SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 31 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Identitas Pembunuh Holly Angela Diketahui
Kamis, 3 Oktober 2013 | 15:05

Holly Angela Hayu [bbc] Holly Angela Hayu [bbc]

[JAKARTA] Identitas Mr X  yang ditemukan tewas terjatuh di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan diduga pelaku pembunuh Holly Angela (36) telah diketahui namanya, sampai Kamis (3/10) jati diri pelaku tersebut masih didalami Polres Metro Jakarta Selatan.  

Status pelaku diperkirakan berusia 40 tahun yang semula misterius itu terungkap berdasarkan pengembangan keterangan sejumlah saksi yang dimintai diperiksa petugas setempat.  

“Benar, nama pria yang terjatuh di Apartemen Kalibata City itu diketahui dari hasil pengembangan pemeriksaan saksi. Namun identitas itu belum bisa dipublikasikan atau disebutkan resmi karena petugas masih harus melengkapi fakta lain sesuai prosedur. Jangan sampai nama tersebut sama dengan nama orang lain. Jadi info awal nama pelaku perlu dilakukan klarifikasi maksimal agar hasilnya terang benderang,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Wahyu Hadiningrat dalam percakapan dengan SP, Kamis.  

Menurut Kapolres, target pengungkapan jatidiri dengan menelusuri keluarga pelaku atau data-data pendukung resmi lainnya. Kecocokan biografi pelaku harus fair dan transparan karena terlibat tindak pidana berat.  

Sedangkan terkait kepastian sosok Holly korban pembunuhan itu telah dilakukan klarifikasi dengan keluarga almarhumah. Termasuk pendalaman data siapa saja penghuni setempat atau orang luar  yang pernah bertamu di ruang apartemen almarhumah.  

Jumlah warga yang dimintai keterangan resmi sampai saat ini sebanyak enam orang. Dari keterangan para saksi itu diharapkan adanya perkembangan yang signifikan antara lain, terkait diketahuinya nama pelaku.  

Pengembangan penyelidikan pasca ditemukan sejumlah bukti di lapangan di antaranya, kondisi tempat tinggal, bercak darah, sidik jari, beberapa stelan baju pria dan potongan besi di lokasi kejadian.  

Lapor ke Petugas
Kapolres mengimbau masyarakat yang mengenal atau mengetahui ciri pelaku tersebut antara lain, tinggi sekitar 165 Cm, gemuk dan wajah bulat hendaknya segera melaporkan kepada petugas. Jenazah pelaku saat ini masih tersimpan di kamar mayat RSCM.  

Dijelaskan selain pemeriksaan akan dikembangkan dengan meminta keterangan pihak keluarga Holly, termasuk suaminya. Pengakuan keluarga atau orang-orang dekat almarhumah diharapkan bisa mendukung fakta lain yang telah diungkap sebelumnya.  

Pasalnya, pelaku diperkirakan sudah merancang aksi keji tersebut dengan sengaja menghilangkan identitasnya atau tanda pengenalnya tertinggal di ruang apartemen setempat.  

Cara pelaku masuk kamar apartemen juga masih didalami, apakah mister X menggunakan kartu kunci palsu atau ganda bahkan teknik lainnya hingga berhasil masuk ruangan sampai terjadi insiden berdarah di lokasi kejadian. Kronologis Kematian Tragis Holly  

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan kronologis kematian tragis Holly dan Mr X di Apartemen Kalibata City, pukul 15.00 WIB, Senin, 30 September 2013, Holly sempat main ke rumah ibu angkatnya, Kushandani atau Ani, di Cibubur.  

"Holly dijemput di apartemen Kalibata," ujar Ani, Kemudian, pukul 21.15, Holly pamit pulang dan kembali ke apartemennya naik taksi. Lanjut Ani, sampai di apartemen masih belum ada kejadian apa-apa.

Sekitar pukul 22.38 WIB, Holly menghubungi Ani, menyatakan dia dalam kondisi teraniaya. "Teleponnya tidak ada satu menit," katanya.   Kemudian meminta bantuan kepada teman korban, yakni Umar Hasan, Sulaiman, dan Inal, yang langsung menuju ke apartemen. Di apartemen tersebut, bersama petugas keamanan, mereka masuk ke kamar E 09 AT9 yang ternyata dikunci.

Akhirnya, Sulaiman dan yang lain dibantu tetangga Holly, Richi, mendobrak paksa pintu apartemen korban, namun anak kuncinya ditemukan di buffet. Sebelumnya paara saksi mendengar percekcokan di kamar Holly, namun mengabaikannya.

Saat masuk, para saksi itu melihat Holly dalam keadaan tertelungkup dengan tangan dan kaki terikat kabel charger telepon seluler. Kondisinya berdarah dan kritis, namun masih bernapas. Polisi juga menemukan besi sepanjang 50 sentimeter serta sarung tangan berlumuran darah.   "Diduga pelaku melakukan penganiayaan menggunakan besi ini, tapi kita masih dalami sidik jarinya serta memadumadankan besi di sekitar apartemen, apakah dari luar atau dari dalam kamar," ujar  Rikwanto.

Dijelaskan, Sulaiman dan yang lain tidak melihat seorang pun di dalam kamar selain Holly, namun pintu balkon apartemen terbuka. "Dan, setelah ke balkon, dilihat ke bawah ada yang jatuh." Setelah itu, Sulaiman, Umar, dan Inal membawa Holly ke Rumah Sakit Triadipa. Namun, setibanya di sana, Holly sudah tidak bernapas. [G-5]
   




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»