SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Mei 2013
Pencarian Arsip

Hilangkan Kemiskinan, Itu Sasaran Pembangunan Indonesia yang Belum Tercapai
Rabu, 25 Januari 2012 | 9:12

[JAKARTA] Pemerintah dan semua pihak harus menekan jumlah orang miskin di Indonesia, bila perlu dihilangkan. Kalau itu yang dilakukan, maka nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia semakin bagus. 

Selain itu, sasaran pembangunan global pada tahun 2015 akan tercapai. Demikian dikatakan Sugiarto Sumas, Direktur Partisipasi Masyarakat pada Dirjen Pembinaan Penempatan Kawasan Transmigrasi, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans), pada ujian disertasinya untuk gelar doktor dari Institut Pertanian Bogor (IPB), di kampus Darmaga IPB, Bogor, Selasa (24/1).

Dalam disertasinya dengan judul "Dampak Kebijakan Fiskal Sektor Pendidikan dan Sektor Kesehatan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia", itu Sugiarto mengatakan, untuk mencapai target pembangunan Indonesia tahun 2015, maka harus mengurangi tingkat kemiskinan hingga setengahnya, serta sasaran di bidang pendidikan tercapainya pendidikan dasar untuk semua orang.

Selain itu, sasaran di bidang kesehatan tercapai dengan pengurangan dua pertiga kematian anak berumur di bawah lima tahun, dan tercapainya pengurangan tiga per empat kematian ibu melahirkan.

"Ini komitmen bangsa Indonesia secara global, sehingga mutlak menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa, yang dimotori oleh aparatur pemerintah di semua sektor pembangunan, baik aparat pusat maupun daerah," kata dia.

Untuk itu, tegas Sugiarto, perlu dicari aktivitas yang dapat mengungkit kenaikan pencapaiannya. Dikatakan, IPM sebagai pendekatan kinerja pembangunan yang berpusat pada manusia, belum menunjukkan kemajuan yang menggembirakan di Indonesia.

Berdasarkan laporan UNDP tahun 2009 yang dirilis tanggal 5 Oktober 2009, IPM Indonesia berada pada peringkat ke 111 dari 182 negara yang diukur. Bahkan dibandingkan dengan negara-negara tetangga terdekat sesama anggota ASEAN, IPM Indonesia masih jauh dari Singapura pada urutan 23 dan Malaysia pada urutan 66.

Menurut Sugiarto,  cara pengukuran IPM di seluruh dunia, maka IPM Indonesia diukur dengan rumus tertentu yang terdiri atas tiga dimensi pokok pembangunan manusia di Indonesia yaitu hidup layak yang diukur dari indeks hidup layak (IHL), hidup panjang yang diukur dari indeks hidup panjang (IHP), hidup mudah yang diukur dari diukur dari indeks pendidikan (IP). [E-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN