SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 20 Juni 2013
Pencarian Arsip

ICMI dan PBNU Kirim Kadernya ke STEKPI
Kamis, 29 September 2011 | 9:48

Ketua Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ) Subiakto Tjakrawerdaja (kiri) bersama Ketua Presidium ICMI Pusat, Marwah Daud Ibrahim (kanan) melakukan kerjasama di kampus STEKPI Kalibata Jakarta, Rabu (28/9). (Foto: SP/Hendro Situmorang) Ketua Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ) Subiakto Tjakrawerdaja (kiri) bersama Ketua Presidium ICMI Pusat, Marwah Daud Ibrahim (kanan) melakukan kerjasama di kampus STEKPI Kalibata Jakarta, Rabu (28/9). (Foto: SP/Hendro Situmorang)

[JAKARTA] Sekolah Tinggi Ekonomi Perbankan Indonesia (STEKPI) School of Business and Management Kalibata  merangkul Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal wat Tamil Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (Laznas BMT ICMI) dalam hal pendidikan. Kedua lembaga tersebut  mengirim santri atau kadernya guna mengenyam pendidikan dan mendapatkan ilmu.

Sekjen PBNU Iqbal Sulam PBNU menyatakan kerjasama ini bertujuan untuk membentuk sumberdaya insani kader-kadernya yang berakhlak, kompeten, mandiri, profesional, inovatif, memiliki jiwa kewirausahaan dan siap berkarya untuk kemajuan bangsa dan negara melalui pendidikan tinggi dan profesi yang diselenggarakan oleh STEKPI.

"Kerja sama yang kami lakukan lebih kepada mencerdaskan kehidupan bangsa. Ada 7500 pondok pesantren dengan jumlah 30 santriawan dan satriwati yang kami kirimkan ke STEKPI," ujarnya di Jakarta, Rabu, (28/9).

Tidak saja PBNU dan ICMI melakukan kerja sama. Beberapa Universitas yang sudah lebih dahulu melakukan kerja sama seperti IPB Bogor, ITB Bandung, Universitas Negeri Semarang juga sudah bergabung untuk meningkatkan mutu pendidikan dan sinergi penerapan lulusan mahasiswa dilapangan setelah lulus nanti.

”Semangat pluralisme atau toleransi beragama. Kata kuncinya adalah daya saing untuk meningkatkan kualitas kemanusiaannya. STEKPI akan memiliki diploma satu sampai starta 3. Sehingga, setelah kerja sama dengan berbagai pihak, saya bisa menjamin, anak-anak dari daerah, datang untuk menempuh diploma satu, pulang ke kampung halaman bisa mendapat salary Rp5 juta per bulan," jelas Ketua Pengurus Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ), Subiakto Tjakrawerdaja.

Pihaknya menyatakan kesiapan STEKPI dalam membantu PBNU dan ICMI untuk mensukseskan program dengan hardskill dan softskill di bidang manajemen dan kewirausahaan.

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Nasarudin Umar, mengatakan, STEKPI kedepan akan menjadi univesitas berbasis agama. Ia yakin dengan kerja sama itu, Trilogi STEKPI akan diarahkan ke perguruan tinggi keagamaan. Semua agama bisa masuk dan STEKPI menjadi enterpreneur university. Hasil-hasil riset dihargai (dapat bayaran) sekaligus mereka dapat ijazah karena statusnya memang kuliah dan juga bekerja. Sementara itu, Kepala STEKPI, Agung Nur Fajar Nur mengatakan teknik kerja sama yang dilakukan bisa subsidi silang, ada juga yang full bayar, dan ada yang beasiswa full. Kerjasama langsung 10 tahun ke depan.

”Selama ini kurikulum STEKPI dirancang sedemikian rupa hingga lulusannya mendapatkan bekal soft skill yang cukup dengan ciri khas pada kemampuan kolaborasi. Selain itu juga jiwa kewirausahaan yang membangun kemandirian diri dan masyarakat,” tutup Agung. [H-15]

 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN