Adanya survei tersebut diharapkan akan menimbulkan efek domino untuk kepolisian
di berbagai daerah di luar DKI Jakarta, agar memeperbaiki kinerja kepolisan di
mata masyarakat Indonesia. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Lagi-lagi Imparsial. Sekarang Polisi, sebentar lagi asti TNI yg disudutkannya. Dari dulu sampai skrg taetap sj seperti ini. Selidiki org2 yg mengawaki Imparsial. Saya yakin 'pasti ada apa2nya' !
Lagi-lagi Imparsial. Kalau sekarang Polisi, pasti sebentar lagi TNI yg diusilinnya. Norak ... kampungan lo Imparsial, dari dulu tetep aja gak berubah. Ada apa ini?
Kemnakertrans Rampok Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Diduga Ada Kesepakatan Hitam Ical-SBY
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Sidang Paripurna DPR Sahkan UU APBN-P 2013
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
Film 'Man of Steel' Cetak Rekor Box Office Juni
