Henk Ngantung, Gubernur DKI Non-Muslim yang Mampu Merangkul Semua Pihak
Sabtu, 11 Agustus 2012 | 11:09
Henk Ngantung [sindikasi] [JAKARTA] Meski hanya menjabat periode 27 Agustus 1964
hingga 15 Juli 1965, Henk Ngantung yang lahir
1 Maret 1921 (wafat 1991) merupakan gubernur yang patut dikenang.
Setelah empat tahun menjabat sebagai Deputi Gubernur, Henk ditunjuk Presiden
Soekarno menggantikan Soemarno yang diangkat sebagai Menteri Dalam Negeri.
Salah satu yang menjadi pertimbangan untuk menunjuk Henk,
lantaran Bung Karno ingin membangun Jakarta sebagai Kota Budaya. Henk yang
sejak remaja menggeluti dunia kesenian terutama lukisan dianggap mampu
menampilkan sisi artistik Ibukota.
"Henk Ngantung merupakan seorang seniman. Bung Karno
ketika itu, ingin Jakarta dibangun dengan budaya dan seninya," kata Evie Mamesa
sang istri yang dinikahi Henk saat berusia 23 pada 1962.
Ketika ramai berhembus isu negatif mengenai Suku, Agama,
Ras dan Antar Golongan (SARA) menjelang putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah
(Pilkada) DKI Jakarta 2012 ini, sejarah Henk Ngantung menunjukkan pemimpin
Ibukota tidak harus berasal dari agama mayoritas. Tidak ada gonjang-ganjing
mengenai keyakinan Henk selama dirinya menjabat baik sebagai gubernur maupun
wakil gubernur.
"Pak Henk seorang Kristen, diangkat sebagai gubernur,
tapi tidak ada heboh-heboh SARA seperti sekarang ini. Semua tidak ada yang
marah karena Pak Henk bukan Islam. Malah salah seorang ustadz, saya lupa
namanya, bilang pernah mau ajak Pak Henk masuk Islam karena sifatnya yang baik
dan mampu merangkul semua pihak," kata wanita kelahiran 12 agustus 1939
itu. [F-5]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Wah...Ternyata 10% Pengguna Facebook Bukan Manusia?
Sekuel Star Trek Puncaki Box Office
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Pesawat Lion JT 0535 Rusak Lagi, Penumpang Kecewa
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Pemprov DKI Jakarta Harus Beri Sanksi 16 RS Mundur Dari Program KJS
Aiptu Sitorus Resmi Ditahan Di Rutan Bareskrim
