Hilangkan Kemiskinan, Itu Sasaran Pembangunan Indonesia yang Belum Tercapai
Rabu, 25 Januari 2012 | 9:12
[JAKARTA]
Pemerintah dan semua pihak harus menekan jumlah orang miskin di Indonesia, bila
perlu dihilangkan.
Kalau itu yang
dilakukan, maka nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia semakin
bagus.
Selain itu, sasaran pembangunan global pada tahun 2015 akan
tercapai.
Demikian
dikatakan Sugiarto Sumas, Direktur Partisipasi Masyarakat pada Dirjen Pembinaan
Penempatan Kawasan Transmigrasi, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
(Kemnakertrans), pada ujian disertasinya untuk gelar doktor dari Institut
Pertanian Bogor (IPB), di kampus Darmaga IPB, Bogor, Selasa (24/1).
Dalam disertasinya dengan judul "Dampak Kebijakan Fiskal Sektor Pendidikan
dan Sektor Kesehatan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia",
itu Sugiarto mengatakan, untuk mencapai target pembangunan Indonesia tahun
2015, maka harus mengurangi tingkat kemiskinan hingga setengahnya, serta
sasaran di bidang pendidikan tercapainya pendidikan dasar untuk semua orang.
Selain itu,
sasaran di bidang kesehatan tercapai dengan pengurangan dua pertiga kematian
anak berumur di bawah lima tahun, dan tercapainya pengurangan tiga per empat
kematian ibu melahirkan.
"Ini
komitmen bangsa Indonesia secara global, sehingga mutlak menjadi tanggung jawab
seluruh komponen bangsa, yang dimotori oleh aparatur pemerintah di semua sektor
pembangunan, baik aparat pusat maupun daerah," kata dia.
Untuk itu, tegas Sugiarto, perlu dicari aktivitas yang dapat mengungkit
kenaikan pencapaiannya. Dikatakan, IPM sebagai pendekatan kinerja pembangunan
yang berpusat pada manusia, belum menunjukkan kemajuan yang menggembirakan di
Indonesia.
Berdasarkan laporan UNDP tahun 2009 yang dirilis tanggal 5 Oktober 2009, IPM
Indonesia berada pada peringkat ke 111 dari 182 negara yang diukur. Bahkan
dibandingkan dengan negara-negara tetangga terdekat sesama anggota ASEAN, IPM
Indonesia masih jauh dari Singapura pada urutan 23 dan Malaysia pada urutan 66.
Menurut
Sugiarto, cara pengukuran IPM di seluruh dunia, maka IPM Indonesia diukur
dengan rumus tertentu yang terdiri atas tiga dimensi pokok pembangunan manusia
di Indonesia yaitu hidup layak yang diukur dari indeks hidup layak (IHL), hidup
panjang yang diukur dari indeks hidup panjang (IHP), hidup mudah yang diukur
dari diukur dari indeks pendidikan (IP). [E-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Penghargaan Untuk Sebuah Ketidaknyamanan
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Kapolri Harus Beri Sanksi Keras Kapolda Papua
Akhirnya Pendukung Rustri Beralih ke Ganjar
