SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 1 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Ihh…! Bau Kotoran Sapi Ganggu UN di Bogor
Rabu, 18 April 2012 | 11:58

Ilustrasi ujian nasional [google] Ilustrasi ujian nasional [google]

[BOGOR] Bau kotoran sapi yang menyengat membuat ratusan siswa-siswi SMK Bhakti Insani di Jalan Batutulis, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor yang tengah mengikuti Ujian Nasional (UN) pada hari kedua, Selasa (17/4) harus menggunakan masker. Para siswa mengaku terganggu dengan bau kotoran yang berasal dari kandang sapi yang terletak tepat di samping sekolah mereka.  

Beberapa siswa SMK Bhakti Insani mengatakan, sebenarnya bau tak sedap itu sudah berlangsung lama. Hanya saja, saat UN, bau tak sedap itu dirasakan sangat mengganggu karena mereka harus berkonsentrasi mengerjakan soal-soal. Firman, Asep, Rista, dan sejumlah siswa lainnya berharap bau tak sedap itu akan segera diatasi karena mengganggu proses belajar mengajar di sekolah mereka.  

“Bau kotorannya amat menyengat, terutama bila sedang terik. Meski sudah memakai pengharum ruangan, kipas angin, bahkan pewangi tubuh, baunya tak hilang juga,” keluh mereka.  

Akibatnya, tak sedikit siswa-siswi yang terlihat mondar-mandir ke kamar kecil karena tak tahan harus mencium bau tak sedap tersebut. Bila kejadian ini berlangsung terus-menerus tentu akan mengganggu proses belajar-mengajar.  

Sementara itu Kepala Sekolah SMK Bhakti Insani, Budiyono menuturkan, posisi kandang sapi yang terletak di dekat sekolahnya memang sudah ada sejak lama. “Kami sangat terganggu dengan bau kotoran sapi tersebut, terutama pada saat cuaca tertentu, baunya terasa menusuk hidung,” ungkapnya.  

Budiyono mengatakan, pihaknya telah melaporkan masalah tersebut pada Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kota Bogor, tapi hingga kini belum mendapat tanggapan. Dia menambahkan, bau menyengat ini diduga karena pengelola kandang sapi menimbun kotoran sapi hingga menggunung.  

Diungkapkan Budiyono, pihaknya juga telah mengirimkan surat keberatan atas keberadaan kandang sapi yang dekat dengan sekolahnya pada anggota DPRD, November tahun lalu. “Anggota DPRD pernah datang meninjau, bahkan sempat melakukan mediasi hingga melibatkan Satpol PP, namun hingga kini tidak ada realisasinya,” tandasnya. [RIA/SJM/W-11]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!