Iklan Kontroversial Benetton Ditarik
Kamis, 17 November 2011 | 11:48
Juru bicara Vatikan, Federico Lombardi [ROMA] Produsen busana Italia, Benetton menarik iklan cetak yang memasang foto Paus Benediktus XVI setelah Vatikan mengeluarkan kecaman keras, Rabu (16/11). Perusahaan yang kerap membuat kontroversi dengan kampanye iklan ini menyatakan penyesalannya karena penggunaan gambar telah begitu melukai perasaan umat beriman.
Pernyataan Benetton itu muncul tidak lama setelah Vatikan menyatakan protes keras atas penggunaan gambar Bapa Suci, Paus Benediktus XVI secara tidak sopan dan vulgar. Poster Benetton memperlihatkan Paus berciuman dengan imam masjid Al Azhar di Kairo Mesir yakni Ahmed el Tayyeb yang juga menjadi tokoh terkemuka Islam Sunni.
Pada Rabu (16/11), Benetton meluncurkan iklan baru kampanye global bertema UNHATE yang berisi serangkaian foto rekayasa para pemimpin politik dan agama dalam adegan ciuman. Pihak perusahaan mengklaim iklan itu bertujuan semata-mata untuk memerangi budaya kebencian dalam segala bentuknya.
Ada juga iklan lain dengan foto yang menunjukkan Presiden AS Barack Obama mencium mitranya dari Tiongkok Hu Jintao. Gambar lain memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berciuman dengan pemimpin Palestina Mahmud Abbas. Yang lebih seru adalah foto Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mencium Kanselir Jerman Angela Merkel.
“Kami harus mengungkapkan protes keras atas penggunaan gambar dari Bapa Suci yang tidak dapat diterima, karena dimanipulasi dan dieksploitasi dalam kampanye publisitas dengan tujuan komersial," kecam juru bicara Vatikan Federico Lombardi SJ dalam sebuah pernyataan. [AFP/U-5]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT Putaran Kedua, Frenly Yakin Menang
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
AS Akui Pesawatnya Langgar Wilayah Indonesia
Mantan Kasdam Jaya Akan Beli Kembali Lahan yang Dieksekusi
Pimpinan Geng Cewek di Pasuruan Dilapokan ke Polisi
