SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Mei 2013
Pencarian Arsip

ICMI Klaim Banyak Kadernya yang Cocok Jadi Capres
Rabu, 14 Maret 2012 | 14:00

Irman Gusman [Dok SP] Irman Gusman [Dok SP]

[JAKARTA] Wakil Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Irman Gusman mengklaim, banyak kader-kadernya yang layak untuk mengisi posisi calon presiden (capres) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 nanti. Meski belum sampai kepada kriteria capres, namun ICMI menurutnya akan mengedepankan iman taqwa, latar belakang, kepemimpinan, dan kompetensi.  

”ICMI banyak kader yang bisa mengisi ruang-ruang itu,” katanya yang juga Ketua DPD RI usai diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden, Rabu (14/3) siang.

Irman menambahkan, ICMI diagendakan akan bertemu lagi dengan Presiden dalam tiga bulan mendatang untuk memberikan hasil pemikirannya tentang konsep sosok pemimpin ke depan Indonesia. Sehingga, diharapkannya Pemilu 2014 mendatang dapat berjalan dengan baik dan maksimal, dan tiga penyakit politik yang disebutkan SBY yakni politik uang (money politics), politik kekerasan, dan politik yang tidak mencerdaskan dapat dicegah.  

Adapun anggota ICMI terdiri dari Ketua Dewan Pakar Hatta Rajasa, Wakil Ketua Dewan Penasehat ICMI Pusat Irman Gusman, Ketua Presidium ICMI Pusat Nahat Fatah Natsir, Presidium ICMI Sugiharto, Sekretaris Jenderal ICMI Muhammad Taufiq, Ketua Koordinasi ICMI Avip Saefullah, dan Wakil Sekretaris Jenderal ICMI Endin Nasruddin.  

Sementara itu, dia mengatakan, ICMI diminta Presiden SBY untuk turut memberikan pencerahan kepada Pemerintah dalam rangka menyambut Pemilu 2014. ”Presiden menyampaikan hal ini agar bagaimana ICMI dapat membicarakan dan mendiskusikannya sehingga Pemilu 2014 nanti tampil berkualitas dan rakyat tahu siapa yang harus dipilih tanpa menggunakan politik uang, tidak ada cekal mencekal, tetapi objektif,” ujarnya.  

Menurut dia, dalam pertemuan sekitar 1,5 jam, Presiden SBY juga meminta ICMI untuk tetap terus melaksanakan peran utamanya mengupayakan peningkatan iman dan takwa, kualitas pikir, kualitas bijak, dan karya. Pasalnya, dalam bidang politik, khusus perilaku elit politik dalam meraih jabatan politik lebih mengedepankan kepentingan untuk mengejar kekuasaan semata dan cenderung mengabaikan etika dan moral, akhlakul karimah yang berlandaskan kepada nilai-nilai Pancasila.

Oleh karena itu, money politic, kebebasan tanpa batas yang mengarah kepada anarkis masih mewarnai kehidupan politik bangsa kita saat ini.

ICMI sendiri menyampaikan hasil muktamar ke-5 di Bogor serta hasil Silaknas pada Desember 2011 lalu yang telah melahirkan Deklarasi Kendari. ”Hasilnya dimana bangsa ini harus kembali pada nilai agama dan Pancasila, penegakkan hukum, ekonomi berbasis syariah, dan pendidikan berbasis karakater dan kerukunan antarumat yang semakin maksimal,” tambahnya. [O-2]  

 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN